logo
BREAKING NEWS: Galodo Terjang Arosuka, Jalan Solok-Padang Lumpuh, Tiga Gedung OP Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Nasib Bripda SAS Usai Kepergok Warga Bersama Wanita di Dalam Mobil 'Bergoyang' Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Wacana Dua Parpol Jadi Syarat Capres, Politisi Senayan Khawatir Pilpres 2029 Tet Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Agung Nugroho: Pertumbuhan Ekonomi 7,39 Persen Jadi Sinyal Positif Investasi Pek Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sengketa Ribuan Hektare di Rupat Memanas, Warga Desak Pemkab Bengkalis Turun Tan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan ke Penuh Waktu Tanpa Tes Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Prabowo Janjikan Kuliah PTN Gratis, Komisi X DPR Minta Kemendikti Segera Siapkan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dewan Pers Apresiasi Dedikasi Lima Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / ROHIL
Digempur Konten Medsos, Wabup Rohil Jhony Charles Tetap Fokus Tangani Karhutla
Wabup Rohil Jhony Charles memilih fokus bekerja ketimbang memikirkan serangan-serangan di medsos. Ini ketika Jhony Charles berbincang dengan sejumlah bakal calon penghulu di sela kegiatan tes di Bagansiapiapi, Senin (24/8/2026) silam. (Foto: Istimewa)
Digempur Konten Medsos, Wabup Rohil Jhony Charles Tetap Fokus Tangani Karhutla
Editor: Arya Mahendra | Penulis: romi ramadani
Rubrik: news | 28 Agustus 2026 | 19:23:41

ROKAN HILIR - Wakil Bupati Rokan Hilir (Rohil) Jhony Charles BBA MBA memilih tidak terpancing dengan munculnya sejumlah unggahan di media sosial Facebook yang menyinggung dan menyerang dirinya.

Unggahan tersebut berasal dari akun Facebook yang menggunakan nama Fery Ansory. Akun itu diketahui menggunakan foto sampul yang menampilkan Wakil Bupati Rohil. Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai siapa sebenarnya pengelola akun tersebut maupun apakah akun itu merupakan akun resmi milik pihak tertentu.

Dalam sejumlah unggahannya, akun tersebut memuat pernyataan dan opini yang menyinggung Jhony Charles. Bahkan, terdapat sejumlah foto Wakil Bupati Rohil yang telah melalui proses penyuntingan dan dinilai tidak pantas ditampilkan sebagai representasi seorang pejabat daerah.

iklan-view

Menanggapi polemik tersebut,  Pekanbarutv.com mengonfirmasi langsung kepada Jhony Charles melalui pesan WhatsApp.

Alih-alih memperpanjang persoalan, Jhony Charles mengaku memilih bersikap tenang dan tetap menjalankan tugas pemerintahan. Di tengah polemik media sosial, perhatiannya justru diarahkan pada persoalan yang dinilai lebih penting, terutama potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Rohil.

"Biarkan sesuka mereka, saya sabar dan tetap fokus kerja. Ini aja masih mantau titik api dan mewanti-wanti ke aparatur camat dan desa jangan ada yang lengah dengan karhutla," ujar Jhony Charles kepada Pekanbarutv.com, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, serangan melalui media sosial bukan kali pertama dialaminya. Ia menyebut pola unggahan akun tersebut memiliki kemiripan dengan serangan melalui akun media sosial lain yang sebelumnya pernah ditujukan kepadanya.

"Polanya mirip account Rini Rohil kemarin yang menyerang saya, tidak ada benarnya apa yang disampaikan di publik," katanya.

Meski merasa disinggung melalui berbagai unggahan, Jhony Charles mengaku tidak ingin persoalan tersebut mengganggu aktivitasnya sebagai kepala daerah. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat untuk menilai setiap informasi yang beredar di media sosial.

Terlebih, perkembangan teknologi saat ini membuat konten digital semakin mudah diproduksi dan dimanipulasi. Menurutnya, masyarakat sudah semakin kritis dalam memilah informasi, termasuk membedakan konten asli dengan materi yang telah diedit atau dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Karena itu, ia memilih tidak terjebak dalam perang narasi di dunia maya.

"Yang penting saya tetap kerja dan menjalankan tugas. Masyarakat sekarang sudah bisa menilai mana yang benar dan mana yang tidak," ujarnya.

Sikap tersebut ditunjukkan Jhony Charles dengan tetap melakukan pemantauan terhadap potensi karhutla. Ia juga mengingatkan jajaran kecamatan hingga pemerintahan desa agar tidak lengah menghadapi ancaman kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca yang berpotensi memicu munculnya titik api.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, identitas pengelola akun Facebook bernama Fery Ansory belum dapat dipastikan. Nama, foto profil maupun foto sampul yang digunakan pada sebuah akun media sosial belum dapat menjadi dasar untuk memastikan identitas sebenarnya dari pengelola akun tersebut.

