logo
● Niat Beli Minuman Berujung Pencurian, Perkara Dua Pria di Pekanbaru Dihentikan L Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● SEMMI Riau Demo Kejati, Desak Dugaan Penyimpangan Dana Desa Balam Jaya Rohil Diu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Rupiah Perkasa di Penghujung Pekan, Ditutup Rp17.882 per Dolar AS Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Siapkan Skema Sewa untuk Pedagang STC Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● BGN Pangkas Kuota Penerima MBG Maksimal 3.000 Per Dapur untuk Cegah Keracunan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polisi Buru IB, Diduga Pemasok 122 Pil Ekstasi ke Jaringan Pekanbaru-Kampar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Wamendagri Bima Arya Tegaskan Pentingnya Mitigasi Bencana dan Kualitas SDM Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Tiga Anggota DPRD dari Gerindra Terseret Kasus Narkoba di Surabaya Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
63 ISP Lokal di Riau Bersaing dengan Pemain Nasional, APJII Perkuat Kolaborasi
Suasana acara Sinergi Konektivitas: THC dan Equinix untuk ISP Riau di Ballroom Mirror Room, Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (30/9/2026). (Foto: Abdul Haris/Pekanbarutv)
63 ISP Lokal di Riau Bersaing dengan Pemain Nasional, APJII Perkuat Kolaborasi
Editor: Ridho Haztil | Penulis: Abdul Haris
Rubrik: news | 30 September 2026 | 15:12:00

PEKANBARU-Pertumbuhan penyedia jasa internet atau Internet Service Provider (ISP) di Riau terus meningkat. Di tengah bertambahnya jumlah pemain lokal, perusahaan penyedia layanan internet daerah juga menghadapi persaingan dengan ISP nasional.

Ketua Badan Pengurus Wilayah Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Riau, Trio Gunawan, mengatakan saat ini terdapat 63 ISP yang menjadi anggota APJII di Riau. Kondisi tersebut membuat persaingan di pasar internet daerah semakin kompetitif.

"ISP di Riau anggotanya terus bertambah, tumbuh, dan saat ini ada 63 ISP. Secara market kompetitif dengan adanya persaingan dengan ISP nasional," kata Trio saat diwawancarai usai acara Sinergi Konektivitas: THC dan Equinix untuk ISP Riau di Ballroom Mirror Room, Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (30/9/2026).

iklan-view

Menurut Trio, pertumbuhan jumlah ISP perlu diikuti dengan kemampuan perusahaan lokal dalam mempertahankan karakteristik dan daya saing. Sebab, ISP lokal tidak hanya bersaing dengan sesama perusahaan daerah, tetapi juga menghadapi perusahaan nasional yang memiliki jaringan dan sumber daya lebih besar.

Karena itu, APJII Riau mendorong kolaborasi antara ISP lokal dengan penyedia Network Access Point (NAP) nasional maupun internasional.

Kolaborasi tersebut salah satunya diarahkan untuk membuka akses upstream internasional dengan biaya yang lebih efisien. Hal itu menjadi salah satu pembahasan dalam acara Sinergi Konektivitas: THC dan Equinix untuk ISP Riau.

"Supaya teman-teman bisa membeli harga upstream key internasional lebih murah, sehingga secara persaingan kita bisa tetap menjaga layanan dengan harga yang tetap," ujarnya.

Dengan biaya konektivitas yang lebih kompetitif, ISP lokal diharapkan memiliki ruang untuk mempertahankan kualitas layanan sekaligus menawarkan harga yang tetap terjangkau bagi pelanggan.

Akses ISP Riau terhadap Konten Global

Sales Lead Equinix Indonesia, Priambodo Kusumawijaya, mengatakan persaingan harga menjadi salah satu tantangan yang dihadapi ISP lokal. Melalui kegiatan tersebut, kolaborasi konektivitas APJII Riau bersama Trans Hybrid Communication (THC) dan Equinix diarahkan untuk mendekatkan akses ISP di Riau terhadap konten global.

"Kita berkolaborasi dengan ISP-ISP di Riau untuk memberikan konten terbaik yang berada di global ke Riau. Karena kami melihat konten ini adalah kebutuhan yang harus dimiliki oleh ISP sehingga dapat memberikan layanannya ke customer mereka," kata Priambodo.

Menurutnya, aspek latensi juga menjadi bagian penting dalam kualitas layanan internet. Posisi geografis Riau yang relatif dekat dengan Singapura dinilai dapat mendukung koneksi dengan latensi yang lebih rendah.

"Kedua adalah masalah latensi. Kita lihat Riau dengan Singapura sangat dekat sehingga dengan latensi semakin kecil menyebabkan orang aksesnya sangat baik dan meningkatkan customer experience," ujarnya.

Ia menjelaskan, akses terhadap konten global dengan koneksi yang lebih baik diharapkan dapat meningkatkan pengalaman pelanggan ISP di Riau.

"Dengan kolaborasi ini diharapkan pelanggan dengan ISP-ISP ini bisa merasakan konten-konten bermanfaat dengan aspek yang cepat," katanya.

