
PEKANBARU-Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau. Kondisi udara yang semakin memburuk mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mengambil langkah antisipasi dengan membagikan ribuan masker kepada masyarakat.
Pembagian masker dilakukan di sejumlah titik strategis yang ramai dilalui masyarakat. Salah satunya berlangsung di persimpangan Jalan Arifin Ahmad dan Jalan Soekarno-Hatta, Pekanbaru.
Petugas BPBD Riau turun langsung membagikan masker kepada pengendara sepeda motor, pengemudi mobil, serta masyarakat yang masih harus beraktivitas di luar ruangan.
Petugas BPBD Riau, Maya Puspita Sari, mengatakan pembagian masker tersebut merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat menghadapi kondisi kualitas udara yang tidak sehat akibat kabut asap.
Menurutnya, sebanyak 4.000 masker disiapkan dan dibagikan kepada masyarakat. Penggunaan masker diharapkan dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan, terutama terhadap saluran pernapasan.
"Dalam aksi kemanusiaan ini, total sebanyak 4.000 masker dibagikan kepada pengendara sepeda motor, pengemudi mobil, serta warga yang beraktivitas di luar ruangan," ujar Maya.
Pembagian masker mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah pengendara mengaku terbantu karena kondisi udara di Pekanbaru belakangan terasa semakin kurang nyaman untuk beraktivitas di luar rumah.
Salah seorang pengendara, Dirta, mengatakan penggunaan masker menjadi penting ketika masyarakat harus beraktivitas di tengah kabut asap.
"Kondisi udara saat ini kurang bagus. Kalau melakukan aktivitas di luar ruangan, sebaiknya menggunakan masker," katanya.
Kabut asap yang menyelimuti Pekanbaru disebut berkaitan dengan aktivitas kebakaran hutan dan lahan di wilayah regional. Asap dari daerah lain terbawa angin hingga memasuki wilayah Riau dan menyebabkan kualitas udara di sejumlah kawasan menurun.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kabut asap terlihat semakin pekat.
Masyarakat yang terpaksa harus keluar rumah juga diminta menggunakan masker serta memperhatikan kondisi kesehatan, khususnya apabila mulai mengalami gangguan pernapasan.
Pemerintah dan instansi terkait hingga kini terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kualitas udara sekaligus mengambil langkah penanganan untuk mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat.







PEKANBARU-Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau. Kondisi udara yang semakin memburuk mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mengambil langkah antisipasi dengan membagikan ribuan masker kepada masyarakat.
Pembagian masker dilakukan di sejumlah titik strategis yang ramai dilalui masyarakat. Salah satunya berlangsung di persimpangan Jalan Arifin Ahmad dan Jalan Soekarno-Hatta, Pekanbaru.
Petugas BPBD Riau turun langsung membagikan masker kepada pengendara sepeda motor, pengemudi mobil, serta masyarakat yang masih harus beraktivitas di luar ruangan.
Petugas BPBD Riau, Maya Puspita Sari, mengatakan pembagian masker tersebut merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat menghadapi kondisi kualitas udara yang tidak sehat akibat kabut asap.
Menurutnya, sebanyak 4.000 masker disiapkan dan dibagikan kepada masyarakat. Penggunaan masker diharapkan dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan, terutama terhadap saluran pernapasan.
"Dalam aksi kemanusiaan ini, total sebanyak 4.000 masker dibagikan kepada pengendara sepeda motor, pengemudi mobil, serta warga yang beraktivitas di luar ruangan," ujar Maya.
Pembagian masker mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah pengendara mengaku terbantu karena kondisi udara di Pekanbaru belakangan terasa semakin kurang nyaman untuk beraktivitas di luar rumah.
Salah seorang pengendara, Dirta, mengatakan penggunaan masker menjadi penting ketika masyarakat harus beraktivitas di tengah kabut asap.
"Kondisi udara saat ini kurang bagus. Kalau melakukan aktivitas di luar ruangan, sebaiknya menggunakan masker," katanya.
Kabut asap yang menyelimuti Pekanbaru disebut berkaitan dengan aktivitas kebakaran hutan dan lahan di wilayah regional. Asap dari daerah lain terbawa angin hingga memasuki wilayah Riau dan menyebabkan kualitas udara di sejumlah kawasan menurun.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kabut asap terlihat semakin pekat.
Masyarakat yang terpaksa harus keluar rumah juga diminta menggunakan masker serta memperhatikan kondisi kesehatan, khususnya apabila mulai mengalami gangguan pernapasan.
Pemerintah dan instansi terkait hingga kini terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kualitas udara sekaligus mengambil langkah penanganan untuk mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat.