logo
● Ahli Ekonomi :Program MBG Gerakkan Ekonomi Desa dan Buka Lapangan Pekerjaan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● KPK Telusuri Kasus Dana Bencana Rp148 Miliar, Dua Anggota TNI Jadi Perhatian Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Rupiah Kembali Tersungkur di Atas Rp18.000, Sentimen Global Membayangi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Diduga Selundupkan Narkoba, Kapal Tanker Mongolia Diamankan di Belawan, 8 Orang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● El Niño Pengaruhi Jadwal Musim Hujan, BMKG Minta Warga Bersiap Hadapi Cuaca Ekst Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Antisipasi Dampak Kabut Asap, Sekdaprov Riau Tinjau Posko Kesehatan dan Rumah Ok Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● AKP Zulhendra Resmi Jabat Kapolsek Pangkalan Kerinci, Kompol Shilton ke Polresta Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Antrean Solar Picu Kemacetan di Pekanbaru, Dishub Peringatkan Pengelola SPBU Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
Udara Mulai Membaik, Siswa Pekanbaru Kembali ke Sekolah, Pulang Lebih Awal
Aktivitas pembalajaran di sekolah Pekanbaru kembali berlangsung secara tatap muka. (Foto: Wahyu Falatehan/Pekanbarutv.com)
Udara Mulai Membaik, Siswa Pekanbaru Kembali ke Sekolah, Pulang Lebih Awal
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: news | 12 Oktober 2026 | 12:09:24

PEKANBARU-Aktivitas sekolah di Kota Pekanbaru kembali ramai, menyusul diberlakukannya kegiatan belajar tatap muka usai membaiknya kualitas udara. Meski siswa sudah kembali ke ruang kelas, sejumlah aktivitas sekolah masih dibatasi untuk mengantisipasi dampak sisa kabut asap.

Pantauan di SMP Negeri 32 Pekanbaru, Jalan Balam, Kecamatan Sukajadi menunjukkan, aktivitas persekolahan mulai berjalan sejak pagi. Para siswa berdatangan ke sekolah sekitar pukul 07.30 WIB untuk mengikuti pembelajaran secara langsung.

Kebijakan kembali ke sekolah ini berlaku bagi peserta didik pada jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP di seluruh Kota Pekanbaru. Namun, pelaksanaannya belum sepenuhnya kembali seperti sebelum kabut asap melanda.

iklan-view

Belajar di Kelas, Kegiatan Luar Ruangan Ditiadakan
Wakil Kepala SMPN 32 Pekanbaru, Wiwit Sumarti mengatakan, sekolah menerapkan sejumlah penyesuaian selama pembelajaran tatap muka berlangsung.

Seluruh kegiatan belajar dialihkan ke dalam ruangan. Aktivitas yang mengharuskan siswa berada di luar kelas, seperti pelajaran olahraga dan upacara bendera, untuk sementara ditiadakan.

Sekolah juga memajukan waktu kepulangan siswa dibandingkan jadwal biasanya.

"Kegiatan di luar ruangan seperti pelajaran olahraga dan upacara bendera untuk sementara ditiadakan. Selain itu, jam pulang sekolah juga dimajukan lebih awal dari biasanya," ujar Wiwit.

Penyesuaian tersebut dilakukan sebagai langkah perlindungan bagi siswa dan tenaga pendidik. Meski hujan telah membantu memperbaiki kondisi udara, paparan sisa kabut asap masih menjadi perhatian dalam pelaksanaan kegiatan belajar.

Kualitas Udara Berangsur Membaik
Perbaikan kualitas udara menjadi salah satu pertimbangan untuk kembali menggelar pembelajaran tatap muka di Pekanbaru. Hujan yang mengguyur kota itu turut membawa perubahan pada kondisi udara setelah sebelumnya sempat berada pada kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.

Berdasarkan informasi yang disampaikan, kualitas udara kini bergeser ke kategori tidak sehat. Artinya, kondisi sudah menunjukkan perbaikan, tetapi belum sepenuhnya pulih.

