logo
● Sasar Kabel FO Semraut, Pemko Pekanbaru Lanjutkan Penertiban ke Jalan Paus Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Warga Rumbai Silahkan Kunjungi Pasar Murah, Beras SPHP Dijual Rp60 Ribu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Udara Pekanbaru Kian Mengkhawatirkan, PM2.5 Enam Kali Ambang Batas WHO Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Hujan Lebat Disertai Petir Malam Ini, BMKG Pantau 11 Titik Panas di Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Diduga Dipicu Sengketa Tanah, Adik Bacok Kakak Kandung Hingga Tewas di Ukui Pela Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Rupiah Makin Terpuruk, Ditutup di Level Rp18.060 per Dolar AS Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polda Riau Sita 2,1 Kg Sabu dan 284 Catridge Etomidate di Pekanbaru, Dua DPO Dib Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
Udara Mulai Membaik, Siswa Pekanbaru Kembali ke Sekolah, Pulang Lebih Awal
Aktivitas pembalajaran di sekolah Pekanbaru kembali berlangsung secara tatap muka. (Foto: Wahyu Falatehan/Pekanbarutv.com)
Udara Mulai Membaik, Siswa Pekanbaru Kembali ke Sekolah, Pulang Lebih Awal
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: news | 12 Oktober 2026 | 12:09:24

PEKANBARU-Aktivitas sekolah di Kota Pekanbaru kembali ramai, menyusul diberlakukannya kegiatan belajar tatap muka usai membaiknya kualitas udara. Meski siswa sudah kembali ke ruang kelas, sejumlah aktivitas sekolah masih dibatasi untuk mengantisipasi dampak sisa kabut asap.

Pantauan di SMP Negeri 32 Pekanbaru, Jalan Balam, Kecamatan Sukajadi menunjukkan, aktivitas persekolahan mulai berjalan sejak pagi. Para siswa berdatangan ke sekolah sekitar pukul 07.30 WIB untuk mengikuti pembelajaran secara langsung.

Kebijakan kembali ke sekolah ini berlaku bagi peserta didik pada jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP di seluruh Kota Pekanbaru. Namun, pelaksanaannya belum sepenuhnya kembali seperti sebelum kabut asap melanda.

iklan-view

Belajar di Kelas, Kegiatan Luar Ruangan Ditiadakan
Wakil Kepala SMPN 32 Pekanbaru, Wiwit Sumarti mengatakan, sekolah menerapkan sejumlah penyesuaian selama pembelajaran tatap muka berlangsung.

Seluruh kegiatan belajar dialihkan ke dalam ruangan. Aktivitas yang mengharuskan siswa berada di luar kelas, seperti pelajaran olahraga dan upacara bendera, untuk sementara ditiadakan.

Sekolah juga memajukan waktu kepulangan siswa dibandingkan jadwal biasanya.

"Kegiatan di luar ruangan seperti pelajaran olahraga dan upacara bendera untuk sementara ditiadakan. Selain itu, jam pulang sekolah juga dimajukan lebih awal dari biasanya," ujar Wiwit.

Penyesuaian tersebut dilakukan sebagai langkah perlindungan bagi siswa dan tenaga pendidik. Meski hujan telah membantu memperbaiki kondisi udara, paparan sisa kabut asap masih menjadi perhatian dalam pelaksanaan kegiatan belajar.

Kualitas Udara Berangsur Membaik
Perbaikan kualitas udara menjadi salah satu pertimbangan untuk kembali menggelar pembelajaran tatap muka di Pekanbaru. Hujan yang mengguyur kota itu turut membawa perubahan pada kondisi udara setelah sebelumnya sempat berada pada kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.

Berdasarkan informasi yang disampaikan, kualitas udara kini bergeser ke kategori tidak sehat. Artinya, kondisi sudah menunjukkan perbaikan, tetapi belum sepenuhnya pulih.