Dorong ISP Lokal Kembangkan Produk

General Manager Operational Trans Hybrid Communication, Kar Feri Novezar, mengatakan kerja sama dengan ISP lokal ditujukan untuk membangun ekosistem industri internet yang lebih kuat di Riau.

"Tujuan kami membangun sinergi konektivitas dengan teman-teman ISP di Riau, membangun ekosistem yang lebih baik untuk industri internet di Riau sehingga lebih maju dan menarik bagi semua pemangku kepentingan," kata Feri.

Menurut Feri, akses terhadap konektivitas dan konten yang lebih berkualitas dapat menjadi modal bagi ISP lokal untuk mengembangkan produk yang ditawarkan kepada pelanggan.

"Sangat efektif karena dengan kolaborasi dan kita bawa konten ke sini, konten yang berkualitas tentu mereka akan lebih maju dan bisa menjual dengan paket-paket produk di Riau," ujarnya.

Karena itu, Feri berharap ISP di Riau tidak hanya mengandalkan persaingan harga. Pengembangan produk dan inovasi dinilai perlu dilakukan agar perusahaan lokal memiliki pilihan lain dalam menghadapi kompetisi pasar.

"Harapannya terus berkembang, berinovasi dan memberikan terbaik dengan skema bundling produk, jangan hanya berkutat di harga," katanya.

27 ISP Lokal Ikut Program 1.000 WiFi

Selain penguatan konektivitas, APJII Riau juga terlibat dalam program 1.000 WiFi yang digagas Pemerintah Kota Pekanbaru. Trio mengatakan program tersebut melibatkan 27 ISP lokal di Riau.

Namun, tidak seluruh ISP yang terlibat telah memiliki jaringan di lokasi program.

"Untuk saat ini ISP lokal ada 27, kemungkinan yang ada jaringan sekitar 15 atau 20. Intinya dari ISP nasional tetap membantu," katanya.

Menurut Trio, program tersebut tidak hanya menjadi bentuk dukungan perusahaan terhadap penyediaan layanan publik, tetapi juga menjadi ruang bagi ISP lokal untuk memperkenalkan kualitas layanan kepada masyarakat.

"Dari Pemko memberikan layanan kepada publik, kami dari sisi perusahaan bisa membantu," ujarnya.

Di sisi lain, APJII Riau juga mendorong perapian dan pembenahan kabel jaringan komunikasi. Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah agar infrastruktur jaringan di daerah dapat lebih tertata.

Bagi ISP lokal, pembenahan infrastruktur menjadi tantangan yang berjalan bersamaan dengan persaingan pasar. Di satu sisi, jumlah penyedia layanan terus bertambah. Di sisi lain, perusahaan harus menjaga kualitas layanan dan harga di tengah masuknya pemain nasional.

Melalui kolaborasi konektivitas, APJII berharap ISP lokal tidak hanya mampu bertahan dalam persaingan, tetapi juga memiliki ruang untuk mengembangkan layanan dan produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan di Riau. (har)

Home / News
63 ISP Lokal di Riau Bersaing dengan Pemain Nasional, APJII Perkuat Kolaborasi
Editor: Ridho Haztil | Penulis: Abdul Haris
Rubrik: news | 30 September 2026 | 15:12:00
63 ISP Lokal di Riau Bersaing dengan Pemain Nasional, APJII Perkuat Kolaborasi
Suasana acara Sinergi Konektivitas: THC dan Equinix untuk ISP Riau di Ballroom Mirror Room, Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (30/9/2026). (Foto: Abdul Haris/Pekanbarutv)

PEKANBARU-Pertumbuhan penyedia jasa internet atau Internet Service Provider (ISP) di Riau terus meningkat. Di tengah bertambahnya jumlah pemain lokal, perusahaan penyedia layanan internet daerah juga menghadapi persaingan dengan ISP nasional.

Ketua Badan Pengurus Wilayah Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Riau, Trio Gunawan, mengatakan saat ini terdapat 63 ISP yang menjadi anggota APJII di Riau. Kondisi tersebut membuat persaingan di pasar internet daerah semakin kompetitif.

"ISP di Riau anggotanya terus bertambah, tumbuh, dan saat ini ada 63 ISP. Secara market kompetitif dengan adanya persaingan dengan ISP nasional," kata Trio saat diwawancarai usai acara Sinergi Konektivitas: THC dan Equinix untuk ISP Riau di Ballroom Mirror Room, Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (30/9/2026).

Menurut Trio, pertumbuhan jumlah ISP perlu diikuti dengan kemampuan perusahaan lokal dalam mempertahankan karakteristik dan daya saing. Sebab, ISP lokal tidak hanya bersaing dengan sesama perusahaan daerah, tetapi juga menghadapi perusahaan nasional yang memiliki jaringan dan sumber daya lebih besar.

Karena itu, APJII Riau mendorong kolaborasi antara ISP lokal dengan penyedia Network Access Point (NAP) nasional maupun internasional.

