logo
● Ahli Ekonomi :Program MBG Gerakkan Ekonomi Desa dan Buka Lapangan Pekerjaan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● KPK Telusuri Kasus Dana Bencana Rp148 Miliar, Dua Anggota TNI Jadi Perhatian Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Rupiah Kembali Tersungkur di Atas Rp18.000, Sentimen Global Membayangi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Diduga Selundupkan Narkoba, Kapal Tanker Mongolia Diamankan di Belawan, 8 Orang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● El Niño Pengaruhi Jadwal Musim Hujan, BMKG Minta Warga Bersiap Hadapi Cuaca Ekst Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Antisipasi Dampak Kabut Asap, Sekdaprov Riau Tinjau Posko Kesehatan dan Rumah Ok Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● AKP Zulhendra Resmi Jabat Kapolsek Pangkalan Kerinci, Kompol Shilton ke Polresta Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Antrean Solar Picu Kemacetan di Pekanbaru, Dishub Peringatkan Pengelola SPBU Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / RIAU
Pemprov Riau Ajak Insan Pers Rawat Kepercayaan Publik di Era Digital
ilustrasi. (Foto AI/MCR)
Pemprov Riau Ajak Insan Pers Rawat Kepercayaan Publik di Era Digital
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: news | 12 Oktober 2026 | 21:03:18

PEKANBARU - Di tengah derasnya arus informasi digital dan maraknya hoaks, insan pers dituntut tidak sekadar menyampaikan berita dengan cepat, tetapi juga memastikan setiap informasi yang diterima masyarakat akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau pun mendorong wartawan terus memperkuat profesionalisme, integritas, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tetap menjadi sumber informasi yang tepercaya sekaligus mencerahkan masyarakat.

iklan-view

Pesan tersebut disampaikan Ketua Tim Diseminasi Informasi Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Riau, Trisna Damayanti, saat mewakili Kepala Diskominfotik Riau, Supriyadi, di Pekanbaru, Senin (12/10/2026).

"Kami yakin pers profesional dan berintegritas serta mampu berkontribusi positif secara nyata di Bumi Lancang Kuning yang kita cintai ini," kata Trisna seperti dikutip dari mediacenter riau.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital membawa tantangan tersendiri bagi dunia jurnalistik. Penyebaran hoaks, disinformasi, serta perubahan pola konsumsi media menuntut wartawan semakin cermat dalam memverifikasi fakta dan mengolah informasi sebelum dipublikasikan.

Dalam situasi tersebut, pers memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kualitas informasi publik. Kecepatan pemberitaan perlu berjalan beriringan dengan akurasi, keberimbangan, dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip jurnalistik.

"Wartawan adalah pilar-pilar penjaga kebenaran informasi publik," ujarnya.

Trisna juga berharap organisasi pers di Riau mampu melahirkan gagasan visioner dan program kerja yang adaptif terhadap perubahan zaman. Penguatan kelembagaan, menurutnya, perlu diarahkan untuk menjaga independensi sekaligus menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Di sisi lain, Pemprov Riau menilai kemitraan dengan insan pers menjadi bagian penting dalam mengawal pembangunan daerah. Pers tidak hanya berperan menyampaikan program pemerintah, tetapi juga menghadirkan kritik konstruktif, mengangkat persoalan masyarakat, serta memastikan informasi mengenai pembangunan tersampaikan secara akurat.

Karena itu, Pemprov Riau membuka ruang komunikasi dengan media massa untuk mendukung penyebaran informasi dan pengawalan agenda strategis daerah.

Trisna berharap wartawan terus meningkatkan kompetensi jurnalistik, memperkuat budaya verifikasi, serta memanfaatkan teknologi digital secara bijak dan bertanggung jawab.

Dengan profesionalisme dan integritas yang terjaga, pers diharapkan mampu mempertahankan kepercayaan masyarakat sekaligus menjalankan perannya sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan publik. (*)

Home / News
Pemprov Riau Ajak Insan Pers Rawat Kepercayaan Publik di Era Digital
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: news | 12 Oktober 2026 | 21:03:18
Pemprov Riau Ajak Insan Pers Rawat Kepercayaan Publik di Era Digital
ilustrasi. (Foto AI/MCR)

PEKANBARU - Di tengah derasnya arus informasi digital dan maraknya hoaks, insan pers dituntut tidak sekadar menyampaikan berita dengan cepat, tetapi juga memastikan setiap informasi yang diterima masyarakat akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau pun mendorong wartawan terus memperkuat profesionalisme, integritas, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tetap menjadi sumber informasi yang tepercaya sekaligus mencerahkan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Tim Diseminasi Informasi Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Riau, Trisna Damayanti, saat mewakili Kepala Diskominfotik Riau, Supriyadi, di Pekanbaru, Senin (12/10/2026).

"Kami yakin pers profesional dan berintegritas serta mampu berkontribusi positif secara nyata di Bumi Lancang Kuning yang kita cintai ini," kata Trisna seperti dikutip dari mediacenter riau.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital membawa tantangan tersendiri bagi dunia jurnalistik. Penyebaran hoaks, disinformasi, serta perubahan pola konsumsi media menuntut wartawan semakin cermat dalam memverifikasi fakta dan mengolah informasi sebelum dipublikasikan.

Dalam situasi tersebut, pers memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kualitas informasi publik. Kecepatan pemberitaan perlu berjalan beriringan dengan akurasi, keberimbangan, dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip jurnalistik.

"Wartawan adalah pilar-pilar penjaga kebenaran informasi publik," ujarnya.

Trisna juga berharap organisasi pers di Riau mampu melahirkan gagasan visioner dan program kerja yang adaptif terhadap perubahan zaman. Penguatan kelembagaan, menurutnya, perlu diarahkan untuk menjaga independensi sekaligus menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Di sisi lain, Pemprov Riau menilai kemitraan dengan insan pers menjadi bagian penting dalam mengawal pembangunan daerah. Pers tidak hanya berperan menyampaikan program pemerintah, tetapi juga menghadirkan kritik konstruktif, mengangkat persoalan masyarakat, serta memastikan informasi mengenai pembangunan tersampaikan secara akurat.

Karena itu, Pemprov Riau membuka ruang komunikasi dengan media massa untuk mendukung penyebaran informasi dan pengawalan agenda strategis daerah.

Trisna berharap wartawan terus meningkatkan kompetensi jurnalistik, memperkuat budaya verifikasi, serta memanfaatkan teknologi digital secara bijak dan bertanggung jawab.

Dengan profesionalisme dan integritas yang terjaga, pers diharapkan mampu mempertahankan kepercayaan masyarakat sekaligus menjalankan perannya sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan publik. (*)