logo
PIALA AFF 2026: Indonesia Pesta Gol ke Gawang Timor Leste, Thom Haye Bersinar da Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Ditutup Menguat 89 Poin Jelang Agustus 2026, Berikut Proyeksi Nilai Tukar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Fakta Baru Mangkraknya Pasar Bawah Pekanbaru: Kontraktor Diklaim Mundur Saat Pro Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Titik Api di Riau Bertambah Jadi 10, Manggala Agni Berjibaku Padamkan Karhutla 1 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Tiga Dapur MBG di Riau Dihentikan, BGN Temukan Pelanggaran Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pengelola Pasar Bawah Siap Audiensi, Klaim Masih Sanggup Lanjutkan Revitalisasi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pendeta Diduga Bunuh Istri demi Uang Asuransi Rp10 Miliar, Dana Dipakai Biayai S Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi KPK Periksa Istri Suhardiman Amby, Mantan Sekda hingga 7 Tenaga Ahli dalam Kasus Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / PEKANBARU
Revitalisasi Pasar Bawah Mangkrak, Wali Kota Pekanbaru Ancam Putus Kontrak  Pengelola
Wali Kota Pekanbaru, H Agung Nugroho SE MM melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke bangunan Pasar Wisata Pasar Bawah, Kamis (30/7/2026). (Foto: Ist/Prokopim)
Revitalisasi Pasar Bawah Mangkrak, Wali Kota Pekanbaru Ancam Putus Kontrak Pengelola
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
30 Juli 2026 | 14:30:45

PEKANBARU - Kesabaran Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terhadap proyek revitalisasi Pasar Wisata Pasar Bawah tampaknya mulai habis. Setelah molor jauh dari target dan mangkrak lebih dari tiga bulan, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengancam akan memutus kontrak kerja sama dengan pihak pengelola apabila pembangunan tak kunjung diselesaikan.

Ancaman itu disampaikan Agung saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek, Kamis (30/7/2026). Dalam sidak tersebut, ia mendapati pembangunan pasar yang menjadi salah satu ikon Kota Pekanbaru itu masih jauh dari kata selesai.

"Saya menerima banyak laporan dari masyarakat, terutama para pedagang. Pembangunan ini sudah lebih dari tiga bulan mangkrak," kata Agung.

Menurutnya, berdasarkan perjanjian kerja sama antara Pemko Pekanbaru dengan PT Ali Akbar Sejahtera sebagai pengelola, revitalisasi Pasar Wisata Pasar Bawah seharusnya telah rampung pada 2025. Namun hingga pertengahan 2026, progres pembangunan baru mencapai sekitar 60 persen, jauh dari target yang telah disepakati.

iklan-view

Agung menegaskan, keterlambatan tersebut tidak bisa terus dibiarkan karena berdampak langsung terhadap aktivitas para pedagang yang menggantungkan mata pencaharian di Pasar Bawah.

Pemko Pekanbaru, lanjutnya, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan telah melayangkan surat peringatan pertama dan kedua kepada pihak pengelola. Dalam waktu dekat, surat peringatan ketiga akan diterbitkan sekaligus memanggil pengelola, kontraktor, dan perwakilan pedagang untuk mencari penyelesaian.

"Kalau setelah peringatan ketiga tetap tidak selesai, kontraknya akan kita putus. Setelah itu akan dilakukan audit," tegasnya.

Apabila kontrak diputus, kata Agung, Pemko Pekanbaru siap mengambil alih penyelesaian revitalisasi agar proyek tidak semakin berlarut-larut dan kerugian pedagang tidak bertambah besar.

Ia mengungkapkan, persoalan utama yang menyebabkan proyek mangkrak diduga berasal dari masalah pembiayaan antara kontraktor dan pihak pengelola. Karena itu, Pemko akan membuka secara transparan persoalan tersebut untuk mengetahui akar masalahnya.

