
JAKARTA-Mantan Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto, menjadi salah satu dari 17 orang yang diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang berkaitan dengan dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di wilayah Kabupaten Bogor.
Di tengah proses hukum tersebut, laporan harta kekayaan Arif yang tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) turut menjadi perhatian. Dalam laporan terakhir yang disampaikan pada 27 Maret 2024, Arif tercatat memiliki total harta kekayaan sekitar Rp16,6 miliar.
Dari jumlah tersebut, sebagian di antaranya berupa aset alat transportasi. Nilai keseluruhan kendaraan dan pesawat yang dilaporkan mencapai sekitar Rp1,535 miliar.

Menariknya, aset transportasi milik Arif tidak hanya berupa kendaraan yang biasa digunakan untuk mobilitas sehari-hari. Ia juga tercatat memiliki sebuah pesawat terbang.
Berdasarkan LHKPN, koleksi transportasi Arif terdiri atas dua sepeda motor, tiga mobil, dan satu pesawat. Seluruh aset tersebut dikutip dari detik.com, dilaporkan sebagai hasil perolehan sendiri.
Untuk sepeda motor, Arif tercatat memiliki Honda BeAT keluaran 2018 dengan nilai taksiran Rp3 juta. Ia juga memiliki Piaggio Vespa tahun 2014 yang ditaksir senilai Rp7 juta.
Sementara itu, tiga mobil yang tercantum dalam laporan tersebut adalah Toyota Raize tahun 2021 senilai Rp175 juta, Toyota C-HR tahun 2021 senilai Rp450 juta, serta Honda Civic RS tahun 2021 dengan nilai taksiran Rp450 juta.
Aset yang cukup mencuri perhatian adalah pesawat Tecnam P92 Echo Super keluaran 2002. Pesawat tersebut tercatat memiliki nilai taksiran Rp450 juta.
KPK membenarkan Arif Sugiyanto termasuk pihak yang diamankan dalam OTT tersebut. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan operasi itu diduga berkaitan dengan proses pengurusan HGB di Kabupaten Bogor serta dugaan penerimaan lainnya.
Namun, KPK belum memerinci peran masing-masing pihak yang diamankan dalam operasi tersebut.
Arif Sugiyanto merupakan Bupati Kebumen periode 2021-2024. Ia kembali mencoba maju dalam Pilkada 2024, tetapi tidak berhasil memenangkan kontestasi.(*)




JAKARTA-Mantan Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto, menjadi salah satu dari 17 orang yang diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang berkaitan dengan dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di wilayah Kabupaten Bogor.
Di tengah proses hukum tersebut, laporan harta kekayaan Arif yang tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) turut menjadi perhatian. Dalam laporan terakhir yang disampaikan pada 27 Maret 2024, Arif tercatat memiliki total harta kekayaan sekitar Rp16,6 miliar.
Dari jumlah tersebut, sebagian di antaranya berupa aset alat transportasi. Nilai keseluruhan kendaraan dan pesawat yang dilaporkan mencapai sekitar Rp1,535 miliar.
Menariknya, aset transportasi milik Arif tidak hanya berupa kendaraan yang biasa digunakan untuk mobilitas sehari-hari. Ia juga tercatat memiliki sebuah pesawat terbang.
Berdasarkan LHKPN, koleksi transportasi Arif terdiri atas dua sepeda motor, tiga mobil, dan satu pesawat. Seluruh aset tersebut dikutip dari detik.com, dilaporkan sebagai hasil perolehan sendiri.
Untuk sepeda motor, Arif tercatat memiliki Honda BeAT keluaran 2018 dengan nilai taksiran Rp3 juta. Ia juga memiliki Piaggio Vespa tahun 2014 yang ditaksir senilai Rp7 juta.
Sementara itu, tiga mobil yang tercantum dalam laporan tersebut adalah Toyota Raize tahun 2021 senilai Rp175 juta, Toyota C-HR tahun 2021 senilai Rp450 juta, serta Honda Civic RS tahun 2021 dengan nilai taksiran Rp450 juta.
Aset yang cukup mencuri perhatian adalah pesawat Tecnam P92 Echo Super keluaran 2002. Pesawat tersebut tercatat memiliki nilai taksiran Rp450 juta.
KPK membenarkan Arif Sugiyanto termasuk pihak yang diamankan dalam OTT tersebut. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan operasi itu diduga berkaitan dengan proses pengurusan HGB di Kabupaten Bogor serta dugaan penerimaan lainnya.
Namun, KPK belum memerinci peran masing-masing pihak yang diamankan dalam operasi tersebut.
Arif Sugiyanto merupakan Bupati Kebumen periode 2021-2024. Ia kembali mencoba maju dalam Pilkada 2024, tetapi tidak berhasil memenangkan kontestasi.(*)