logo
● Warga Rumbai Silahkan Kunjungi Pasar Murah, Beras SPHP Dijual Rp60 Ribu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Udara Pekanbaru Kian Mengkhawatirkan, PM2.5 Enam Kali Ambang Batas WHO Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Hujan Lebat Disertai Petir Malam Ini, BMKG Pantau 11 Titik Panas di Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Diduga Dipicu Sengketa Tanah, Adik Bacok Kakak Kandung Hingga Tewas di Ukui Pela Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Rupiah Makin Terpuruk, Ditutup di Level Rp18.060 per Dolar AS Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polda Riau Sita 2,1 Kg Sabu dan 284 Catridge Etomidate di Pekanbaru, Dua DPO Dib Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pansel KPU 2027–2032 Segera Diumumkan, DPR Tekankan Integritas Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
Pedagang Masker Akui Alami Kenaikan Omzet Selama Kabut asap
Pedagang masker tengah menata barang dagangannya di Jalan Subrantas, Pekanbaru. Selama kabut asap melanda, pedagang raup untung lebih. (Foto: Wahyu Falatehan/PekanbaruTv.com)
Pedagang Masker Akui Alami Kenaikan Omzet Selama Kabut asap
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: news | 8 Oktober 2026 | 12:24:00

PEKANBARU-Kabut asap yang melanda Kota Pekanbaru membuat kebutuhan masker meningkat. Sejumlah pedagang masker mengaku mengalami kenaikan penjualan seiring warga mulai menggunakan masker untuk melindungi diri dari paparan asap.

Salah satunya Edy, pedagang masker yang berjualan di Jalan HR Soebrantas, Pekanbaru. Ia mengaku omzet penjualan maskernya mengalami peningkatan sekitar 17 persen dibandingkan kondisi biasanya.

“Alhamdulillah ada peningkatan. Kalau dipersenkan mungkin sekitar 70 persen,” kata Edy, Kamis (7/10/2026). 

iklan-view

Edi menjelaskan, pembeli masker datang dari berbagai kalangan. Namun, anak-anak menjadi salah satu kelompok yang paling banyak membeli masker.

“Yang paling banyak anak-anak,” ujarnya.

Edy mengatakan, masker yang dijualnya memiliki beberapa jenis. Ia mengaku lebih memilih menyediakan masker dengan bahan yang cukup tebal agar tidak mudah putus saat digunakan.

“Kita butuhnya yang agak lumayan lah, bukan yang gampang putus. Agak tebal, orang tidak kecewa. Kalau sudah putus, tadinya orang kecewa,” jelasnya.

Untuk harga, masker yang dijual Edy berada di kisaran Rp5.000 hingga Rp8.000, tergantung jenisnya. Masker kain menjadi salah satu produk dengan harga paling tinggi.

“Harga sekitar Rp5.000. Yang paling mahal yang kain, Rp8.000,” katanya.

Dengan demikian, harga masker yang ditawarkan kepada masyarakat berada pada rentang Rp5.000 sampai Rp8.000.

Meningkatnya penjualan masker ini menjadi salah satu gambaran perubahan kebutuhan masyarakat ketika kualitas udara di Pekanbaru memburuk akibat kabut asap. Masker sekali pakai maupun masker kain menjadi pilihan warga untuk digunakan saat beraktivitas di luar rumah. (*)

Home / News
Pedagang Masker Akui Alami Kenaikan Omzet Selama Kabut asap
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: news | 8 Oktober 2026 | 12:24:00
Pedagang Masker Akui Alami Kenaikan Omzet Selama Kabut asap
Pedagang masker tengah menata barang dagangannya di Jalan Subrantas, Pekanbaru. Selama kabut asap melanda, pedagang raup untung lebih. (Foto: Wahyu Falatehan/PekanbaruTv.com)

PEKANBARU-Kabut asap yang melanda Kota Pekanbaru membuat kebutuhan masker meningkat. Sejumlah pedagang masker mengaku mengalami kenaikan penjualan seiring warga mulai menggunakan masker untuk melindungi diri dari paparan asap.

Salah satunya Edy, pedagang masker yang berjualan di Jalan HR Soebrantas, Pekanbaru. Ia mengaku omzet penjualan maskernya mengalami peningkatan sekitar 17 persen dibandingkan kondisi biasanya.

“Alhamdulillah ada peningkatan. Kalau dipersenkan mungkin sekitar 70 persen,” kata Edy, Kamis (7/10/2026). 

Edi menjelaskan, pembeli masker datang dari berbagai kalangan. Namun, anak-anak menjadi salah satu kelompok yang paling banyak membeli masker.

“Yang paling banyak anak-anak,” ujarnya.

Edy mengatakan, masker yang dijualnya memiliki beberapa jenis. Ia mengaku lebih memilih menyediakan masker dengan bahan yang cukup tebal agar tidak mudah putus saat digunakan.

“Kita butuhnya yang agak lumayan lah, bukan yang gampang putus. Agak tebal, orang tidak kecewa. Kalau sudah putus, tadinya orang kecewa,” jelasnya.

Untuk harga, masker yang dijual Edy berada di kisaran Rp5.000 hingga Rp8.000, tergantung jenisnya. Masker kain menjadi salah satu produk dengan harga paling tinggi.

“Harga sekitar Rp5.000. Yang paling mahal yang kain, Rp8.000,” katanya.

Dengan demikian, harga masker yang ditawarkan kepada masyarakat berada pada rentang Rp5.000 sampai Rp8.000.

Meningkatnya penjualan masker ini menjadi salah satu gambaran perubahan kebutuhan masyarakat ketika kualitas udara di Pekanbaru memburuk akibat kabut asap. Masker sekali pakai maupun masker kain menjadi pilihan warga untuk digunakan saat beraktivitas di luar rumah. (*)