
PEKANBARU - Pelebaran Jalan HR Soebrantas, Kota Pekanbaru, Riau, baru mencapai sekitar 20 persen. Dinas PUPR-PKPP Riau menargetkan proyek yang disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan arus kendaraan dari akses tol tersebut rampung pada Desember 2026.
Plt Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau, Zulfahmi, mengatakan pelebaran Jalan HR Soebrantas merupakan bagian dari pekerjaan pelebaran sejumlah ruas jalan di Pekanbaru. Selain HR Soebrantas, pekerjaan serupa dilakukan di Jalan Tuanku Tambusai, Jalan Nangka, dan Jalan Soekarno-Hatta.
“Ini satu kegiatan dengan Soebrantas, Panam sudah mulai, jadi kita harapkan pekerjaan ini selesai di Desember 2026,” kata Zulfahmi di Kantor Gubernur Riau saat diwawancarai awak media pada Rabu, (23/9/2026).

Zulfahmi membeberkan pelebaran Jalan HR Soebrantas dilakukan pada salah satu sisi jalan hingga mencapai lebar 16 meter. Pekerjaan berada di sekitar kawasan depan kampus Universitas Riau (UNRI).
Meski progres pekerjaan baru sekitar 20 persen, Zulfahmi optimistis proyek ini dapat diselesaikan sesuai target.
“Kalau progresnya baru sekitar 20 persen, tapi dengan waktu yang tersisa kita yakin di Desember kita tuntaskan,” lanjutnya.
Pelebaran jalan tersebut dilakukan bukan sekadar untuk memperluas badan jalan. Dia memproyeksikan Jalan HR Soebrantas akan menjadi salah satu ruas yang menerima limpahan kendaraan ketika akses jalan tol mulai beroperasi.
Zulfahmi mengatakan salah satu pintu keluar-masuk tol berada di kawasan Rimbo Panjang. Kendaraan dari arah tersebut diperkirakan akan bergerak menuju wilayah perkotaan Pekanbaru melalui jaringan jalan yang ada.
“Yang akan menampung kendaraan yang masuk kota itu ya di Jalan HR Soebrantas. Jadi dari sekarang sudah kita mulai pelebaran untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan,” ucapnya.
Pemerintah daerah disebut terus menyiapkan infrastruktur sebelum potensi tambahan beban lalu lintas dari jaringan tol masuk ke jalan perkotaan.
Di sisi lain, kesiapan infrastruktur juga menyentuh Jembatan Siak I yang menjadi salah satu akses penting di Pekanbaru.
PUPR Riau saat ini melakukan penguatan pada bagian lantai jembatan yang telah berusia lebih dari 30 tahun.
Zulfahmi mengatakan Jembatan Siak I masih layak untuk kendaraan ringan. Penguatan dilakukan melalui injeksi beton dan masih dalam proses pengerjaan.
Selama perbaikan berlangsung, pemerintah menyiapkan skema buka-tutup lalu lintas dengan memanfaatkan Jembatan Siak III.
Setelah Siak I selesai dan kembali dapat dilalui, Jembatan Siak III akan ditutup untuk pekerjaan perbaikan pembebanan.
“Begitu selesai perbaikan di Siak I, sudah bisa dilalui, kita tutup Siak III. Siak III ini kan ada perbaikan, pembebanan harus diratakan pembebanannya sehingga kita harapkan jembatan ini bisa berfungsi dengan baik dan memberikan kenyamanan,” kata pugkasnya. (*)




PEKANBARU - Pelebaran Jalan HR Soebrantas, Kota Pekanbaru, Riau, baru mencapai sekitar 20 persen. Dinas PUPR-PKPP Riau menargetkan proyek yang disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan arus kendaraan dari akses tol tersebut rampung pada Desember 2026.
Plt Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau, Zulfahmi, mengatakan pelebaran Jalan HR Soebrantas merupakan bagian dari pekerjaan pelebaran sejumlah ruas jalan di Pekanbaru. Selain HR Soebrantas, pekerjaan serupa dilakukan di Jalan Tuanku Tambusai, Jalan Nangka, dan Jalan Soekarno-Hatta.
“Ini satu kegiatan dengan Soebrantas, Panam sudah mulai, jadi kita harapkan pekerjaan ini selesai di Desember 2026,” kata Zulfahmi di Kantor Gubernur Riau saat diwawancarai awak media pada Rabu, (23/9/2026).
Zulfahmi membeberkan pelebaran Jalan HR Soebrantas dilakukan pada salah satu sisi jalan hingga mencapai lebar 16 meter. Pekerjaan berada di sekitar kawasan depan kampus Universitas Riau (UNRI).
Meski progres pekerjaan baru sekitar 20 persen, Zulfahmi optimistis proyek ini dapat diselesaikan sesuai target.
“Kalau progresnya baru sekitar 20 persen, tapi dengan waktu yang tersisa kita yakin di Desember kita tuntaskan,” lanjutnya.
Pelebaran jalan tersebut dilakukan bukan sekadar untuk memperluas badan jalan. Dia memproyeksikan Jalan HR Soebrantas akan menjadi salah satu ruas yang menerima limpahan kendaraan ketika akses jalan tol mulai beroperasi.
Zulfahmi mengatakan salah satu pintu keluar-masuk tol berada di kawasan Rimbo Panjang. Kendaraan dari arah tersebut diperkirakan akan bergerak menuju wilayah perkotaan Pekanbaru melalui jaringan jalan yang ada.
“Yang akan menampung kendaraan yang masuk kota itu ya di Jalan HR Soebrantas. Jadi dari sekarang sudah kita mulai pelebaran untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan,” ucapnya.
Pemerintah daerah disebut terus menyiapkan infrastruktur sebelum potensi tambahan beban lalu lintas dari jaringan tol masuk ke jalan perkotaan.
Di sisi lain, kesiapan infrastruktur juga menyentuh Jembatan Siak I yang menjadi salah satu akses penting di Pekanbaru.
PUPR Riau saat ini melakukan penguatan pada bagian lantai jembatan yang telah berusia lebih dari 30 tahun.
Zulfahmi mengatakan Jembatan Siak I masih layak untuk kendaraan ringan. Penguatan dilakukan melalui injeksi beton dan masih dalam proses pengerjaan.
Selama perbaikan berlangsung, pemerintah menyiapkan skema buka-tutup lalu lintas dengan memanfaatkan Jembatan Siak III.
Setelah Siak I selesai dan kembali dapat dilalui, Jembatan Siak III akan ditutup untuk pekerjaan perbaikan pembebanan.
“Begitu selesai perbaikan di Siak I, sudah bisa dilalui, kita tutup Siak III. Siak III ini kan ada perbaikan, pembebanan harus diratakan pembebanannya sehingga kita harapkan jembatan ini bisa berfungsi dengan baik dan memberikan kenyamanan,” kata pugkasnya. (*)