logo
BREAKING NEWS: Galodo Terjang Arosuka, Jalan Solok-Padang Lumpuh, Tiga Gedung OP Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Nasib Bripda SAS Usai Kepergok Warga Bersama Wanita di Dalam Mobil 'Bergoyang' Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Wacana Dua Parpol Jadi Syarat Capres, Politisi Senayan Khawatir Pilpres 2029 Tet Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Agung Nugroho: Pertumbuhan Ekonomi 7,39 Persen Jadi Sinyal Positif Investasi Pek Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sengketa Ribuan Hektare di Rupat Memanas, Warga Desak Pemkab Bengkalis Turun Tan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan ke Penuh Waktu Tanpa Tes Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Prabowo Janjikan Kuliah PTN Gratis, Komisi X DPR Minta Kemendikti Segera Siapkan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dewan Pers Apresiasi Dedikasi Lima Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
Jumlah Pengungsi Gempa NTT Turun Jadi 188 Ribu Jiwa
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat pengungsi gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) berkurang 4.142 orang per hari ini, Minggu (30/8).
Jumlah Pengungsi Gempa NTT Turun Jadi 188 Ribu Jiwa
Editor: Putrajaya
Rubrik: news | 30 Agustus 2026 | 18:29:15

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat pengungsi gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) berkurang 4.142 orang per hari ini, Minggu (30/8).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers di Jakarta mengemukakan per 30 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB pengungsi gempa NTT menjadi 188.161 orang.

"Konsentrasi pengungsi terbesar berada di Kabupaten Manggarai sebanyak 50.556 orang dan Kabupaten Nagekeo 50.574 orang," katanya.

iklan-view

Berton menambahkan kabupaten lain yang masih memiliki jumlah pengungsi besar antara lain Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, Sikka, dan Ende.

BNPB juga melaporkan korban meninggal dunia di provinsi tersebut mencapai 111 orang sejak gempa pertama pada 15 Agustus 2026, dengan total korban luka mencapai 1.631 orang, terdiri atas 223 orang luka berat dan 1.408 orang luka ringan.

Sementara itu kerusakan rumah akibat gempa di NTT hingga kini mencapai 95.567 unit, dengan rincian 46.161 rumah rusak ringan, 21.992 rumah rusak sedang, dan 27.414 rumah rusak berat.

"Ada kebutuhan mendesak penyediaan hunian sementara atau relokasi bagi 27.414 keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat," paparnya.

Berton menambahkan aktivitas gempa susulan mulai menunjukkan penurunan. Tercatat 9.765 gempa susulan hingga 30 Agustus 2026 dengan gempa susulan terbesar mencapai magnitudo 6,2, sementara yang terkecil magnitudo 1,0.

"Sebanyak 155 gempa susulan dirasakan masyarakat. Rangkaian gempa susulan disebut mulai menunjukkan pola penurunan, meski diperkirakan masih dapat berlangsung sekitar 3–4 minggu sejak gempa utama," ucap Berton SP Panjaitan. (*)

Home / News
Jumlah Pengungsi Gempa NTT Turun Jadi 188 Ribu Jiwa
Editor: Putrajaya
Rubrik: news | 30 Agustus 2026 | 18:29:15
Jumlah Pengungsi Gempa NTT Turun Jadi 188 Ribu Jiwa
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat pengungsi gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) berkurang 4.142 orang per hari ini, Minggu (30/8).

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat pengungsi gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) berkurang 4.142 orang per hari ini, Minggu (30/8).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers di Jakarta mengemukakan per 30 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB pengungsi gempa NTT menjadi 188.161 orang.

"Konsentrasi pengungsi terbesar berada di Kabupaten Manggarai sebanyak 50.556 orang dan Kabupaten Nagekeo 50.574 orang," katanya.

Berton menambahkan kabupaten lain yang masih memiliki jumlah pengungsi besar antara lain Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, Sikka, dan Ende.

BNPB juga melaporkan korban meninggal dunia di provinsi tersebut mencapai 111 orang sejak gempa pertama pada 15 Agustus 2026, dengan total korban luka mencapai 1.631 orang, terdiri atas 223 orang luka berat dan 1.408 orang luka ringan.

Sementara itu kerusakan rumah akibat gempa di NTT hingga kini mencapai 95.567 unit, dengan rincian 46.161 rumah rusak ringan, 21.992 rumah rusak sedang, dan 27.414 rumah rusak berat.

"Ada kebutuhan mendesak penyediaan hunian sementara atau relokasi bagi 27.414 keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat," paparnya.

Berton menambahkan aktivitas gempa susulan mulai menunjukkan penurunan. Tercatat 9.765 gempa susulan hingga 30 Agustus 2026 dengan gempa susulan terbesar mencapai magnitudo 6,2, sementara yang terkecil magnitudo 1,0.

"Sebanyak 155 gempa susulan dirasakan masyarakat. Rangkaian gempa susulan disebut mulai menunjukkan pola penurunan, meski diperkirakan masih dapat berlangsung sekitar 3–4 minggu sejak gempa utama," ucap Berton SP Panjaitan. (*)