logo
● Ahli Ekonomi :Program MBG Gerakkan Ekonomi Desa dan Buka Lapangan Pekerjaan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● KPK Telusuri Kasus Dana Bencana Rp148 Miliar, Dua Anggota TNI Jadi Perhatian Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Rupiah Kembali Tersungkur di Atas Rp18.000, Sentimen Global Membayangi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Diduga Selundupkan Narkoba, Kapal Tanker Mongolia Diamankan di Belawan, 8 Orang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● El Niño Pengaruhi Jadwal Musim Hujan, BMKG Minta Warga Bersiap Hadapi Cuaca Ekst Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Antisipasi Dampak Kabut Asap, Sekdaprov Riau Tinjau Posko Kesehatan dan Rumah Ok Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● AKP Zulhendra Resmi Jabat Kapolsek Pangkalan Kerinci, Kompol Shilton ke Polresta Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Antrean Solar Picu Kemacetan di Pekanbaru, Dishub Peringatkan Pengelola SPBU Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / Pekanbaru
Kabut Asap Masih Mengancam, PM2.5 Pekanbaru Tembus 147
PM2.5 Pekanbaru mencapai 147 mikrogram per meter kubik dan masuk kategori sangat tidak sehat. BMKG mengingatkan warga mewaspadai asap. (Foto: Istimewa)
Kabut Asap Masih Mengancam, PM2.5 Pekanbaru Tembus 147
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: lingkungan | 14 Oktober 2026 | 10:20:27

PEKANBARU-Warga Kota Pekanbaru masih menghadapi ancaman udara tercemar asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Konsentrasi partikel halus PM2.5, Rabu (14/10/2026) pukul 08.00 WIB tercatat 147 mikrogram per meter kubik dan masuk kategori udara sangat tidak sehat.

Kondisi ini membuat masyarakat perlu lebih waspada saat beraktivitas, terutama di luar ruangan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, kekaburan udara akibat asap masih berpotensi terjadi di wilayah Riau sejak pagi hingga dini hari.

Forecaster On Duty BMKG, Yasir P mengingatkan warga mengurangi paparan asap ketika kondisi udara memburuk.

iklan-view

"Masyarakat diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan membatasi kegiatan di luar rumah apabila asap semakin pekat," kata Yasir.

Tingginya konsentrasi PM2.5 menjadi perhatian, karena partikel berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk ke saluran pernapasan. Paparan polusi berisiko memicu gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki masalah pernapasan.

BMKG mencatat, kualitas udara di Pekanbaru dini hari tadi mencapai 151,4 82,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Kemudian perlahan turun secara fluktuatif di angka 108 µg/m³ dan naik kembali memburuk diangka 149,6 µg/m³. Hingga pukul 06.00 WIB, kualitas udara di Pekanbaru masih dalam kategori tidak sehat dengan 102,8 µg/m³.

Kondisi ini juga terlihat dengan tebalnya kabut asap di sejumlah wilayah Pekanbaru dan sekitarnya. Bahkan jarak pandang semakin pendek dan diperkirakan hanya 200 hingga 400 meter.

Akibat kabut rasap yang semakin tebal, Pemko Pekanbaru kembali menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi peserta didik mulai dari PAUD-SMP.

Begitu dengan siswa SMA/SMK sederajat yang harus menyesuaikan kebijakan pemerintah kabupaten/kota. Selain itu, Pemko Pekanbaru juga kembali menutup dua Ruang Terbuka Hijau (RTH), yakni RTH Putri Kacamayang di jalan Sudirman dan RTH Tunjuk Ajar Integritas jalan Ahmad Yani-Jalan Riau. (bsh)

Kabut Asap Masih Mengancam, PM2.5 Pekanbaru Tembus 147
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: lingkungan | 14 Oktober 2026 | 10:20:27
Kabut Asap Masih Mengancam, PM2.5 Pekanbaru Tembus 147
PM2.5 Pekanbaru mencapai 147 mikrogram per meter kubik dan masuk kategori sangat tidak sehat. BMKG mengingatkan warga mewaspadai asap. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Warga Kota Pekanbaru masih menghadapi ancaman udara tercemar asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Konsentrasi partikel halus PM2.5, Rabu (14/10/2026) pukul 08.00 WIB tercatat 147 mikrogram per meter kubik dan masuk kategori udara sangat tidak sehat.

Kondisi ini membuat masyarakat perlu lebih waspada saat beraktivitas, terutama di luar ruangan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, kekaburan udara akibat asap masih berpotensi terjadi di wilayah Riau sejak pagi hingga dini hari.

Forecaster On Duty BMKG, Yasir P mengingatkan warga mengurangi paparan asap ketika kondisi udara memburuk.

"Masyarakat diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan membatasi kegiatan di luar rumah apabila asap semakin pekat," kata Yasir.

Tingginya konsentrasi PM2.5 menjadi perhatian, karena partikel berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk ke saluran pernapasan. Paparan polusi berisiko memicu gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki masalah pernapasan.

BMKG mencatat, kualitas udara di Pekanbaru dini hari tadi mencapai 151,4 82,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Kemudian perlahan turun secara fluktuatif di angka 108 µg/m³ dan naik kembali memburuk diangka 149,6 µg/m³. Hingga pukul 06.00 WIB, kualitas udara di Pekanbaru masih dalam kategori tidak sehat dengan 102,8 µg/m³.

Kondisi ini juga terlihat dengan tebalnya kabut asap di sejumlah wilayah Pekanbaru dan sekitarnya. Bahkan jarak pandang semakin pendek dan diperkirakan hanya 200 hingga 400 meter.

Akibat kabut rasap yang semakin tebal, Pemko Pekanbaru kembali menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi peserta didik mulai dari PAUD-SMP.

Begitu dengan siswa SMA/SMK sederajat yang harus menyesuaikan kebijakan pemerintah kabupaten/kota. Selain itu, Pemko Pekanbaru juga kembali menutup dua Ruang Terbuka Hijau (RTH), yakni RTH Putri Kacamayang di jalan Sudirman dan RTH Tunjuk Ajar Integritas jalan Ahmad Yani-Jalan Riau. (bsh)