logo
● Warga Rumbai Silahkan Kunjungi Pasar Murah, Beras SPHP Dijual Rp60 Ribu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Udara Pekanbaru Kian Mengkhawatirkan, PM2.5 Enam Kali Ambang Batas WHO Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Hujan Lebat Disertai Petir Malam Ini, BMKG Pantau 11 Titik Panas di Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Diduga Dipicu Sengketa Tanah, Adik Bacok Kakak Kandung Hingga Tewas di Ukui Pela Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Rupiah Makin Terpuruk, Ditutup di Level Rp18.060 per Dolar AS Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polda Riau Sita 2,1 Kg Sabu dan 284 Catridge Etomidate di Pekanbaru, Dua DPO Dib Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pansel KPU 2027–2032 Segera Diumumkan, DPR Tekankan Integritas Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / Kuantan Singingi
Kabut Asap Belum Aman, Sekolah di Kuansing Kembali Terapkan PJJ hingga Jumat
ilustrasi siswa berangkat ke sekolah dalam suasana kabut asap (foto:Riauoline)
Kabut Asap Belum Aman, Sekolah di Kuansing Kembali Terapkan PJJ hingga Jumat
Editor: Ridho Haztil | Penulis: Raka Sagara
Rubrik: lingkungan | 7 Oktober 2026 | 16:14:27

KUANTANSINGINGI-Kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, membuat aktivitas pendidikan belum dapat kembali berjalan secara normal. Pemerintah daerah kembali memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik.

Kebijakan tersebut diberlakukan hingga Jumat, 9 Oktober 2026. Sebelumnya, kegiatan belajar dari rumah telah diterapkan pada 6 dan 7 Oktober 2026 karena kondisi kualitas udara yang dinilai belum aman untuk kegiatan di luar ruangan.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kuansing, Herizon, mengatakan keputusan memperpanjang PJJ diambil setelah melihat perkembangan kualitas udara yang belum menunjukkan perbaikan signifikan.

iklan-view

Menurutnya, pada pagi hari jarak pandang di sejumlah lokasi masih terbatas akibat kabut asap. Selain berpotensi mengganggu kesehatan, kondisi tersebut juga dinilai dapat meningkatkan risiko keselamatan bagi siswa maupun tenaga pendidik dalam perjalanan menuju sekolah.

“PJJ kita perpanjang selama dua hari, sampai 9 Oktober 2026,” kata Herizon, Rabu (7/10/2026).

Herizon menjelaskan, kebijakan tersebut tidak hanya mempertimbangkan kondisi peserta didik, tetapi juga keselamatan para guru dan tenaga kependidikan. Paparan udara yang tidak sehat dikhawatirkan memberikan dampak terhadap kesehatan apabila aktivitas pembelajaran tatap muka tetap dipaksakan.

Sebelum mengambil keputusan, Disdikpora Kuansing telah berkoordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah terkait, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Kesehatan.

Selama PJJ berlangsung, Herizon meminta orangtua memastikan anak tetap mengikuti kegiatan pembelajaran dan mengerjakan tugas yang diberikan guru dari rumah.

Ia juga mengimbau orangtua membatasi aktivitas anak di luar rumah selama kualitas udara belum membaik. Penggunaan masker dianjurkan apabila terdapat keperluan yang mengharuskan anak keluar rumah.

Disdikpora Kuansing memastikan kebijakan PJJ masih bersifat situasional. Evaluasi akan dilakukan berdasarkan perkembangan kualitas udara dalam beberapa hari ke depan.

Jika kondisi telah dinyatakan membaik dan aman, kegiatan belajar mengajar secara tatap muka akan kembali dilaksanakan sesuai ketentuan.

Dengan demikian, keputusan kembali ke sekolah tidak hanya bergantung pada jadwal, tetapi juga pada aspek kesehatan dan keselamatan seluruh warga sekolah.(*)

Kabut Asap Belum Aman, Sekolah di Kuansing Kembali Terapkan PJJ hingga Jumat
Editor: Ridho Haztil | Penulis: Raka Sagara
Rubrik: lingkungan | 7 Oktober 2026 | 16:14:27
Kabut Asap Belum Aman, Sekolah di Kuansing Kembali Terapkan PJJ hingga Jumat
ilustrasi siswa berangkat ke sekolah dalam suasana kabut asap (foto:Riauoline)

KUANTANSINGINGI-Kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, membuat aktivitas pendidikan belum dapat kembali berjalan secara normal. Pemerintah daerah kembali memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik.

Kebijakan tersebut diberlakukan hingga Jumat, 9 Oktober 2026. Sebelumnya, kegiatan belajar dari rumah telah diterapkan pada 6 dan 7 Oktober 2026 karena kondisi kualitas udara yang dinilai belum aman untuk kegiatan di luar ruangan.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kuansing, Herizon, mengatakan keputusan memperpanjang PJJ diambil setelah melihat perkembangan kualitas udara yang belum menunjukkan perbaikan signifikan.

Menurutnya, pada pagi hari jarak pandang di sejumlah lokasi masih terbatas akibat kabut asap. Selain berpotensi mengganggu kesehatan, kondisi tersebut juga dinilai dapat meningkatkan risiko keselamatan bagi siswa maupun tenaga pendidik dalam perjalanan menuju sekolah.

“PJJ kita perpanjang selama dua hari, sampai 9 Oktober 2026,” kata Herizon, Rabu (7/10/2026).

Herizon menjelaskan, kebijakan tersebut tidak hanya mempertimbangkan kondisi peserta didik, tetapi juga keselamatan para guru dan tenaga kependidikan. Paparan udara yang tidak sehat dikhawatirkan memberikan dampak terhadap kesehatan apabila aktivitas pembelajaran tatap muka tetap dipaksakan.

Sebelum mengambil keputusan, Disdikpora Kuansing telah berkoordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah terkait, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Kesehatan.

Selama PJJ berlangsung, Herizon meminta orangtua memastikan anak tetap mengikuti kegiatan pembelajaran dan mengerjakan tugas yang diberikan guru dari rumah.

Ia juga mengimbau orangtua membatasi aktivitas anak di luar rumah selama kualitas udara belum membaik. Penggunaan masker dianjurkan apabila terdapat keperluan yang mengharuskan anak keluar rumah.

Disdikpora Kuansing memastikan kebijakan PJJ masih bersifat situasional. Evaluasi akan dilakukan berdasarkan perkembangan kualitas udara dalam beberapa hari ke depan.

Jika kondisi telah dinyatakan membaik dan aman, kegiatan belajar mengajar secara tatap muka akan kembali dilaksanakan sesuai ketentuan.

Dengan demikian, keputusan kembali ke sekolah tidak hanya bergantung pada jadwal, tetapi juga pada aspek kesehatan dan keselamatan seluruh warga sekolah.(*)