logo
BREAKING NEWS: Galodo Terjang Arosuka, Jalan Solok-Padang Lumpuh, Tiga Gedung OP Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Nasib Bripda SAS Usai Kepergok Warga Bersama Wanita di Dalam Mobil 'Bergoyang' Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Wacana Dua Parpol Jadi Syarat Capres, Politisi Senayan Khawatir Pilpres 2029 Tet Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Agung Nugroho: Pertumbuhan Ekonomi 7,39 Persen Jadi Sinyal Positif Investasi Pek Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sengketa Ribuan Hektare di Rupat Memanas, Warga Desak Pemkab Bengkalis Turun Tan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan ke Penuh Waktu Tanpa Tes Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Prabowo Janjikan Kuliah PTN Gratis, Komisi X DPR Minta Kemendikti Segera Siapkan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dewan Pers Apresiasi Dedikasi Lima Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / Pekanbaru
Ekspor Riau Tembus US$12,4 Miliar, Sawit Jadi Penopang Utama
Ekspor Riau terus bertumbuh sepanjang Januari-Juli 2026, meski kinerja perdagangan luar negeri kembali melemah sepanjang Juli. (Foto: Antara)
Ekspor Riau Tembus US$12,4 Miliar, Sawit Jadi Penopang Utama
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: ekonomi | 2 September 2026 | 13:15:29

PEKANBARU-Ekspor Riau terus bertumbuh sepanjang Januari-Juli 2026, meski kinerja perdagangan luar negeri kembali melemah sepanjang Juli.

Badan Pusat Statistik (BPS) Riau mencatat, total ekspor mencapai US$12,40 miliar selama tujuh bulan pertama 2026.

Angka tersebut tumbuh 1,77 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan paling kuat datang dari sektor nonmigas yang menyumbang US$12,02 miliar.

iklan-view

Nilainya meningkat 4,97 persen dibandingkan Januari-Juli 2025.

Ekspor Juli Justru Mengalami Kontraksi

Tren pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya tercermin pada kinerja bulanan. Pada Juli 2026, ekspor Riau hanya mencapai US$1,91 miliar. Angka itu turun 7,03 persen dibandingkan Juli 2025.

Kepala BPS Riau, Asep Riyadi mengatakan, pelemahan terjadi pada ekspor migas dan nonmigas. Ekspor migas pada Juli tercatat US$36,80 juta, anjlok 56,87 persen secara tahunan.

Sementara ekspor nonmigas mencapai US$1,87 miliar atau turun 4,87 persen dibandingkan Juli 2025. Kondisi tersebut menunjukkan kinerja ekspor Riau masih menghadapi tekanan meski akumulasi ekspor hingga Juli tetap tumbuh.

Produk Sawit Menjadi Penopang Ekspor

Di tengah pelemahan ekspor Juli, produk berbasis sawit justru mencatat pertumbuhan. BPS mencatat, lemak dan minyak hewan atau nabati menjadi komoditas dengan kenaikan nilai ekspor terbesar.

Komoditas tersebut mencakup minyak sawit beserta berbagai produk turunannya. Sepanjang Januari-Juli 2026, nilai ekspornya bertambah US$345,10 juta.

Pertumbuhannya mencapai 5,22 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Kinerja ini memperlihatkan besarnya peran industri hilir sawit dalam menopang perdagangan luar negeri Riau.

Produk olahan sawit tidak hanya menjadi sumber ekspor komoditas mentah, tetapi ikut memperkuat kontribusi industri pengolahan.

Ekspor Pulp Mengalami Penurunan

Tidak semua komoditas utama Riau mampu mempertahankan pertumbuhan. Bubur kayu atau pulp justru menjadi komoditas dengan penurunan nilai ekspor terbesar.

Nilai ekspor pulp sepanjang Januari-Juli 2026 turun US$166,95 juta. Penurunannya mencapai 14,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pergerakan dua komoditas tersebut memperlihatkan adanya perbedaan kinerja di antara produk ekspor unggulan Riau.

Tiongkok Jadi Pasar Terbesar Riau

Dari sisi pasar, Tiongkok masih menjadi tujuan utama ekspor nonmigas Riau. Nilai ekspor nonmigas Riau ke Tiongkok mencapai US$2,22 miliar sepanjang Januari-Juli 2026.

India berada di posisi berikutnya dengan nilai US$1,01 miliar. Sementara Malaysia mencatat nilai ekspor Riau sebesar US$944,31 juta.

Ketiga negara tersebut menyerap 34,70 persen dari total ekspor nonmigas Riau. Besarnya porsi tersebut menunjukkan perdagangan Riau masih memiliki ketergantungan cukup kuat terhadap sejumlah pasar utama Asia.

Pasar regional juga memberi kontribusi besar terhadap perdagangan Riau. Nilai ekspor Riau ke negara-negara ASEAN mencapai US$2,11 miliar selama Januari-Juli 2026.

Sementara ekspor menuju Uni Eropa yang mencakup 27 negara mencapai US$1,42 miliar. Data tersebut memperlihatkan pasar Asia tetap menjadi salah satu tujuan utama produk ekspor asal Riau.

Industri Pengolahan Tumbuh 5,25 Persen

Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan menjadi salah satu motor pertumbuhan ekspor nonmigas Riau. Ekspor dari sektor industri pengolahan tumbuh 5,25 persen pada Januari-Juli 2026.

Pertumbuhan tersebut sejalan dengan meningkatnya ekspor produk turunan sawit. Sebaliknya, ekspor hasil pertanian mengalami tekanan.

Nilai ekspor dari sektor pertanian turun 10,20 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Perbedaan tersebut memberi gambaran bahwa penguatan industri pengolahan semakin berperan dalam menjaga kinerja ekspor Riau.