Karena itu, kegiatan sekolah masih perlu menyesuaikan kondisi lingkungan. Pembatasan aktivitas di luar ruangan dan pengurangan waktu siswa berada di sekolah menjadi langkah antisipasi untuk mengurangi risiko paparan pencemaran udara.

Kembalinya siswa ke ruang kelas menjadi awal pemulihan aktivitas pendidikan di Pekanbaru. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan sembari memantau perkembangan kualitas udara dalam beberapa hari ke depan. (*)

Home / News
Udara Mulai Membaik, Siswa Pekanbaru Kembali ke Sekolah, Pulang Lebih Awal
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: news | 12 Oktober 2026 | 12:09:24
Udara Mulai Membaik, Siswa Pekanbaru Kembali ke Sekolah, Pulang Lebih Awal
Aktivitas pembalajaran di sekolah Pekanbaru kembali berlangsung secara tatap muka. (Foto: Wahyu Falatehan/Pekanbarutv.com)

PEKANBARU-Aktivitas sekolah di Kota Pekanbaru kembali ramai, menyusul diberlakukannya kegiatan belajar tatap muka usai membaiknya kualitas udara. Meski siswa sudah kembali ke ruang kelas, sejumlah aktivitas sekolah masih dibatasi untuk mengantisipasi dampak sisa kabut asap.

Pantauan di SMP Negeri 32 Pekanbaru, Jalan Balam, Kecamatan Sukajadi menunjukkan, aktivitas persekolahan mulai berjalan sejak pagi. Para siswa berdatangan ke sekolah sekitar pukul 07.30 WIB untuk mengikuti pembelajaran secara langsung.

Kebijakan kembali ke sekolah ini berlaku bagi peserta didik pada jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP di seluruh Kota Pekanbaru. Namun, pelaksanaannya belum sepenuhnya kembali seperti sebelum kabut asap melanda.

Belajar di Kelas, Kegiatan Luar Ruangan Ditiadakan
Wakil Kepala SMPN 32 Pekanbaru, Wiwit Sumarti mengatakan, sekolah menerapkan sejumlah penyesuaian selama pembelajaran tatap muka berlangsung.

Seluruh kegiatan belajar dialihkan ke dalam ruangan. Aktivitas yang mengharuskan siswa berada di luar kelas, seperti pelajaran olahraga dan upacara bendera, untuk sementara ditiadakan.

Sekolah juga memajukan waktu kepulangan siswa dibandingkan jadwal biasanya.

"Kegiatan di luar ruangan seperti pelajaran olahraga dan upacara bendera untuk sementara ditiadakan. Selain itu, jam pulang sekolah juga dimajukan lebih awal dari biasanya," ujar Wiwit.

Penyesuaian tersebut dilakukan sebagai langkah perlindungan bagi siswa dan tenaga pendidik. Meski hujan telah membantu memperbaiki kondisi udara, paparan sisa kabut asap masih menjadi perhatian dalam pelaksanaan kegiatan belajar.

Kualitas Udara Berangsur Membaik
Perbaikan kualitas udara menjadi salah satu pertimbangan untuk kembali menggelar pembelajaran tatap muka di Pekanbaru. Hujan yang mengguyur kota itu turut membawa perubahan pada kondisi udara setelah sebelumnya sempat berada pada kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.

Berdasarkan informasi yang disampaikan, kualitas udara kini bergeser ke kategori tidak sehat. Artinya, kondisi sudah menunjukkan perbaikan, tetapi belum sepenuhnya pulih.

Karena itu, kegiatan sekolah masih perlu menyesuaikan kondisi lingkungan. Pembatasan aktivitas di luar ruangan dan pengurangan waktu siswa berada di sekolah menjadi langkah antisipasi untuk mengurangi risiko paparan pencemaran udara.

Kembalinya siswa ke ruang kelas menjadi awal pemulihan aktivitas pendidikan di Pekanbaru. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan sembari memantau perkembangan kualitas udara dalam beberapa hari ke depan. (*)