logo
Program PSR Riau Jangkau 23.789 Pekebun, Kampar Pimpin Realisasi Peremajaan Sawi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kantor Bupati Solok Terdampak Galodo, Aktivitas Perkantoran Dihentikan Sementara Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Deteksi 13 Hotspot di Riau, 10 Titik Terkonsentrasi di Indragiri Hulu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Hujan Masih Berpotensi Guyur Riau, Suhu Udara 23-32 Derajat Celsius Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 6.622 Warga Pekanbaru Terdampak Kabut Asap, Kasus ISPA Capai 5.820 Orang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE: 4 Warga Terluka, 11 Kantor Pemkab Solok dan 100 Rumah Terdampak Galodo A Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BREAKING NEWS: Galodo Terjang Arosuka, Jalan Solok-Padang Lumpuh, Tiga Gedung OP Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Nasib Bripda SAS Usai Kepergok Warga Bersama Wanita di Dalam Mobil 'Bergoyang' Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
Cadangan Devisa Melonjak Jadi 146,5 Miliar Dolar AS pada Agustus 2026
Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2026 mencapai 146,5 miliar dolar AS, meningkat sebesar 1,2 miliar dolar AS dibandingkan dengan posisi akhir Juli 2026 yang sebesar 145,3 miliar dolar AS.
Cadangan Devisa Melonjak Jadi 146,5 Miliar Dolar AS pada Agustus 2026
Editor: putrajaya
Rubrik: ekonomi | 7 September 2026 | 10:44:04

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2026 mencapai 146,5 miliar dolar AS, meningkat sebesar 1,2 miliar dolar AS dibandingkan dengan posisi akhir Juli 2026 yang sebesar 145,3 miliar dolar AS.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya di Jakarta, Senin, menyampaikan perkembangan posisi cadangan devisa Agustus 2026 dipengaruhi terutama oleh penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah.

Perkembangan tersebut terjadi di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah Bank Indonesia sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi.

iklan-view

Bank sentral menyampaikan posisi cadangan devisa pada akhir Agustus 2026 setara dengan pembiayaan 5,4 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Bank Indonesia juga meyakini bahwa ke depan, ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.

“Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Ramdan seperti dikutip dari antaranews.

Setelah lima bulan berturut-turut mengalami penurunan, cadangan devisa pada akhir Juni 2026 mencatat kenaikan pertama yakni naik sebesar 700 juta dolar AS sehingga mencapai 145,6 miliar dolar AS.

Kemudian pada akhir Juli 2026, cadangan devisa tercatat relatif stabil dengan penurunan yang tipis sebesar 0,3 miliar dolar AS sehingga menjadi 145,3 miliar dolar AS.(*)

Home / Ekonomi
Cadangan Devisa Melonjak Jadi 146,5 Miliar Dolar AS pada Agustus 2026
Editor: putrajaya
Rubrik: ekonomi | 7 September 2026 | 10:44:04
Cadangan Devisa Melonjak Jadi 146,5 Miliar Dolar AS pada Agustus 2026
Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2026 mencapai 146,5 miliar dolar AS, meningkat sebesar 1,2 miliar dolar AS dibandingkan dengan posisi akhir Juli 2026 yang sebesar 145,3 miliar dolar AS.

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2026 mencapai 146,5 miliar dolar AS, meningkat sebesar 1,2 miliar dolar AS dibandingkan dengan posisi akhir Juli 2026 yang sebesar 145,3 miliar dolar AS.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya di Jakarta, Senin, menyampaikan perkembangan posisi cadangan devisa Agustus 2026 dipengaruhi terutama oleh penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah.

Perkembangan tersebut terjadi di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah Bank Indonesia sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi.

Bank sentral menyampaikan posisi cadangan devisa pada akhir Agustus 2026 setara dengan pembiayaan 5,4 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Bank Indonesia juga meyakini bahwa ke depan, ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.

“Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Ramdan seperti dikutip dari antaranews.

Setelah lima bulan berturut-turut mengalami penurunan, cadangan devisa pada akhir Juni 2026 mencatat kenaikan pertama yakni naik sebesar 700 juta dolar AS sehingga mencapai 145,6 miliar dolar AS.

Kemudian pada akhir Juli 2026, cadangan devisa tercatat relatif stabil dengan penurunan yang tipis sebesar 0,3 miliar dolar AS sehingga menjadi 145,3 miliar dolar AS.(*)