
PEKANBARU-Pemilihan Rektor Universitas Riau (Unri) periode 2026–2030 memasuki putaran kedua pada Selasa (13/10/2026). Pengamanan di Gedung Rektorat Unri diperketat selama proses pemungutan suara berlangsung.
Staf Ahli Bidang Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Muhamad Hasan Chabibie, turut hadir mewakili menteri dalam agenda tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 13.15 WIB, Hasan Chabibie tiba di Gedung Rektorat Unri dan disambut Rektor Unri, Prof. Dr. Hj. Sri Indarti, S.E., M.Si., bersama sejumlah pejabat kampus.
Setelah penyambutan, Hasan langsung menuju ruang pelaksanaan pemilihan rektor. Proses pemungutan suara digelar secara tertutup di Ruang Indragiri, lantai empat Gedung Rektorat Unri.
Sejumlah personel keamanan terlihat berjaga di sekitar gedung dan lokasi kegiatan. Jumlah petugas yang bersiaga juga tampak lebih banyak dibandingkan hari biasa.
Pemilihan putaran kedua ini diikuti tiga calon rektor, yakni Dr. Mexsasai Indra, S.H., M.H., Prof. Ahmad Fadli, S.T., M.T., Ph.D., dan Prof. Dr. Jimmi Copriady, M.Si.
Ketiganya melaju ke putaran kedua setelah meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara putaran pertama yang berlangsung pada 8 Juli 2026.
Saat itu, Mexsasai Indra memperoleh 29 suara, Ahmad Fadli meraih 13 suara, sedangkan Jimmi Copriady mendapatkan 11 suara. Mereka mengungguli lima bakal calon lainnya dalam proses pemilihan tersebut.
Dalam mekanisme pemilihan rektor Unri, suara dari pihak kementerian memiliki bobot 35 persen, sementara Senat Unri memegang bobot 65 persen.
Kehadiran perwakilan Kemendiktisaintek menjadi bagian dari proses pemilihan yang melibatkan kementerian bersama Senat Unri untuk menentukan pimpinan universitas selama empat tahun mendatang.
Pemilihan ini menjadi tahapan penentu bagi ketiga calon untuk memperoleh kepercayaan memimpin Unri pada periode 2026–2030.(*)







PEKANBARU-Pemilihan Rektor Universitas Riau (Unri) periode 2026–2030 memasuki putaran kedua pada Selasa (13/10/2026). Pengamanan di Gedung Rektorat Unri diperketat selama proses pemungutan suara berlangsung.
Staf Ahli Bidang Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Muhamad Hasan Chabibie, turut hadir mewakili menteri dalam agenda tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 13.15 WIB, Hasan Chabibie tiba di Gedung Rektorat Unri dan disambut Rektor Unri, Prof. Dr. Hj. Sri Indarti, S.E., M.Si., bersama sejumlah pejabat kampus.
Setelah penyambutan, Hasan langsung menuju ruang pelaksanaan pemilihan rektor. Proses pemungutan suara digelar secara tertutup di Ruang Indragiri, lantai empat Gedung Rektorat Unri.
Sejumlah personel keamanan terlihat berjaga di sekitar gedung dan lokasi kegiatan. Jumlah petugas yang bersiaga juga tampak lebih banyak dibandingkan hari biasa.
Pemilihan putaran kedua ini diikuti tiga calon rektor, yakni Dr. Mexsasai Indra, S.H., M.H., Prof. Ahmad Fadli, S.T., M.T., Ph.D., dan Prof. Dr. Jimmi Copriady, M.Si.
Ketiganya melaju ke putaran kedua setelah meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara putaran pertama yang berlangsung pada 8 Juli 2026.
Saat itu, Mexsasai Indra memperoleh 29 suara, Ahmad Fadli meraih 13 suara, sedangkan Jimmi Copriady mendapatkan 11 suara. Mereka mengungguli lima bakal calon lainnya dalam proses pemilihan tersebut.
Dalam mekanisme pemilihan rektor Unri, suara dari pihak kementerian memiliki bobot 35 persen, sementara Senat Unri memegang bobot 65 persen.
Kehadiran perwakilan Kemendiktisaintek menjadi bagian dari proses pemilihan yang melibatkan kementerian bersama Senat Unri untuk menentukan pimpinan universitas selama empat tahun mendatang.
Pemilihan ini menjadi tahapan penentu bagi ketiga calon untuk memperoleh kepercayaan memimpin Unri pada periode 2026–2030.(*)