Dengan capaian US$12,40 miliar hingga Juli, kinerja ekspor Riau masih berada di jalur pertumbuhan.

Namun, penurunan ekspor pada Juli menjadi sinyal bahwa tekanan terhadap perdagangan luar negeri masih perlu dicermati.

Kinerja produk sawit dan industri pengolahan menjadi faktor yang akan menentukan kemampuan Riau menjaga momentum ekspor pada bulan-bulan berikutnya. (*)

Home / Ekonomi
Ekspor Riau Tembus US$12,4 Miliar, Sawit Jadi Penopang Utama
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: ekonomi | 2 September 2026 | 13:15:29
Ekspor Riau Tembus US$12,4 Miliar, Sawit Jadi Penopang Utama
Ekspor Riau terus bertumbuh sepanjang Januari-Juli 2026, meski kinerja perdagangan luar negeri kembali melemah sepanjang Juli. (Foto: Antara)

PEKANBARU-Ekspor Riau terus bertumbuh sepanjang Januari-Juli 2026, meski kinerja perdagangan luar negeri kembali melemah sepanjang Juli.

Badan Pusat Statistik (BPS) Riau mencatat, total ekspor mencapai US$12,40 miliar selama tujuh bulan pertama 2026.

Angka tersebut tumbuh 1,77 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan paling kuat datang dari sektor nonmigas yang menyumbang US$12,02 miliar.

Nilainya meningkat 4,97 persen dibandingkan Januari-Juli 2025.

Ekspor Juli Justru Mengalami Kontraksi

Tren pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya tercermin pada kinerja bulanan. Pada Juli 2026, ekspor Riau hanya mencapai US$1,91 miliar. Angka itu turun 7,03 persen dibandingkan Juli 2025.

Kepala BPS Riau, Asep Riyadi mengatakan, pelemahan terjadi pada ekspor migas dan nonmigas. Ekspor migas pada Juli tercatat US$36,80 juta, anjlok 56,87 persen secara tahunan.

Sementara ekspor nonmigas mencapai US$1,87 miliar atau turun 4,87 persen dibandingkan Juli 2025. Kondisi tersebut menunjukkan kinerja ekspor Riau masih menghadapi tekanan meski akumulasi ekspor hingga Juli tetap tumbuh.

Produk Sawit Menjadi Penopang Ekspor

Di tengah pelemahan ekspor Juli, produk berbasis sawit justru mencatat pertumbuhan. BPS mencatat, lemak dan minyak hewan atau nabati menjadi komoditas dengan kenaikan nilai ekspor terbesar.

Komoditas tersebut mencakup minyak sawit beserta berbagai produk turunannya. Sepanjang Januari-Juli 2026, nilai ekspornya bertambah US$345,10 juta.

Pertumbuhannya mencapai 5,22 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Kinerja ini memperlihatkan besarnya peran industri hilir sawit dalam menopang perdagangan luar negeri Riau.

Produk olahan sawit tidak hanya menjadi sumber ekspor komoditas mentah, tetapi ikut memperkuat kontribusi industri pengolahan.

Ekspor Pulp Mengalami Penurunan

Tidak semua komoditas utama Riau mampu mempertahankan pertumbuhan. Bubur kayu atau pulp justru menjadi komoditas dengan penurunan nilai ekspor terbesar.

Nilai ekspor pulp sepanjang Januari-Juli 2026 turun US$166,95 juta. Penurunannya mencapai 14,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pergerakan dua komoditas tersebut memperlihatkan adanya perbedaan kinerja di antara produk ekspor unggulan Riau.

Tiongkok Jadi Pasar Terbesar Riau

Dari sisi pasar, Tiongkok masih menjadi tujuan utama ekspor nonmigas Riau. Nilai ekspor nonmigas Riau ke Tiongkok mencapai US$2,22 miliar sepanjang Januari-Juli 2026.

India berada di posisi berikutnya dengan nilai US$1,01 miliar. Sementara Malaysia mencatat nilai ekspor Riau sebesar US$944,31 juta.

Ketiga negara tersebut menyerap 34,70 persen dari total ekspor nonmigas Riau. Besarnya porsi tersebut menunjukkan perdagangan Riau masih memiliki ketergantungan cukup kuat terhadap sejumlah pasar utama Asia.

Pasar regional juga memberi kontribusi besar terhadap perdagangan Riau. Nilai ekspor Riau ke negara-negara ASEAN mencapai US$2,11 miliar selama Januari-Juli 2026.

Sementara ekspor menuju Uni Eropa yang mencakup 27 negara mencapai US$1,42 miliar. Data tersebut memperlihatkan pasar Asia tetap menjadi salah satu tujuan utama produk ekspor asal Riau.

Industri Pengolahan Tumbuh 5,25 Persen

Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan menjadi salah satu motor pertumbuhan ekspor nonmigas Riau. Ekspor dari sektor industri pengolahan tumbuh 5,25 persen pada Januari-Juli 2026.

Pertumbuhan tersebut sejalan dengan meningkatnya ekspor produk turunan sawit. Sebaliknya, ekspor hasil pertanian mengalami tekanan.

Nilai ekspor dari sektor pertanian turun 10,20 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Perbedaan tersebut memberi gambaran bahwa penguatan industri pengolahan semakin berperan dalam menjaga kinerja ekspor Riau.

Dengan capaian US$12,40 miliar hingga Juli, kinerja ekspor Riau masih berada di jalur pertumbuhan.

Namun, penurunan ekspor pada Juli menjadi sinyal bahwa tekanan terhadap perdagangan luar negeri masih perlu dicermati.

Kinerja produk sawit dan industri pengolahan menjadi faktor yang akan menentukan kemampuan Riau menjaga momentum ekspor pada bulan-bulan berikutnya. (*)