logo
Keroyok Tukang Gigi hingga Tewas ,Tiga Pemuda Jadi Tersangka Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pasar Kodim Diduga Dialihfungsikan Jadi Kampus, KOMPOR Foundation dan PPSP Perta Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPR Dengarkan Tuntutan 36 Ribu Kades AMJ Terkait Perpanjangan Masa Jabatan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menpora dan Ketua KOI Resmi Kukuhkan Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Perkasa, Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kembali ke Pasar In Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Komjak RI Turun ke Kejari Pekanbaru, Pastikan Pengaduan Masyarakat Ditindaklanju Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Eskalasi Konflik Memanas, Harga Minyak Dunia Mendekati Level US$100 per Barel Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Manchester City Pimpin Klasemen Liga Champions Usai Taklukkan Porto Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / DUMAI
Puluhan Siswa SDN 13 Dumai Dilarikan ke Rumah Sakit, Diduga Keracunan Usai Santap Bakso MBG
Para guru mendampingi puluhan siswa SDN 13 Labourhousing yang mendapat perawatan di RSUD Dumai. Diduga mereka mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (13/8/2026). (Foto: Rico/Pekanbarutv)
Puluhan Siswa SDN 13 Dumai Dilarikan ke Rumah Sakit, Diduga Keracunan Usai Santap Bakso MBG
Editor: Arya Mahendra | Penulis: rico syahputra
Rubrik: news | 13 Agustus 2026 | 15:43:27

DUMAI - Puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 13 Labourhousing, Kota Dumai, Riau, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (13/8/2026).

Sejumlah siswa mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG berupa bakso. Para siswa kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Dumai untuk mendapatkan penanganan medis.

Informasi yang beredar menyebutkan makanan yang dikonsumsi siswa diduga sudah tidak layak. Bakso disebut dalam kondisi basi, sedangkan sambal dilaporkan mengeluarkan bau tidak sedap. Namun, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan pihak berwenang.

Makanan MBG tersebut diketahui berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gajah Mada, Kota Dumai.

Kapolres Dumai AKBP Fatikh Dedy Setyawan mengatakan saat ini Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama RSUD Kota Dumai tengah melakukan inventarisasi terhadap siswa yang mengalami keluhan sekaligus memberikan penanganan medis.

“Saat ini Dinkes dan RSUD sedang melakukan inventarisir dan penanganan. Nanti kita update ya,” ujar Akbp Fatikh saat dikonfirmasi Pekanbarutv.com, Kamis (13/8/2026).

Ia mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari instansi terkait untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Pekanbaru yang membawahi wilayah Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatera Barat, Dr. Syartiwidya, mengatakan kasus tersebut masih dalam pendalaman.

“Masih didalami kasusnya, Pak,” kata Dr. Syartiwidya.

Menurutnya, KPPG telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan satuan tugas terkait penanganan kejadian tersebut.

Selain itu, KPPG memastikan biaya perawatan siswa yang menjadi korban akan ditanggung.

“Kami koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Satgas serta membiayai biaya perawatan korban,” ujarnya.

Dr. Syartiwidya menambahkan, koordinator regional KPPG juga telah menuju lokasi untuk melakukan koordinasi dan penanganan lebih lanjut.

Saat ini, Dinkes dan RSUD Kota Dumai masih melakukan inventarisasi terhadap siswa yang mengalami keluhan serta memberikan penanganan medis. Sementara aparat dan instansi terkait masih menelusuri makanan yang dikonsumsi, termasuk proses pengolahan dan distribusi menu MBG.

Penyebab pasti dugaan keracunan tersebut belum dapat dipastikan. Pemerintah dan aparat masih menunggu hasil pemeriksaan medis serta penelusuran terhadap makanan yang dikonsumsi para siswa. (ric)

Home / News
Puluhan Siswa SDN 13 Dumai Dilarikan ke Rumah Sakit, Diduga Keracunan Usai Santap Bakso MBG
Editor: Arya Mahendra | Penulis: rico syahputra
Rubrik: news | 13 Agustus 2026 | 15:43:27
Puluhan Siswa SDN 13 Dumai Dilarikan ke Rumah Sakit, Diduga Keracunan Usai Santap Bakso MBG
Para guru mendampingi puluhan siswa SDN 13 Labourhousing yang mendapat perawatan di RSUD Dumai. Diduga mereka mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (13/8/2026). (Foto: Rico/Pekanbarutv)

DUMAI - Puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 13 Labourhousing, Kota Dumai, Riau, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (13/8/2026).

Sejumlah siswa mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG berupa bakso. Para siswa kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Dumai untuk mendapatkan penanganan medis.

Informasi yang beredar menyebutkan makanan yang dikonsumsi siswa diduga sudah tidak layak. Bakso disebut dalam kondisi basi, sedangkan sambal dilaporkan mengeluarkan bau tidak sedap. Namun, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan pihak berwenang.

Makanan MBG tersebut diketahui berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gajah Mada, Kota Dumai.

Kapolres Dumai AKBP Fatikh Dedy Setyawan mengatakan saat ini Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama RSUD Kota Dumai tengah melakukan inventarisasi terhadap siswa yang mengalami keluhan sekaligus memberikan penanganan medis.

“Saat ini Dinkes dan RSUD sedang melakukan inventarisir dan penanganan. Nanti kita update ya,” ujar Akbp Fatikh saat dikonfirmasi Pekanbarutv.com, Kamis (13/8/2026).

Ia mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari instansi terkait untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Pekanbaru yang membawahi wilayah Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatera Barat, Dr. Syartiwidya, mengatakan kasus tersebut masih dalam pendalaman.

“Masih didalami kasusnya, Pak,” kata Dr. Syartiwidya.

Menurutnya, KPPG telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan satuan tugas terkait penanganan kejadian tersebut.

Selain itu, KPPG memastikan biaya perawatan siswa yang menjadi korban akan ditanggung.

“Kami koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Satgas serta membiayai biaya perawatan korban,” ujarnya.

Dr. Syartiwidya menambahkan, koordinator regional KPPG juga telah menuju lokasi untuk melakukan koordinasi dan penanganan lebih lanjut.

Saat ini, Dinkes dan RSUD Kota Dumai masih melakukan inventarisasi terhadap siswa yang mengalami keluhan serta memberikan penanganan medis. Sementara aparat dan instansi terkait masih menelusuri makanan yang dikonsumsi, termasuk proses pengolahan dan distribusi menu MBG.

Penyebab pasti dugaan keracunan tersebut belum dapat dipastikan. Pemerintah dan aparat masih menunggu hasil pemeriksaan medis serta penelusuran terhadap makanan yang dikonsumsi para siswa. (ric)