Polemik ini sekaligus menjadi pengingat bahwa informasi yang beredar di media sosial perlu disikapi secara kritis dan diverifikasi sebelum dipercaya maupun disebarluaskan. (rom)

Home / News
Digempur Konten Medsos, Wabup Rohil Jhony Charles Tetap Fokus Tangani Karhutla
Editor: Arya Mahendra | Penulis: romi ramadani
Rubrik: news | 28 Agustus 2026 | 19:23:41
Digempur Konten Medsos, Wabup Rohil Jhony Charles Tetap Fokus Tangani Karhutla
Wabup Rohil Jhony Charles memilih fokus bekerja ketimbang memikirkan serangan-serangan di medsos. Ini ketika Jhony Charles berbincang dengan sejumlah bakal calon penghulu di sela kegiatan tes di Bagansiapiapi, Senin (24/8/2026) silam. (Foto: Istimewa)

ROKAN HILIR - Wakil Bupati Rokan Hilir (Rohil) Jhony Charles BBA MBA memilih tidak terpancing dengan munculnya sejumlah unggahan di media sosial Facebook yang menyinggung dan menyerang dirinya.

Unggahan tersebut berasal dari akun Facebook yang menggunakan nama Fery Ansory. Akun itu diketahui menggunakan foto sampul yang menampilkan Wakil Bupati Rohil. Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai siapa sebenarnya pengelola akun tersebut maupun apakah akun itu merupakan akun resmi milik pihak tertentu.

Dalam sejumlah unggahannya, akun tersebut memuat pernyataan dan opini yang menyinggung Jhony Charles. Bahkan, terdapat sejumlah foto Wakil Bupati Rohil yang telah melalui proses penyuntingan dan dinilai tidak pantas ditampilkan sebagai representasi seorang pejabat daerah.

Menanggapi polemik tersebut,  Pekanbarutv.com mengonfirmasi langsung kepada Jhony Charles melalui pesan WhatsApp.

Alih-alih memperpanjang persoalan, Jhony Charles mengaku memilih bersikap tenang dan tetap menjalankan tugas pemerintahan. Di tengah polemik media sosial, perhatiannya justru diarahkan pada persoalan yang dinilai lebih penting, terutama potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Rohil.

"Biarkan sesuka mereka, saya sabar dan tetap fokus kerja. Ini aja masih mantau titik api dan mewanti-wanti ke aparatur camat dan desa jangan ada yang lengah dengan karhutla," ujar Jhony Charles kepada Pekanbarutv.com, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, serangan melalui media sosial bukan kali pertama dialaminya. Ia menyebut pola unggahan akun tersebut memiliki kemiripan dengan serangan melalui akun media sosial lain yang sebelumnya pernah ditujukan kepadanya.

"Polanya mirip account Rini Rohil kemarin yang menyerang saya, tidak ada benarnya apa yang disampaikan di publik," katanya.

Meski merasa disinggung melalui berbagai unggahan, Jhony Charles mengaku tidak ingin persoalan tersebut mengganggu aktivitasnya sebagai kepala daerah. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat untuk menilai setiap informasi yang beredar di media sosial.

Terlebih, perkembangan teknologi saat ini membuat konten digital semakin mudah diproduksi dan dimanipulasi. Menurutnya, masyarakat sudah semakin kritis dalam memilah informasi, termasuk membedakan konten asli dengan materi yang telah diedit atau dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Karena itu, ia memilih tidak terjebak dalam perang narasi di dunia maya.

"Yang penting saya tetap kerja dan menjalankan tugas. Masyarakat sekarang sudah bisa menilai mana yang benar dan mana yang tidak," ujarnya.

Sikap tersebut ditunjukkan Jhony Charles dengan tetap melakukan pemantauan terhadap potensi karhutla. Ia juga mengingatkan jajaran kecamatan hingga pemerintahan desa agar tidak lengah menghadapi ancaman kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca yang berpotensi memicu munculnya titik api.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, identitas pengelola akun Facebook bernama Fery Ansory belum dapat dipastikan. Nama, foto profil maupun foto sampul yang digunakan pada sebuah akun media sosial belum dapat menjadi dasar untuk memastikan identitas sebenarnya dari pengelola akun tersebut.

Polemik ini sekaligus menjadi pengingat bahwa informasi yang beredar di media sosial perlu disikapi secara kritis dan diverifikasi sebelum dipercaya maupun disebarluaskan. (rom)