
PEKANBARU - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) mulai menjadi kendala dalam aktivitas distribusi dan pengangkutan barang di Riau. Kondisi ini terjadi meski tarif logistik hingga kini belum mengalami kenaikan.
Ketua Umum DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Riau, Yahya mengatakan kelangkaan BBM menjadi persoalan baru bagi pelaku usaha logistik.
"Untuk komposisi biaya logistik mengenai tarif sampai hari ini tarif posisinya belum ada kenaikan. Namun, posisi ditambah dengan kegelisahan karena BBM juga susah," kata Yahya kepada awak media seusai Musyawarah Wilayah IV DPW ALFI Riau 2026 di Hotel Grand Elite, Pekanbaru, Jumat (4/9/2026).

Yahya menjelaskanl kelangkaan BBM turut berdampak terhadap aktivitas logistik di kawasan pelabuhan. Menurutnya, kondisi tersebut menjad persoalan bagi pelaku usaha karena dapat menghambat waktu pengiriman dan pengangkutan barang.
"Artinya di sisi rantai pasok, apabila BBM belum jelas sehingga banyak pelaku-pelaku logistik terkendala. Seharusnya bisa dilaksanakan dengan waktu beberapa hari, tetapi terkendala dengan BBM," ujarnya.
Oleh karena itu, Yahya meminta pemerintah bekerja sama dengan pihak terkait untuk memastikan kemudahan akses BBM bagi pelaku usaha logistik.
Menurutnya, kepastian pasokan BBM diperlukan agar aktivitas distribusi dan pengangkutan barang tetap berjalan.
Mengatasi hal itu, Yahya mengatakan ALFI Riau nantinya akan berkomunikasi dengan pemerintah untuk mencari solusi atas persoalan logistik, baik terkait ketersediaan BBM maupun potensi kenaikan tarif.
Persoalan rantai pasok tersebut juga menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Riau.
Kepala Bidang Pelayaran Dinas Perhubungan Provinsi Riau, Rudi Handry yang mewakili Pemprov Riau dalam Musyawarah Wilayah IV DPW ALFI Riau 2026 berharap forum ini dapat menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah dan pelaku usaha logistik.
"Ada harapan dari kita agar ALFI Riau dapat melakukan transformasi logistik, bagaimana rantai pasok barang dapat menggunakan teknologi agar efektif dan efisien," kata Rudi.
Menurutnya, kolaborasi antara ALFI dan pemerintah dapat memperkuat distribusi barang sekaligus konektivitas antarwilayah.
"Kita berharap ALFI-ILFA juga mengembangkan sumber daya manusianya untuk menciptakan sumber daya yang andal di bidang logistik, dan digitalisasi sistem kepelabuhanan serta angkutan barang," ujarnya. (har)




PEKANBARU - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) mulai menjadi kendala dalam aktivitas distribusi dan pengangkutan barang di Riau. Kondisi ini terjadi meski tarif logistik hingga kini belum mengalami kenaikan.
Ketua Umum DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Riau, Yahya mengatakan kelangkaan BBM menjadi persoalan baru bagi pelaku usaha logistik.
"Untuk komposisi biaya logistik mengenai tarif sampai hari ini tarif posisinya belum ada kenaikan. Namun, posisi ditambah dengan kegelisahan karena BBM juga susah," kata Yahya kepada awak media seusai Musyawarah Wilayah IV DPW ALFI Riau 2026 di Hotel Grand Elite, Pekanbaru, Jumat (4/9/2026).
Yahya menjelaskanl kelangkaan BBM turut berdampak terhadap aktivitas logistik di kawasan pelabuhan. Menurutnya, kondisi tersebut menjad persoalan bagi pelaku usaha karena dapat menghambat waktu pengiriman dan pengangkutan barang.
"Artinya di sisi rantai pasok, apabila BBM belum jelas sehingga banyak pelaku-pelaku logistik terkendala. Seharusnya bisa dilaksanakan dengan waktu beberapa hari, tetapi terkendala dengan BBM," ujarnya.
Oleh karena itu, Yahya meminta pemerintah bekerja sama dengan pihak terkait untuk memastikan kemudahan akses BBM bagi pelaku usaha logistik.
Menurutnya, kepastian pasokan BBM diperlukan agar aktivitas distribusi dan pengangkutan barang tetap berjalan.
Mengatasi hal itu, Yahya mengatakan ALFI Riau nantinya akan berkomunikasi dengan pemerintah untuk mencari solusi atas persoalan logistik, baik terkait ketersediaan BBM maupun potensi kenaikan tarif.
Persoalan rantai pasok tersebut juga menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Riau.
Kepala Bidang Pelayaran Dinas Perhubungan Provinsi Riau, Rudi Handry yang mewakili Pemprov Riau dalam Musyawarah Wilayah IV DPW ALFI Riau 2026 berharap forum ini dapat menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah dan pelaku usaha logistik.
"Ada harapan dari kita agar ALFI Riau dapat melakukan transformasi logistik, bagaimana rantai pasok barang dapat menggunakan teknologi agar efektif dan efisien," kata Rudi.
Menurutnya, kolaborasi antara ALFI dan pemerintah dapat memperkuat distribusi barang sekaligus konektivitas antarwilayah.
"Kita berharap ALFI-ILFA juga mengembangkan sumber daya manusianya untuk menciptakan sumber daya yang andal di bidang logistik, dan digitalisasi sistem kepelabuhanan serta angkutan barang," ujarnya. (har)