
JAKARTA-Kader Partai Gerindra yang juga Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dikabarkan akan ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.
Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar merupakan politikus Partai Gerindra yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian. Pria kelahiran Grobogan, Jawa Tengah, 23 Januari 1985 itu dikenal memiliki kedekatan dengan Presiden Prabowo Subianto karena pernah menjadi ajudannya sejak 2010 setelah menyelesaikan pendidikan di Jepang.
Karier politik Sudaryono terbilang moncer. Ia dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Tengah pada usia 38 tahun. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) serta Dewan Pembina Pedagang Pejuang Indonesia Raya (Papera), organisasi sayap Partai Gerindra.
Informasi mengenai mundurnya Nanik S. Deyang dibenarkan Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan. Menurutnya, Nanik telah berpamitan kepada Presiden Prabowo pada Rabu (22/7/2026) untuk menjalani pengobatan jantung di luar negeri.

"Hari ini, 22 Juli 2026, Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung. Beliau juga mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," ujar Dirgayuza.
Seiring pengunduran diri tersebut, nama Sudaryono mencuat sebagai kandidat kuat yang akan memimpin BGN. Hingga kini belum ada pengumuman resmi dari pemerintah mengenai penunjukan tersebut.
Apabila resmi ditunjuk sebagai Kepala BGN, Sudaryono akan menghadapi tantangan besar dalam memastikan keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis, termasuk penguatan tata kelola lembaga, validasi data penerima manfaat, serta efektivitas penyaluran anggaran yang menjadi perhatian pemerintah dan DPR.
Pemerintah hingga saat ini masih menunggu proses administrasi sebelum mengumumkan secara resmi pengganti Kepala Badan Gizi Nasional. Publik pun menanti keputusan final terkait sosok yang akan memimpin lembaga tersebut ke depan.






JAKARTA-Kader Partai Gerindra yang juga Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dikabarkan akan ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.
Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar merupakan politikus Partai Gerindra yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian. Pria kelahiran Grobogan, Jawa Tengah, 23 Januari 1985 itu dikenal memiliki kedekatan dengan Presiden Prabowo Subianto karena pernah menjadi ajudannya sejak 2010 setelah menyelesaikan pendidikan di Jepang.
Karier politik Sudaryono terbilang moncer. Ia dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Tengah pada usia 38 tahun. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) serta Dewan Pembina Pedagang Pejuang Indonesia Raya (Papera), organisasi sayap Partai Gerindra.
Informasi mengenai mundurnya Nanik S. Deyang dibenarkan Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan. Menurutnya, Nanik telah berpamitan kepada Presiden Prabowo pada Rabu (22/7/2026) untuk menjalani pengobatan jantung di luar negeri.
"Hari ini, 22 Juli 2026, Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung. Beliau juga mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," ujar Dirgayuza.
Seiring pengunduran diri tersebut, nama Sudaryono mencuat sebagai kandidat kuat yang akan memimpin BGN. Hingga kini belum ada pengumuman resmi dari pemerintah mengenai penunjukan tersebut.
Apabila resmi ditunjuk sebagai Kepala BGN, Sudaryono akan menghadapi tantangan besar dalam memastikan keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis, termasuk penguatan tata kelola lembaga, validasi data penerima manfaat, serta efektivitas penyaluran anggaran yang menjadi perhatian pemerintah dan DPR.
Pemerintah hingga saat ini masih menunggu proses administrasi sebelum mengumumkan secara resmi pengganti Kepala Badan Gizi Nasional. Publik pun menanti keputusan final terkait sosok yang akan memimpin lembaga tersebut ke depan.