Karena itu, kegiatan sekolah masih perlu menyesuaikan kondisi lingkungan. Pembatasan aktivitas di luar ruangan dan pengurangan waktu siswa berada di sekolah menjadi langkah antisipasi untuk mengurangi risiko paparan pencemaran udara.

Kembalinya siswa ke ruang kelas menjadi awal pemulihan aktivitas pendidikan di Pekanbaru. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan sembari memantau perkembangan kualitas udara dalam beberapa hari ke depan. (*)

Home / News
Udara Mulai Membaik, Siswa Pekanbaru Kembali ke Sekolah, Pulang Lebih Awal
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: news | 12 Oktober 2026 | 12:09:24
Udara Mulai Membaik, Siswa Pekanbaru Kembali ke Sekolah, Pulang Lebih Awal
Aktivitas pembalajaran di sekolah Pekanbaru kembali berlangsung secara tatap muka. (Foto: Wahyu Falatehan/Pekanbarutv.com)

PEKANBARU-Aktivitas sekolah di Kota Pekanbaru kembali ramai, menyusul diberlakukannya kegiatan belajar tatap muka usai membaiknya kualitas udara. Meski siswa sudah kembali ke ruang kelas, sejumlah aktivitas sekolah masih dibatasi untuk mengantisipasi dampak sisa kabut asap.

Pantauan di SMP Negeri 32 Pekanbaru, Jalan Balam, Kecamatan Sukajadi menunjukkan, aktivitas persekolahan mulai berjalan sejak pagi. Para siswa berdatangan ke sekolah sekitar pukul 07.30 WIB untuk mengikuti pembelajaran secara langsung.

Kebijakan kembali ke sekolah ini berlaku bagi peserta didik pada jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP di seluruh Kota Pekanbaru. Namun, pelaksanaannya belum sepenuhnya kembali seperti sebelum kabut asap melanda.

Belajar di Kelas, Kegiatan Luar Ruangan Ditiadakan
Wakil Kepala SMPN 32 Pekanbaru, Wiwit Sumarti mengatakan, sekolah menerapkan sejumlah penyesuaian selama pembelajaran tatap muka berlangsung.

Seluruh kegiatan belajar dialihkan ke dalam ruangan. Aktivitas yang mengharuskan siswa berada di luar kelas, seperti pelajaran olahraga dan upacara bendera, untuk sementara ditiadakan.

Sekolah juga memajukan waktu kepulangan siswa dibandingkan jadwal biasanya.

"Kegiatan di luar ruangan seperti pelajaran olahraga dan upacara bendera untuk sementara ditiadakan. Selain itu, jam pulang sekolah juga dimajukan lebih awal dari biasanya," ujar Wiwit.

Penyesuaian tersebut dilakukan sebagai langkah perlindungan bagi siswa dan tenaga pendidik. Meski hujan telah membantu memperbaiki kondisi udara, paparan sisa kabut asap masih menjadi perhatian dalam pelaksanaan kegiatan belajar.

Kualitas Udara Berangsur Membaik
Perbaikan kualitas udara menjadi salah satu pertimbangan untuk kembali menggelar pembelajaran tatap muka di Pekanbaru. Hujan yang mengguyur kota itu turut membawa perubahan pada kondisi udara setelah sebelumnya sempat berada pada kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.

Berdasarkan informasi yang disampaikan, kualitas udara kini bergeser ke kategori tidak sehat. Artinya, kondisi sudah menunjukkan perbaikan, tetapi belum sepenuhnya pulih.

Karena itu, kegiatan sekolah masih perlu menyesuaikan kondisi lingkungan. Pembatasan aktivitas di luar ruangan dan pengurangan waktu siswa berada di sekolah menjadi langkah antisipasi untuk mengurangi risiko paparan pencemaran udara.

Kembalinya siswa ke ruang kelas menjadi awal pemulihan aktivitas pendidikan di Pekanbaru. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan sembari memantau perkembangan kualitas udara dalam beberapa hari ke depan. (*)