logo
● Warga Rumbai Silahkan Kunjungi Pasar Murah, Beras SPHP Dijual Rp60 Ribu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Udara Pekanbaru Kian Mengkhawatirkan, PM2.5 Enam Kali Ambang Batas WHO Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Hujan Lebat Disertai Petir Malam Ini, BMKG Pantau 11 Titik Panas di Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Diduga Dipicu Sengketa Tanah, Adik Bacok Kakak Kandung Hingga Tewas di Ukui Pela Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Rupiah Makin Terpuruk, Ditutup di Level Rp18.060 per Dolar AS Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polda Riau Sita 2,1 Kg Sabu dan 284 Catridge Etomidate di Pekanbaru, Dua DPO Dib Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pansel KPU 2027–2032 Segera Diumumkan, DPR Tekankan Integritas Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / RIAU
Pemprov Riau Ajak Insan Pers Rawat Kepercayaan Publik di Era Digital
ilustrasi. (Foto AI/MCR)
Pemprov Riau Ajak Insan Pers Rawat Kepercayaan Publik di Era Digital
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: news | 12 Oktober 2026 | 21:03:18

PEKANBARU - Di tengah derasnya arus informasi digital dan maraknya hoaks, insan pers dituntut tidak sekadar menyampaikan berita dengan cepat, tetapi juga memastikan setiap informasi yang diterima masyarakat akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau pun mendorong wartawan terus memperkuat profesionalisme, integritas, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tetap menjadi sumber informasi yang tepercaya sekaligus mencerahkan masyarakat.

iklan-view

Pesan tersebut disampaikan Ketua Tim Diseminasi Informasi Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Riau, Trisna Damayanti, saat mewakili Kepala Diskominfotik Riau, Supriyadi, di Pekanbaru, Senin (12/10/2026).

"Kami yakin pers profesional dan berintegritas serta mampu berkontribusi positif secara nyata di Bumi Lancang Kuning yang kita cintai ini," kata Trisna seperti dikutip dari mediacenter riau.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital membawa tantangan tersendiri bagi dunia jurnalistik. Penyebaran hoaks, disinformasi, serta perubahan pola konsumsi media menuntut wartawan semakin cermat dalam memverifikasi fakta dan mengolah informasi sebelum dipublikasikan.

Dalam situasi tersebut, pers memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kualitas informasi publik. Kecepatan pemberitaan perlu berjalan beriringan dengan akurasi, keberimbangan, dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip jurnalistik.

"Wartawan adalah pilar-pilar penjaga kebenaran informasi publik," ujarnya.

Trisna juga berharap organisasi pers di Riau mampu melahirkan gagasan visioner dan program kerja yang adaptif terhadap perubahan zaman. Penguatan kelembagaan, menurutnya, perlu diarahkan untuk menjaga independensi sekaligus menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Di sisi lain, Pemprov Riau menilai kemitraan dengan insan pers menjadi bagian penting dalam mengawal pembangunan daerah. Pers tidak hanya berperan menyampaikan program pemerintah, tetapi juga menghadirkan kritik konstruktif, mengangkat persoalan masyarakat, serta memastikan informasi mengenai pembangunan tersampaikan secara akurat.

Karena itu, Pemprov Riau membuka ruang komunikasi dengan media massa untuk mendukung penyebaran informasi dan pengawalan agenda strategis daerah.

Trisna berharap wartawan terus meningkatkan kompetensi jurnalistik, memperkuat budaya verifikasi, serta memanfaatkan teknologi digital secara bijak dan bertanggung jawab.

Dengan profesionalisme dan integritas yang terjaga, pers diharapkan mampu mempertahankan kepercayaan masyarakat sekaligus menjalankan perannya sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan publik. (*)

Home / News
Pemprov Riau Ajak Insan Pers Rawat Kepercayaan Publik di Era Digital
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: news | 12 Oktober 2026 | 21:03:18
Pemprov Riau Ajak Insan Pers Rawat Kepercayaan Publik di Era Digital
ilustrasi. (Foto AI/MCR)

PEKANBARU - Di tengah derasnya arus informasi digital dan maraknya hoaks, insan pers dituntut tidak sekadar menyampaikan berita dengan cepat, tetapi juga memastikan setiap informasi yang diterima masyarakat akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau pun mendorong wartawan terus memperkuat profesionalisme, integritas, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tetap menjadi sumber informasi yang tepercaya sekaligus mencerahkan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Tim Diseminasi Informasi Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Riau, Trisna Damayanti, saat mewakili Kepala Diskominfotik Riau, Supriyadi, di Pekanbaru, Senin (12/10/2026).

"Kami yakin pers profesional dan berintegritas serta mampu berkontribusi positif secara nyata di Bumi Lancang Kuning yang kita cintai ini," kata Trisna seperti dikutip dari mediacenter riau.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital membawa tantangan tersendiri bagi dunia jurnalistik. Penyebaran hoaks, disinformasi, serta perubahan pola konsumsi media menuntut wartawan semakin cermat dalam memverifikasi fakta dan mengolah informasi sebelum dipublikasikan.

Dalam situasi tersebut, pers memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kualitas informasi publik. Kecepatan pemberitaan perlu berjalan beriringan dengan akurasi, keberimbangan, dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip jurnalistik.

"Wartawan adalah pilar-pilar penjaga kebenaran informasi publik," ujarnya.

Trisna juga berharap organisasi pers di Riau mampu melahirkan gagasan visioner dan program kerja yang adaptif terhadap perubahan zaman. Penguatan kelembagaan, menurutnya, perlu diarahkan untuk menjaga independensi sekaligus menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Di sisi lain, Pemprov Riau menilai kemitraan dengan insan pers menjadi bagian penting dalam mengawal pembangunan daerah. Pers tidak hanya berperan menyampaikan program pemerintah, tetapi juga menghadirkan kritik konstruktif, mengangkat persoalan masyarakat, serta memastikan informasi mengenai pembangunan tersampaikan secara akurat.

Karena itu, Pemprov Riau membuka ruang komunikasi dengan media massa untuk mendukung penyebaran informasi dan pengawalan agenda strategis daerah.

Trisna berharap wartawan terus meningkatkan kompetensi jurnalistik, memperkuat budaya verifikasi, serta memanfaatkan teknologi digital secara bijak dan bertanggung jawab.

Dengan profesionalisme dan integritas yang terjaga, pers diharapkan mampu mempertahankan kepercayaan masyarakat sekaligus menjalankan perannya sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan publik. (*)