
PEKANBARU – Ford Motor Company menarik kembali 102.159 unit kendaraan pikap di Amerika Serikat akibat masalah pada modul panel instrumen analog. Kerusakan tersebut berpotensi membuat jarum penunjuk kecepatan kendaraan atau speedometer dan putaran mesin atau takometer macet maupun bergerak tidak menentu.
Mengutip laporan Reuters pada 20 Oktober 2026, penarikan kembali atau recall ini dilakukan setelah masalah tersebut tercatat dalam dokumen keselamatan kendaraan yang disampaikan kepada National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), badan keselamatan lalu lintas jalan raya Amerika Serikat.
Masalah tersebut berpotensi membuat pengemudi menerima informasi yang tidak akurat mengenai kecepatan kendaraan. NHTSA memperingatkan bahwa speedometer yang tidak menunjukkan kecepatan sebenarnya dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Berdasarkan laporan Ford Authority, kendaraan yang terdampak mencakup Ford Super Duty F-250, F-350, F-450, F-550, dan F-600 keluaran 2025–2026. Penarikan ini juga meliputi Ford F-150 model 2026 serta Ford F-750 model 2026.

Kendati jumlah kendaraan yang tercakup mencapai lebih dari 102 ribu unit, tidak berarti seluruh kendaraan tersebut dipastikan mengalami kerusakan. Recall dilakukan untuk kendaraan yang masuk dalam cakupan produksi dan memenuhi kriteria penarikan yang ditetapkan perusahaan.
Ford menyatakan tidak mengetahui adanya laporan kecelakaan maupun cedera yang berkaitan dengan masalah tersebut. Namun, potensi kesalahan informasi pada instrumen kendaraan tetap menjadi perhatian karena pengemudi mengandalkan indikator tersebut untuk memantau kondisi kendaraan selama berkendara.
Menurut informasi yang dilaporkan Ford Authority dan media otomotif Amerika Serikat, masalah tersebut berkaitan dengan modul panel instrumen yang digunakan pada kendaraan terdampak. Penyelidikan internal Ford terhadap persoalan ini telah berlangsung sejak Mei 2026.
Dalam dokumen recall, Ford mengidentifikasi adanya persoalan pada proses produksi pemasok komponen sebagai salah satu penyebab kerusakan. Gangguan pada modul tersebut dapat membuat jarum speedometer dan takometer tertahan pada posisi tertentu atau bergerak secara tidak teratur.
Sebagai langkah penanganan, Ford akan meminta pemilik kendaraan yang masuk dalam daftar recall untuk mendatangi dealer resmi. Teknisi akan mengganti modul panel instrumen yang bermasalah tanpa memungut biaya dari pemilik kendaraan.
Ford menjadwalkan pengiriman surat pemberitahuan awal kepada pemilik kendaraan mulai 26 Oktober 2026. Surat lanjutan akan dikirim setelah komponen pengganti tersedia, yang diperkirakan pada Desember 2026.
Pemilik kendaraan dapat memeriksa status recall melalui situs resmi NHTSA di https://www.nhtsa.gov/recalls dengan memasukkan nomor identifikasi kendaraan atau Vehicle Identification Number (VIN). Pemeriksaan berdasarkan VIN penting dilakukan karena tidak semua kendaraan dari model dan tahun produksi yang disebutkan otomatis terdampak.
Program penarikan kembali ini menjadi pengingat bahwa komponen penunjuk informasi kendaraan juga memiliki peran penting dalam keselamatan berkendara. Meskipun belum ada laporan kecelakaan atau cedera yang diketahui berkaitan dengan masalah tersebut, ketidakakuratan informasi kecepatan tetap perlu ditangani untuk mengurangi risiko di jalan raya. (*)







PEKANBARU – Ford Motor Company menarik kembali 102.159 unit kendaraan pikap di Amerika Serikat akibat masalah pada modul panel instrumen analog. Kerusakan tersebut berpotensi membuat jarum penunjuk kecepatan kendaraan atau speedometer dan putaran mesin atau takometer macet maupun bergerak tidak menentu.
Mengutip laporan Reuters pada 20 Oktober 2026, penarikan kembali atau recall ini dilakukan setelah masalah tersebut tercatat dalam dokumen keselamatan kendaraan yang disampaikan kepada National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), badan keselamatan lalu lintas jalan raya Amerika Serikat.
Masalah tersebut berpotensi membuat pengemudi menerima informasi yang tidak akurat mengenai kecepatan kendaraan. NHTSA memperingatkan bahwa speedometer yang tidak menunjukkan kecepatan sebenarnya dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Berdasarkan laporan Ford Authority, kendaraan yang terdampak mencakup Ford Super Duty F-250, F-350, F-450, F-550, dan F-600 keluaran 2025–2026. Penarikan ini juga meliputi Ford F-150 model 2026 serta Ford F-750 model 2026.
Kendati jumlah kendaraan yang tercakup mencapai lebih dari 102 ribu unit, tidak berarti seluruh kendaraan tersebut dipastikan mengalami kerusakan. Recall dilakukan untuk kendaraan yang masuk dalam cakupan produksi dan memenuhi kriteria penarikan yang ditetapkan perusahaan.
Ford menyatakan tidak mengetahui adanya laporan kecelakaan maupun cedera yang berkaitan dengan masalah tersebut. Namun, potensi kesalahan informasi pada instrumen kendaraan tetap menjadi perhatian karena pengemudi mengandalkan indikator tersebut untuk memantau kondisi kendaraan selama berkendara.
Menurut informasi yang dilaporkan Ford Authority dan media otomotif Amerika Serikat, masalah tersebut berkaitan dengan modul panel instrumen yang digunakan pada kendaraan terdampak. Penyelidikan internal Ford terhadap persoalan ini telah berlangsung sejak Mei 2026.
Dalam dokumen recall, Ford mengidentifikasi adanya persoalan pada proses produksi pemasok komponen sebagai salah satu penyebab kerusakan. Gangguan pada modul tersebut dapat membuat jarum speedometer dan takometer tertahan pada posisi tertentu atau bergerak secara tidak teratur.
Sebagai langkah penanganan, Ford akan meminta pemilik kendaraan yang masuk dalam daftar recall untuk mendatangi dealer resmi. Teknisi akan mengganti modul panel instrumen yang bermasalah tanpa memungut biaya dari pemilik kendaraan.
Ford menjadwalkan pengiriman surat pemberitahuan awal kepada pemilik kendaraan mulai 26 Oktober 2026. Surat lanjutan akan dikirim setelah komponen pengganti tersedia, yang diperkirakan pada Desember 2026.
Pemilik kendaraan dapat memeriksa status recall melalui situs resmi NHTSA di https://www.nhtsa.gov/recalls dengan memasukkan nomor identifikasi kendaraan atau Vehicle Identification Number (VIN). Pemeriksaan berdasarkan VIN penting dilakukan karena tidak semua kendaraan dari model dan tahun produksi yang disebutkan otomatis terdampak.
Program penarikan kembali ini menjadi pengingat bahwa komponen penunjuk informasi kendaraan juga memiliki peran penting dalam keselamatan berkendara. Meskipun belum ada laporan kecelakaan atau cedera yang diketahui berkaitan dengan masalah tersebut, ketidakakuratan informasi kecepatan tetap perlu ditangani untuk mengurangi risiko di jalan raya. (*)