logo
Misteri Paus 8 Meter dan Berat 8 Ton di Hutan Bakau Inhil, Warga Mandah Mendadak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Semakin Terdesak, Tinggal Rp84 dari Level Psikologis Rp18.000 Per-Dolar A Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Razia Gabungan di Lapas Pekanbaru, Senjata Tajam Rakitan hingga Kompor Listrik D Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPD RI Desak Kemenlu Selamatkan Nandiya, TKI Jaksel yang Diduga Jadi Korban TPPO Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Cabai Merah Kian "Pedas", Harga Jual Tembus Rp80 Ribu Per Kilogram, Cuaca Buruk Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Cucu Dilaporkan Curi Sawit Milik Kakek Sendiri, Dugaan Kriminalisasi Ahli Waris Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Massa Fomari-Bebersi Desak Kejati Riau Usut Kasus Dugaan Ijazah Ketua DPRD Siak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Saat Antrean BBM Jadi Rezeki: Kisah Zurbainah, Penjual Pisang Molen di Pekanbaru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Bengkulu
Jasad Diduga ABK Kapal 5 Jurnalis Ditemukan 340 Km dari Anak Krakatau
Polda Banten, Gubernur Banten dan Kantor SAR Banten merilis penemuan jasad ABK KM Aruphadatu bernama Surakman yang hilang kontak sejak 7 September 2026 (foto: Ist/afu.id)
Jasad Diduga ABK Kapal 5 Jurnalis Ditemukan 340 Km dari Anak Krakatau
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 23 September 2026 | 15:23:15

BENGKULU-Misteri hilangnya rombongan yang berangkat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau memasuki babak baru setelah satu jasad yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, dipastikan merupakan salah satu kru kapal.

Hasil pemeriksaan DNA mengidentifikasi jasad tersebut sebagai Surahman, yang disebut sebagai salah satu awak kapal dalam rombongan tersebut. Kepastian identitas itu disampaikan dokter forensik RS Bhayangkara Banten, Donald Rinaldi Kusumaningrat, pada Rabu, (23/9/2026) seperti dikutip dari detikcom. 

Informasi mengenai identitas korban juga dikonfirmasi dalam konferensi pers yang digelar bersama Polda Banten dan Pemerintah Provinsi Banten. Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan belasungkawa atas ditemukannya salah satu korban.

iklan-view

Jasad tersebut sebelumnya ditemukan di Pulau Enggano pada Sabtu, 12 September 2026. Setelah dievakuasi, aparat melakukan pemeriksaan forensik untuk memastikan identitas korban melalui pencocokan DNA.

Temuan itu menjadi perkembangan penting dalam operasi pencarian rombongan yang sebelumnya dilaporkan hilang ketika melakukan perjalanan menuju Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026.

Dalam insiden tersebut, total delapan orang berada dalam rombongan. Mereka terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal. Lima jurnalis yang dilaporkan hilang yakni M Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.

Sementara tiga orang lainnya adalah Warta atau Surahman yang berperan sebagai kapten kapal, Sukarman sebagai anak buah kapal, dan Heriyanto sebagai pemandu.

Dengan ditemukannya jasad Surahman, masih terdapat tujuh orang lainnya yang belum ditemukan berdasarkan daftar rombongan tersebut. Di antara mereka terdapat lima jurnalis yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Jasad Surahman ditemukan di Enggano, yang berdasarkan perkiraan jarak garis lurus berada sekitar 340 kilometer dari kawasan Gunung Anak Krakatau. Jarak tersebut turut menjadi perhatian dalam upaya memahami kemungkinan perjalanan atau pergerakan korban hingga akhirnya ditemukan di wilayah Bengkulu.

Operasi pencarian terhadap rombongan tersebut sebelumnya telah dilakukan oleh tim terkait. Namun, berdasarkan informasi terbaru, proses pencarian telah dihentikan.

Kasus ini masih menyisakan sejumlah pertanyaan mengenai apa yang terjadi setelah kapal meninggalkan wilayah keberangkatan menuju kawasan Anak Krakatau. Temuan jasad Surahman di Enggano diharapkan dapat menjadi salah satu petunjuk untuk mengungkap rangkaian kejadian yang menimpa rombongan tersebut.(*) 

Home / News
Jasad Diduga ABK Kapal 5 Jurnalis Ditemukan 340 Km dari Anak Krakatau
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 23 September 2026 | 15:23:15
Jasad Diduga ABK Kapal 5 Jurnalis Ditemukan 340 Km dari Anak Krakatau
Polda Banten, Gubernur Banten dan Kantor SAR Banten merilis penemuan jasad ABK KM Aruphadatu bernama Surakman yang hilang kontak sejak 7 September 2026 (foto: Ist/afu.id)

BENGKULU-Misteri hilangnya rombongan yang berangkat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau memasuki babak baru setelah satu jasad yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, dipastikan merupakan salah satu kru kapal.

Hasil pemeriksaan DNA mengidentifikasi jasad tersebut sebagai Surahman, yang disebut sebagai salah satu awak kapal dalam rombongan tersebut. Kepastian identitas itu disampaikan dokter forensik RS Bhayangkara Banten, Donald Rinaldi Kusumaningrat, pada Rabu, (23/9/2026) seperti dikutip dari detikcom. 

Informasi mengenai identitas korban juga dikonfirmasi dalam konferensi pers yang digelar bersama Polda Banten dan Pemerintah Provinsi Banten. Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan belasungkawa atas ditemukannya salah satu korban.

Jasad tersebut sebelumnya ditemukan di Pulau Enggano pada Sabtu, 12 September 2026. Setelah dievakuasi, aparat melakukan pemeriksaan forensik untuk memastikan identitas korban melalui pencocokan DNA.

Temuan itu menjadi perkembangan penting dalam operasi pencarian rombongan yang sebelumnya dilaporkan hilang ketika melakukan perjalanan menuju Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026.

Dalam insiden tersebut, total delapan orang berada dalam rombongan. Mereka terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal. Lima jurnalis yang dilaporkan hilang yakni M Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.

Sementara tiga orang lainnya adalah Warta atau Surahman yang berperan sebagai kapten kapal, Sukarman sebagai anak buah kapal, dan Heriyanto sebagai pemandu.

Dengan ditemukannya jasad Surahman, masih terdapat tujuh orang lainnya yang belum ditemukan berdasarkan daftar rombongan tersebut. Di antara mereka terdapat lima jurnalis yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Jasad Surahman ditemukan di Enggano, yang berdasarkan perkiraan jarak garis lurus berada sekitar 340 kilometer dari kawasan Gunung Anak Krakatau. Jarak tersebut turut menjadi perhatian dalam upaya memahami kemungkinan perjalanan atau pergerakan korban hingga akhirnya ditemukan di wilayah Bengkulu.

Operasi pencarian terhadap rombongan tersebut sebelumnya telah dilakukan oleh tim terkait. Namun, berdasarkan informasi terbaru, proses pencarian telah dihentikan.

Kasus ini masih menyisakan sejumlah pertanyaan mengenai apa yang terjadi setelah kapal meninggalkan wilayah keberangkatan menuju kawasan Anak Krakatau. Temuan jasad Surahman di Enggano diharapkan dapat menjadi salah satu petunjuk untuk mengungkap rangkaian kejadian yang menimpa rombongan tersebut.(*)