
KUANTANSINGINGI-Kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, membuat aktivitas pendidikan belum dapat kembali berjalan secara normal. Pemerintah daerah kembali memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik.
Kebijakan tersebut diberlakukan hingga Jumat, 9 Oktober 2026. Sebelumnya, kegiatan belajar dari rumah telah diterapkan pada 6 dan 7 Oktober 2026 karena kondisi kualitas udara yang dinilai belum aman untuk kegiatan di luar ruangan.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kuansing, Herizon, mengatakan keputusan memperpanjang PJJ diambil setelah melihat perkembangan kualitas udara yang belum menunjukkan perbaikan signifikan.

Menurutnya, pada pagi hari jarak pandang di sejumlah lokasi masih terbatas akibat kabut asap. Selain berpotensi mengganggu kesehatan, kondisi tersebut juga dinilai dapat meningkatkan risiko keselamatan bagi siswa maupun tenaga pendidik dalam perjalanan menuju sekolah.
“PJJ kita perpanjang selama dua hari, sampai 9 Oktober 2026,” kata Herizon, Rabu (7/10/2026).
Herizon menjelaskan, kebijakan tersebut tidak hanya mempertimbangkan kondisi peserta didik, tetapi juga keselamatan para guru dan tenaga kependidikan. Paparan udara yang tidak sehat dikhawatirkan memberikan dampak terhadap kesehatan apabila aktivitas pembelajaran tatap muka tetap dipaksakan.
Sebelum mengambil keputusan, Disdikpora Kuansing telah berkoordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah terkait, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Kesehatan.
Selama PJJ berlangsung, Herizon meminta orangtua memastikan anak tetap mengikuti kegiatan pembelajaran dan mengerjakan tugas yang diberikan guru dari rumah.
Ia juga mengimbau orangtua membatasi aktivitas anak di luar rumah selama kualitas udara belum membaik. Penggunaan masker dianjurkan apabila terdapat keperluan yang mengharuskan anak keluar rumah.
Disdikpora Kuansing memastikan kebijakan PJJ masih bersifat situasional. Evaluasi akan dilakukan berdasarkan perkembangan kualitas udara dalam beberapa hari ke depan.
Jika kondisi telah dinyatakan membaik dan aman, kegiatan belajar mengajar secara tatap muka akan kembali dilaksanakan sesuai ketentuan.
Dengan demikian, keputusan kembali ke sekolah tidak hanya bergantung pada jadwal, tetapi juga pada aspek kesehatan dan keselamatan seluruh warga sekolah.(*)







KUANTANSINGINGI-Kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, membuat aktivitas pendidikan belum dapat kembali berjalan secara normal. Pemerintah daerah kembali memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik.
Kebijakan tersebut diberlakukan hingga Jumat, 9 Oktober 2026. Sebelumnya, kegiatan belajar dari rumah telah diterapkan pada 6 dan 7 Oktober 2026 karena kondisi kualitas udara yang dinilai belum aman untuk kegiatan di luar ruangan.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kuansing, Herizon, mengatakan keputusan memperpanjang PJJ diambil setelah melihat perkembangan kualitas udara yang belum menunjukkan perbaikan signifikan.
Menurutnya, pada pagi hari jarak pandang di sejumlah lokasi masih terbatas akibat kabut asap. Selain berpotensi mengganggu kesehatan, kondisi tersebut juga dinilai dapat meningkatkan risiko keselamatan bagi siswa maupun tenaga pendidik dalam perjalanan menuju sekolah.
“PJJ kita perpanjang selama dua hari, sampai 9 Oktober 2026,” kata Herizon, Rabu (7/10/2026).
Herizon menjelaskan, kebijakan tersebut tidak hanya mempertimbangkan kondisi peserta didik, tetapi juga keselamatan para guru dan tenaga kependidikan. Paparan udara yang tidak sehat dikhawatirkan memberikan dampak terhadap kesehatan apabila aktivitas pembelajaran tatap muka tetap dipaksakan.
Sebelum mengambil keputusan, Disdikpora Kuansing telah berkoordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah terkait, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Kesehatan.
Selama PJJ berlangsung, Herizon meminta orangtua memastikan anak tetap mengikuti kegiatan pembelajaran dan mengerjakan tugas yang diberikan guru dari rumah.
Ia juga mengimbau orangtua membatasi aktivitas anak di luar rumah selama kualitas udara belum membaik. Penggunaan masker dianjurkan apabila terdapat keperluan yang mengharuskan anak keluar rumah.
Disdikpora Kuansing memastikan kebijakan PJJ masih bersifat situasional. Evaluasi akan dilakukan berdasarkan perkembangan kualitas udara dalam beberapa hari ke depan.
Jika kondisi telah dinyatakan membaik dan aman, kegiatan belajar mengajar secara tatap muka akan kembali dilaksanakan sesuai ketentuan.
Dengan demikian, keputusan kembali ke sekolah tidak hanya bergantung pada jadwal, tetapi juga pada aspek kesehatan dan keselamatan seluruh warga sekolah.(*)