logo
BREAKING NEWS: Galodo Terjang Arosuka, Jalan Solok-Padang Lumpuh, Tiga Gedung OP Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Nasib Bripda SAS Usai Kepergok Warga Bersama Wanita di Dalam Mobil 'Bergoyang' Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Wacana Dua Parpol Jadi Syarat Capres, Politisi Senayan Khawatir Pilpres 2029 Tet Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Agung Nugroho: Pertumbuhan Ekonomi 7,39 Persen Jadi Sinyal Positif Investasi Pek Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sengketa Ribuan Hektare di Rupat Memanas, Warga Desak Pemkab Bengkalis Turun Tan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan ke Penuh Waktu Tanpa Tes Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Prabowo Janjikan Kuliah PTN Gratis, Komisi X DPR Minta Kemendikti Segera Siapkan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dewan Pers Apresiasi Dedikasi Lima Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / BAHAN BAKAR
Kelangkaan BBM Hambat Logistik di Riau, ALFI Minta Pemerintah Turun Tangan
Ketua Umum DPW ALFI/ILFA Riau, Yahya saat diwawancarai usai agenda musyawarah wilayah ALFI Riau di Hotel Grand Elite, Kota Pekanbaru, Jumat (4/9/2026). (Foto: Abdul Haris/ Pekanbarutv)
Kelangkaan BBM Hambat Logistik di Riau, ALFI Minta Pemerintah Turun Tangan
Editor: Arya Mahendra | Penulis: abdul haris
Rubrik: ekonomi | 4 September 2026 | 14:07:38

PEKANBARU - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) mulai menjadi kendala dalam aktivitas distribusi dan pengangkutan barang di Riau. Kondisi ini terjadi meski tarif logistik hingga kini belum mengalami kenaikan.

Ketua Umum DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Riau, Yahya mengatakan kelangkaan BBM menjadi persoalan baru bagi pelaku usaha logistik. 

"Untuk komposisi biaya logistik mengenai tarif sampai hari ini tarif posisinya belum ada kenaikan. Namun, posisi ditambah dengan kegelisahan karena BBM juga susah," kata Yahya kepada awak media seusai Musyawarah Wilayah IV DPW ALFI Riau 2026 di Hotel Grand Elite, Pekanbaru, Jumat (4/9/2026).

iklan-view

Yahya menjelaskanl kelangkaan BBM turut berdampak terhadap aktivitas logistik di kawasan pelabuhan. Menurutnya, kondisi tersebut menjad persoalan bagi pelaku usaha karena dapat menghambat waktu pengiriman dan pengangkutan barang.

"Artinya di sisi rantai pasok, apabila BBM belum jelas sehingga banyak pelaku-pelaku logistik terkendala. Seharusnya bisa dilaksanakan dengan waktu beberapa hari, tetapi terkendala dengan BBM," ujarnya.

Oleh karena itu, Yahya meminta pemerintah bekerja sama dengan pihak terkait untuk memastikan kemudahan akses BBM bagi pelaku usaha logistik. 

Menurutnya, kepastian pasokan BBM diperlukan agar aktivitas distribusi dan pengangkutan barang tetap berjalan.

Mengatasi hal itu, Yahya mengatakan ALFI Riau nantinya akan berkomunikasi dengan pemerintah untuk mencari solusi atas persoalan logistik, baik terkait ketersediaan BBM maupun potensi kenaikan tarif.

Persoalan rantai pasok tersebut juga menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Riau.

Kepala Bidang Pelayaran Dinas Perhubungan Provinsi Riau, Rudi Handry yang mewakili Pemprov Riau dalam Musyawarah Wilayah IV DPW ALFI Riau 2026 berharap forum ini dapat menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah dan pelaku usaha logistik.

"Ada harapan dari kita agar ALFI Riau dapat melakukan transformasi logistik, bagaimana rantai pasok barang dapat menggunakan teknologi agar efektif dan efisien," kata Rudi.

Menurutnya, kolaborasi antara ALFI dan pemerintah dapat memperkuat distribusi barang sekaligus konektivitas antarwilayah.

"Kita berharap ALFI-ILFA juga mengembangkan sumber daya manusianya untuk menciptakan sumber daya yang andal di bidang logistik, dan digitalisasi sistem kepelabuhanan serta angkutan barang," ujarnya. (har)

Home / Ekonomi
Kelangkaan BBM Hambat Logistik di Riau, ALFI Minta Pemerintah Turun Tangan
Editor: Arya Mahendra | Penulis: abdul haris
Rubrik: ekonomi | 4 September 2026 | 14:07:38
Kelangkaan BBM Hambat Logistik di Riau, ALFI Minta Pemerintah Turun Tangan
Ketua Umum DPW ALFI/ILFA Riau, Yahya saat diwawancarai usai agenda musyawarah wilayah ALFI Riau di Hotel Grand Elite, Kota Pekanbaru, Jumat (4/9/2026). (Foto: Abdul Haris/ Pekanbarutv)

PEKANBARU - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) mulai menjadi kendala dalam aktivitas distribusi dan pengangkutan barang di Riau. Kondisi ini terjadi meski tarif logistik hingga kini belum mengalami kenaikan.

Ketua Umum DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Riau, Yahya mengatakan kelangkaan BBM menjadi persoalan baru bagi pelaku usaha logistik. 

"Untuk komposisi biaya logistik mengenai tarif sampai hari ini tarif posisinya belum ada kenaikan. Namun, posisi ditambah dengan kegelisahan karena BBM juga susah," kata Yahya kepada awak media seusai Musyawarah Wilayah IV DPW ALFI Riau 2026 di Hotel Grand Elite, Pekanbaru, Jumat (4/9/2026).

Yahya menjelaskanl kelangkaan BBM turut berdampak terhadap aktivitas logistik di kawasan pelabuhan. Menurutnya, kondisi tersebut menjad persoalan bagi pelaku usaha karena dapat menghambat waktu pengiriman dan pengangkutan barang.

"Artinya di sisi rantai pasok, apabila BBM belum jelas sehingga banyak pelaku-pelaku logistik terkendala. Seharusnya bisa dilaksanakan dengan waktu beberapa hari, tetapi terkendala dengan BBM," ujarnya.

Oleh karena itu, Yahya meminta pemerintah bekerja sama dengan pihak terkait untuk memastikan kemudahan akses BBM bagi pelaku usaha logistik. 

Menurutnya, kepastian pasokan BBM diperlukan agar aktivitas distribusi dan pengangkutan barang tetap berjalan.

Mengatasi hal itu, Yahya mengatakan ALFI Riau nantinya akan berkomunikasi dengan pemerintah untuk mencari solusi atas persoalan logistik, baik terkait ketersediaan BBM maupun potensi kenaikan tarif.

Persoalan rantai pasok tersebut juga menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Riau.

Kepala Bidang Pelayaran Dinas Perhubungan Provinsi Riau, Rudi Handry yang mewakili Pemprov Riau dalam Musyawarah Wilayah IV DPW ALFI Riau 2026 berharap forum ini dapat menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah dan pelaku usaha logistik.

"Ada harapan dari kita agar ALFI Riau dapat melakukan transformasi logistik, bagaimana rantai pasok barang dapat menggunakan teknologi agar efektif dan efisien," kata Rudi.

Menurutnya, kolaborasi antara ALFI dan pemerintah dapat memperkuat distribusi barang sekaligus konektivitas antarwilayah.

"Kita berharap ALFI-ILFA juga mengembangkan sumber daya manusianya untuk menciptakan sumber daya yang andal di bidang logistik, dan digitalisasi sistem kepelabuhanan serta angkutan barang," ujarnya. (har)