"Mangkraknya pembangunan ini disebabkan persoalan pembiayaan antara kontraktor dan pengelola. Itu yang akan kita dudukkan secara terbuka. Kalau memang tidak sanggup menyelesaikan, maka Pemko akan mengambil alih," ujarnya.

Agung menegaskan, Pasar Wisata Pasar Bawah merupakan salah satu ikon perdagangan sekaligus destinasi wisata belanja Kota Pekanbaru. Karena itu, revitalisasi harus segera dituntaskan dan pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah tegas terhadap pihak yang dinilai tidak mampu memenuhi komitmennya. (mcp)

Home / News
Revitalisasi Pasar Bawah Mangkrak, Wali Kota Pekanbaru Ancam Putus Kontrak Pengelola
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: news | 30 Juli 2026 | 14:30:45
Revitalisasi Pasar Bawah Mangkrak, Wali Kota Pekanbaru Ancam Putus Kontrak  Pengelola
Wali Kota Pekanbaru, H Agung Nugroho SE MM melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke bangunan Pasar Wisata Pasar Bawah, Kamis (30/7/2026). (Foto: Ist/Prokopim)

PEKANBARU - Kesabaran Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terhadap proyek revitalisasi Pasar Wisata Pasar Bawah tampaknya mulai habis. Setelah molor jauh dari target dan mangkrak lebih dari tiga bulan, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengancam akan memutus kontrak kerja sama dengan pihak pengelola apabila pembangunan tak kunjung diselesaikan.

Ancaman itu disampaikan Agung saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek, Kamis (30/7/2026). Dalam sidak tersebut, ia mendapati pembangunan pasar yang menjadi salah satu ikon Kota Pekanbaru itu masih jauh dari kata selesai.

"Saya menerima banyak laporan dari masyarakat, terutama para pedagang. Pembangunan ini sudah lebih dari tiga bulan mangkrak," kata Agung.

Menurutnya, berdasarkan perjanjian kerja sama antara Pemko Pekanbaru dengan PT Ali Akbar Sejahtera sebagai pengelola, revitalisasi Pasar Wisata Pasar Bawah seharusnya telah rampung pada 2025. Namun hingga pertengahan 2026, progres pembangunan baru mencapai sekitar 60 persen, jauh dari target yang telah disepakati.

Agung menegaskan, keterlambatan tersebut tidak bisa terus dibiarkan karena berdampak langsung terhadap aktivitas para pedagang yang menggantungkan mata pencaharian di Pasar Bawah.

Pemko Pekanbaru, lanjutnya, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan telah melayangkan surat peringatan pertama dan kedua kepada pihak pengelola. Dalam waktu dekat, surat peringatan ketiga akan diterbitkan sekaligus memanggil pengelola, kontraktor, dan perwakilan pedagang untuk mencari penyelesaian.

"Kalau setelah peringatan ketiga tetap tidak selesai, kontraknya akan kita putus. Setelah itu akan dilakukan audit," tegasnya.

Apabila kontrak diputus, kata Agung, Pemko Pekanbaru siap mengambil alih penyelesaian revitalisasi agar proyek tidak semakin berlarut-larut dan kerugian pedagang tidak bertambah besar.

Ia mengungkapkan, persoalan utama yang menyebabkan proyek mangkrak diduga berasal dari masalah pembiayaan antara kontraktor dan pihak pengelola. Karena itu, Pemko akan membuka secara transparan persoalan tersebut untuk mengetahui akar masalahnya.

"Mangkraknya pembangunan ini disebabkan persoalan pembiayaan antara kontraktor dan pengelola. Itu yang akan kita dudukkan secara terbuka. Kalau memang tidak sanggup menyelesaikan, maka Pemko akan mengambil alih," ujarnya.

Agung menegaskan, Pasar Wisata Pasar Bawah merupakan salah satu ikon perdagangan sekaligus destinasi wisata belanja Kota Pekanbaru. Karena itu, revitalisasi harus segera dituntaskan dan pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah tegas terhadap pihak yang dinilai tidak mampu memenuhi komitmennya. (mcp)