
PEKANBARU-Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Pekanbaru berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru mencatat 10.599 warga mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Data tersebut dihimpun sejak 24 Agustus hingga 7 Oktober 2026. Kepala Diskes Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto, mengatakan ribuan warga yang terdampak mengalami berbagai keluhan kesehatan.
"Hari ini kami mencatat sampai tanggal 7 Oktober kemarin dari tanggal 24 Agustus, jumlah kasus yang terpapar adalah 10.599 orang," ujar Hazli.
Dari jumlah tersebut, kasus terbanyak merupakan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), yakni mencapai 8.950 kasus.
Selain ISPA, Diskes Pekanbaru mencatat 620 kasus asma, 480 kasus iritasi kulit, 229 kasus pneumonia, serta 320 kasus dengan keluhan kesehatan lainnya.
Kondisi sejumlah warga bahkan cukup serius sehingga membutuhkan perawatan di fasilitas kesehatan. Sebanyak 374 orang tercatat harus menjalani rawat inap akibat gangguan kesehatan yang dialami setelah terpapar asap karhutla.
Untuk mengurangi dampak buruk kabut asap, Diskes Pekanbaru terus melakukan penanganan di tengah masyarakat. Salah satunya dengan membagikan masker dan obat-obatan secara gratis.
Hazli mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan gangguan kesehatan yang muncul selama kondisi udara masih dipengaruhi kabut asap.
Warga yang mengalami keluhan, terutama gangguan pernapasan, diminta segera mendatangi puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.
"Kalau ada keluhan kesehatan, segera datang ke puskesmas terdekat. Pelayanan dan penanganan medis diberikan secara gratis," ujarnya.(*)







PEKANBARU-Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Pekanbaru berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru mencatat 10.599 warga mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Data tersebut dihimpun sejak 24 Agustus hingga 7 Oktober 2026. Kepala Diskes Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto, mengatakan ribuan warga yang terdampak mengalami berbagai keluhan kesehatan.
"Hari ini kami mencatat sampai tanggal 7 Oktober kemarin dari tanggal 24 Agustus, jumlah kasus yang terpapar adalah 10.599 orang," ujar Hazli.
Dari jumlah tersebut, kasus terbanyak merupakan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), yakni mencapai 8.950 kasus.
Selain ISPA, Diskes Pekanbaru mencatat 620 kasus asma, 480 kasus iritasi kulit, 229 kasus pneumonia, serta 320 kasus dengan keluhan kesehatan lainnya.
Kondisi sejumlah warga bahkan cukup serius sehingga membutuhkan perawatan di fasilitas kesehatan. Sebanyak 374 orang tercatat harus menjalani rawat inap akibat gangguan kesehatan yang dialami setelah terpapar asap karhutla.
Untuk mengurangi dampak buruk kabut asap, Diskes Pekanbaru terus melakukan penanganan di tengah masyarakat. Salah satunya dengan membagikan masker dan obat-obatan secara gratis.
Hazli mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan gangguan kesehatan yang muncul selama kondisi udara masih dipengaruhi kabut asap.
Warga yang mengalami keluhan, terutama gangguan pernapasan, diminta segera mendatangi puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.
"Kalau ada keluhan kesehatan, segera datang ke puskesmas terdekat. Pelayanan dan penanganan medis diberikan secara gratis," ujarnya.(*)