logo
Misteri Paus 8 Meter dan Berat 8 Ton di Hutan Bakau Inhil, Warga Mandah Mendadak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Semakin Terdesak, Tinggal Rp84 dari Level Psikologis Rp18.000 Per-Dolar A Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Razia Gabungan di Lapas Pekanbaru, Senjata Tajam Rakitan hingga Kompor Listrik D Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPD RI Desak Kemenlu Selamatkan Nandiya, TKI Jaksel yang Diduga Jadi Korban TPPO Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Cabai Merah Kian "Pedas", Harga Jual Tembus Rp80 Ribu Per Kilogram, Cuaca Buruk Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Cucu Dilaporkan Curi Sawit Milik Kakek Sendiri, Dugaan Kriminalisasi Ahli Waris Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Massa Fomari-Bebersi Desak Kejati Riau Usut Kasus Dugaan Ijazah Ketua DPRD Siak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Saat Antrean BBM Jadi Rezeki: Kisah Zurbainah, Penjual Pisang Molen di Pekanbaru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
Diskes Pekanbaru Catat 6.622 Kasus Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi turun ke jalanan memberikan masker ke pengendara saat kabut asap beberapa waktu lalu. (foto: dok Pekanbarutv)
Diskes Pekanbaru Catat 6.622 Kasus Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 23 September 2026 | 14:04:30

PEKANBARU-Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat di Kota Pekanbaru, Riau. Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru mencatat sebanyak 6.622 warga mengalami berbagai gangguan kesehatan selama kabut asap melanda wilayah tersebut.

Data Diskes Pekanbaru dihimpun dari 21 pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) serta 30 rumah sakit pemerintah dan swasta. Pencatatan dilakukan sejak 24 Agustus hingga 21 September 2026, atau setelah pemerintah kota menetapkan status siaga darurat Karhutla.

Dari total kasus yang tercatat, gangguan kesehatan paling banyak berupa Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), yakni mencapai 5.820 kasus. Selain itu, terdapat 228 warga yang mengalami asma dan 17 kasus pneumonia.

iklan-view

Kepala Diskes Kota Pekanbaru Hazli Fendriyanto mengatakan kelompok balita dan lanjut usia (lansia) menjadi bagian dari warga yang cukup banyak terdampak paparan asap. Sebagian pasien bahkan masih menjalani perawatan karena kondisi kesehatannya membutuhkan penanganan lebih lanjut.

"Yang paling banyak itu penderitanya balita dan lansia, masih ada yang dirawat," ujar Hazli, Selasa (22/9/2026).

Menurut dia, peningkatan kasus ISPA terlihat cukup jelas ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap. Dalam kondisi tersebut, jumlah warga yang datang untuk mendapatkan layanan kesehatan rata-rata mencapai sekitar 300 kasus per hari.

Untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah warga yang mengalami gangguan kesehatan, Diskes Pekanbaru memperkuat layanan di sejumlah fasilitas kesehatan. Sebanyak 21 Puskesmas dan Rumah Sakit Madani disiagakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak asap Karhutla.

Jam pelayanan juga diperpanjang untuk memudahkan masyarakat memperoleh pemeriksaan. Puskesmas tetap memberikan layanan pada Sabtu dan Minggu, sementara pada hari kerja pelayanan berlangsung hingga pukul 21.00 WIB.

"Kunjungan ke Puskesmas meningkat karena banyak yang terpapar ISPA. Sabtu-Minggu kita tetap buka layanan, dan hari biasa kita buka sampai jam 9 malam," kata Hazli.(*) 

Home / News
Diskes Pekanbaru Catat 6.622 Kasus Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 23 September 2026 | 14:04:30
Diskes Pekanbaru Catat 6.622 Kasus Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi turun ke jalanan memberikan masker ke pengendara saat kabut asap beberapa waktu lalu. (foto: dok Pekanbarutv)

PEKANBARU-Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat di Kota Pekanbaru, Riau. Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru mencatat sebanyak 6.622 warga mengalami berbagai gangguan kesehatan selama kabut asap melanda wilayah tersebut.

Data Diskes Pekanbaru dihimpun dari 21 pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) serta 30 rumah sakit pemerintah dan swasta. Pencatatan dilakukan sejak 24 Agustus hingga 21 September 2026, atau setelah pemerintah kota menetapkan status siaga darurat Karhutla.

Dari total kasus yang tercatat, gangguan kesehatan paling banyak berupa Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), yakni mencapai 5.820 kasus. Selain itu, terdapat 228 warga yang mengalami asma dan 17 kasus pneumonia.

Kepala Diskes Kota Pekanbaru Hazli Fendriyanto mengatakan kelompok balita dan lanjut usia (lansia) menjadi bagian dari warga yang cukup banyak terdampak paparan asap. Sebagian pasien bahkan masih menjalani perawatan karena kondisi kesehatannya membutuhkan penanganan lebih lanjut.

"Yang paling banyak itu penderitanya balita dan lansia, masih ada yang dirawat," ujar Hazli, Selasa (22/9/2026).

Menurut dia, peningkatan kasus ISPA terlihat cukup jelas ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap. Dalam kondisi tersebut, jumlah warga yang datang untuk mendapatkan layanan kesehatan rata-rata mencapai sekitar 300 kasus per hari.

Untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah warga yang mengalami gangguan kesehatan, Diskes Pekanbaru memperkuat layanan di sejumlah fasilitas kesehatan. Sebanyak 21 Puskesmas dan Rumah Sakit Madani disiagakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak asap Karhutla.

Jam pelayanan juga diperpanjang untuk memudahkan masyarakat memperoleh pemeriksaan. Puskesmas tetap memberikan layanan pada Sabtu dan Minggu, sementara pada hari kerja pelayanan berlangsung hingga pukul 21.00 WIB.

"Kunjungan ke Puskesmas meningkat karena banyak yang terpapar ISPA. Sabtu-Minggu kita tetap buka layanan, dan hari biasa kita buka sampai jam 9 malam," kata Hazli.(*)