Kolaborasi tersebut salah satunya diarahkan untuk membuka akses upstream internasional dengan biaya yang lebih efisien. Hal itu menjadi salah satu pembahasan dalam acara Sinergi Konektivitas: THC dan Equinix untuk ISP Riau.

"Supaya teman-teman bisa membeli harga upstream key internasional lebih murah, sehingga secara persaingan kita bisa tetap menjaga layanan dengan harga yang tetap," ujarnya.

Dengan biaya konektivitas yang lebih kompetitif, ISP lokal diharapkan memiliki ruang untuk mempertahankan kualitas layanan sekaligus menawarkan harga yang tetap terjangkau bagi pelanggan.

Akses ISP Riau terhadap Konten Global

Sales Lead Equinix Indonesia, Priambodo Kusumawijaya, mengatakan persaingan harga menjadi salah satu tantangan yang dihadapi ISP lokal. Melalui kegiatan tersebut, kolaborasi konektivitas APJII Riau bersama Trans Hybrid Communication (THC) dan Equinix diarahkan untuk mendekatkan akses ISP di Riau terhadap konten global.

"Kita berkolaborasi dengan ISP-ISP di Riau untuk memberikan konten terbaik yang berada di global ke Riau. Karena kami melihat konten ini adalah kebutuhan yang harus dimiliki oleh ISP sehingga dapat memberikan layanannya ke customer mereka," kata Priambodo.

Menurutnya, aspek latensi juga menjadi bagian penting dalam kualitas layanan internet. Posisi geografis Riau yang relatif dekat dengan Singapura dinilai dapat mendukung koneksi dengan latensi yang lebih rendah.

"Kedua adalah masalah latensi. Kita lihat Riau dengan Singapura sangat dekat sehingga dengan latensi semakin kecil menyebabkan orang aksesnya sangat baik dan meningkatkan customer experience," ujarnya.

Ia menjelaskan, akses terhadap konten global dengan koneksi yang lebih baik diharapkan dapat meningkatkan pengalaman pelanggan ISP di Riau.

"Dengan kolaborasi ini diharapkan pelanggan dengan ISP-ISP ini bisa merasakan konten-konten bermanfaat dengan aspek yang cepat," katanya.

Dorong ISP Lokal Kembangkan Produk

General Manager Operational Trans Hybrid Communication, Kar Feri Novezar, mengatakan kerja sama dengan ISP lokal ditujukan untuk membangun ekosistem industri internet yang lebih kuat di Riau.

"Tujuan kami membangun sinergi konektivitas dengan teman-teman ISP di Riau, membangun ekosistem yang lebih baik untuk industri internet di Riau sehingga lebih maju dan menarik bagi semua pemangku kepentingan," kata Feri.

Menurut Feri, akses terhadap konektivitas dan konten yang lebih berkualitas dapat menjadi modal bagi ISP lokal untuk mengembangkan produk yang ditawarkan kepada pelanggan.

"Sangat efektif karena dengan kolaborasi dan kita bawa konten ke sini, konten yang berkualitas tentu mereka akan lebih maju dan bisa menjual dengan paket-paket produk di Riau," ujarnya.

Karena itu, Feri berharap ISP di Riau tidak hanya mengandalkan persaingan harga. Pengembangan produk dan inovasi dinilai perlu dilakukan agar perusahaan lokal memiliki pilihan lain dalam menghadapi kompetisi pasar.

"Harapannya terus berkembang, berinovasi dan memberikan terbaik dengan skema bundling produk, jangan hanya berkutat di harga," katanya.

27 ISP Lokal Ikut Program 1.000 WiFi

Selain penguatan konektivitas, APJII Riau juga terlibat dalam program 1.000 WiFi yang digagas Pemerintah Kota Pekanbaru. Trio mengatakan program tersebut melibatkan 27 ISP lokal di Riau.

Namun, tidak seluruh ISP yang terlibat telah memiliki jaringan di lokasi program.

"Untuk saat ini ISP lokal ada 27, kemungkinan yang ada jaringan sekitar 15 atau 20. Intinya dari ISP nasional tetap membantu," katanya.

Menurut Trio, program tersebut tidak hanya menjadi bentuk dukungan perusahaan terhadap penyediaan layanan publik, tetapi juga menjadi ruang bagi ISP lokal untuk memperkenalkan kualitas layanan kepada masyarakat.

"Dari Pemko memberikan layanan kepada publik, kami dari sisi perusahaan bisa membantu," ujarnya.

Di sisi lain, APJII Riau juga mendorong perapian dan pembenahan kabel jaringan komunikasi. Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah agar infrastruktur jaringan di daerah dapat lebih tertata.

Bagi ISP lokal, pembenahan infrastruktur menjadi tantangan yang berjalan bersamaan dengan persaingan pasar. Di satu sisi, jumlah penyedia layanan terus bertambah. Di sisi lain, perusahaan harus menjaga kualitas layanan dan harga di tengah masuknya pemain nasional.

Melalui kolaborasi konektivitas, APJII berharap ISP lokal tidak hanya mampu bertahan dalam persaingan, tetapi juga memiliki ruang untuk mengembangkan layanan dan produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan di Riau. (har)