
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengajak pemerintah daerah (pemda) memperkuat semangat gotong royong dalam membantu daerah lain yang mengalami bencana.
Mendagri menjelaskan, Indonesia merupakan negara dengan kondisi geografis yang memiliki potensi bencana di berbagai wilayah. Keberadaan banyak gunung berapi, wilayah laut yang luas, serta sungai-sungai yang melimpah membuat bencana dapat terjadi di berbagai daerah.
“Bencana bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Di sini kita memerlukan kegotongroyongan,” kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Tito usai menghadiri acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa-Bali yang berlangsung di Kabupaten Badung, Bali, pada hari Jumat (28/8).
Dirinya menilai bahwa situasi tersebut menuntut adanya kepedulian bersama antarwilayah. Pemerintah daerah yang mempunyai sumber daya lebih diharapkan mampu mengulurkan tangan bagi daerah yang tengah berjuang memulihkan diri dari dampak bencana.
Apresiasi khusus turut diberikan oleh Mendagri kepada jajaran pemda yang sudah aktif menyalurkan berbagai bentuk bantuan ke sejumlah lokasi terdampak, seperti wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tito mengungkapkan bahwa keterlibatan kepala daerah tidak hanya sebatas pengiriman logistik, melainkan banyak di antara mereka yang turun tangan langsung mendatangi lokasi bencana.
“Jadi sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan (kepala daerah),” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa partisipasi bantuan tidak harus selalu berskala besar. Apabila dikerjakan secara kolektif, akumulasi dukungan dari berbagai pemda diyakini mampu menghadirkan dampak positif yang besar bagi warga korban bencana.
“Jadi sekali lagi ini solidaritas kita saling membantu antardaerah ketika terjadi bencana ini kiranya dapat menjadi tradisi kita dan itu sangat bermanfaat, jujur sangat bermanfaat bagi daerah-daerah terdampak,” kata Tito.
Di samping memperkuat kolaborasi antardaerah, pemerintah pusat dipastikan terus hadir memberikan intervensi nyata dalam penanggulangan bencana di Sumatera maupun NTT.
Bentuk dukungan pusat di Sumatera mencakup alokasi anggaran serta penambahan dana Transfer ke Daerah (TKD). Sementara itu, penanganan di NTT diperkuat melalui kucuran anggaran tambahan Belanja Tidak Terduga (BTT) senilai total Rp200 miliar dari Presiden.
(*)




JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengajak pemerintah daerah (pemda) memperkuat semangat gotong royong dalam membantu daerah lain yang mengalami bencana.
Mendagri menjelaskan, Indonesia merupakan negara dengan kondisi geografis yang memiliki potensi bencana di berbagai wilayah. Keberadaan banyak gunung berapi, wilayah laut yang luas, serta sungai-sungai yang melimpah membuat bencana dapat terjadi di berbagai daerah.
“Bencana bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Di sini kita memerlukan kegotongroyongan,” kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Tito usai menghadiri acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa-Bali yang berlangsung di Kabupaten Badung, Bali, pada hari Jumat (28/8).
Dirinya menilai bahwa situasi tersebut menuntut adanya kepedulian bersama antarwilayah. Pemerintah daerah yang mempunyai sumber daya lebih diharapkan mampu mengulurkan tangan bagi daerah yang tengah berjuang memulihkan diri dari dampak bencana.
Apresiasi khusus turut diberikan oleh Mendagri kepada jajaran pemda yang sudah aktif menyalurkan berbagai bentuk bantuan ke sejumlah lokasi terdampak, seperti wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tito mengungkapkan bahwa keterlibatan kepala daerah tidak hanya sebatas pengiriman logistik, melainkan banyak di antara mereka yang turun tangan langsung mendatangi lokasi bencana.
“Jadi sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan (kepala daerah),” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa partisipasi bantuan tidak harus selalu berskala besar. Apabila dikerjakan secara kolektif, akumulasi dukungan dari berbagai pemda diyakini mampu menghadirkan dampak positif yang besar bagi warga korban bencana.
“Jadi sekali lagi ini solidaritas kita saling membantu antardaerah ketika terjadi bencana ini kiranya dapat menjadi tradisi kita dan itu sangat bermanfaat, jujur sangat bermanfaat bagi daerah-daerah terdampak,” kata Tito.
Di samping memperkuat kolaborasi antardaerah, pemerintah pusat dipastikan terus hadir memberikan intervensi nyata dalam penanggulangan bencana di Sumatera maupun NTT.
Bentuk dukungan pusat di Sumatera mencakup alokasi anggaran serta penambahan dana Transfer ke Daerah (TKD). Sementara itu, penanganan di NTT diperkuat melalui kucuran anggaran tambahan Belanja Tidak Terduga (BTT) senilai total Rp200 miliar dari Presiden.
(*)