logo
● Warga Rumbai Silahkan Kunjungi Pasar Murah, Beras SPHP Dijual Rp60 Ribu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Udara Pekanbaru Kian Mengkhawatirkan, PM2.5 Enam Kali Ambang Batas WHO Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Hujan Lebat Disertai Petir Malam Ini, BMKG Pantau 11 Titik Panas di Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Diduga Dipicu Sengketa Tanah, Adik Bacok Kakak Kandung Hingga Tewas di Ukui Pela Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Rupiah Makin Terpuruk, Ditutup di Level Rp18.060 per Dolar AS Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polda Riau Sita 2,1 Kg Sabu dan 284 Catridge Etomidate di Pekanbaru, Dua DPO Dib Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pansel KPU 2027–2032 Segera Diumumkan, DPR Tekankan Integritas Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / Otomotif
Ford Recall 102 Ribu Pikap di AS, Speedometer dan Takometer Berisiko Bermasalah
Pabrikan otomotif asal Amerika Serikat, Ford, menginisiasi program penarikan unit massal yang melibatkan ratusan ribu kendaraan jenis pikap menyusul temuan ketidakberesan pada perangkat penunjuk kecepatan yang berisiko memberikan informasi keliru kepada pengemudi. )Foto: Ilustrasi/motor1)
Ford Recall 102 Ribu Pikap di AS, Speedometer dan Takometer Berisiko Bermasalah
Editor: putrajaya
Rubrik: ekonomi | 22 Oktober 2026 | 09:20:00

PEKANBARU – Ford Motor Company menarik kembali 102.159 unit kendaraan pikap di Amerika Serikat akibat masalah pada modul panel instrumen analog. Kerusakan tersebut berpotensi membuat jarum penunjuk kecepatan kendaraan atau speedometer dan putaran mesin atau takometer macet maupun bergerak tidak menentu.

Mengutip laporan Reuters pada 20 Oktober 2026, penarikan kembali atau recall ini dilakukan setelah masalah tersebut tercatat dalam dokumen keselamatan kendaraan yang disampaikan kepada National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), badan keselamatan lalu lintas jalan raya Amerika Serikat.

Masalah tersebut berpotensi membuat pengemudi menerima informasi yang tidak akurat mengenai kecepatan kendaraan. NHTSA memperingatkan bahwa speedometer yang tidak menunjukkan kecepatan sebenarnya dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Berdasarkan laporan Ford Authority, kendaraan yang terdampak mencakup Ford Super Duty F-250, F-350, F-450, F-550, dan F-600 keluaran 2025–2026. Penarikan ini juga meliputi Ford F-150 model 2026 serta Ford F-750 model 2026.

iklan-view

Kendati jumlah kendaraan yang tercakup mencapai lebih dari 102 ribu unit, tidak berarti seluruh kendaraan tersebut dipastikan mengalami kerusakan. Recall dilakukan untuk kendaraan yang masuk dalam cakupan produksi dan memenuhi kriteria penarikan yang ditetapkan perusahaan.

Ford menyatakan tidak mengetahui adanya laporan kecelakaan maupun cedera yang berkaitan dengan masalah tersebut. Namun, potensi kesalahan informasi pada instrumen kendaraan tetap menjadi perhatian karena pengemudi mengandalkan indikator tersebut untuk memantau kondisi kendaraan selama berkendara.

Perbaikan gratis dijadwalkan mulai tersedia Desember 2026

Menurut informasi yang dilaporkan Ford Authority dan media otomotif Amerika Serikat, masalah tersebut berkaitan dengan modul panel instrumen yang digunakan pada kendaraan terdampak. Penyelidikan internal Ford terhadap persoalan ini telah berlangsung sejak Mei 2026.

Dalam dokumen recall, Ford mengidentifikasi adanya persoalan pada proses produksi pemasok komponen sebagai salah satu penyebab kerusakan. Gangguan pada modul tersebut dapat membuat jarum speedometer dan takometer tertahan pada posisi tertentu atau bergerak secara tidak teratur.

Sebagai langkah penanganan, Ford akan meminta pemilik kendaraan yang masuk dalam daftar recall untuk mendatangi dealer resmi. Teknisi akan mengganti modul panel instrumen yang bermasalah tanpa memungut biaya dari pemilik kendaraan.

Ford menjadwalkan pengiriman surat pemberitahuan awal kepada pemilik kendaraan mulai 26 Oktober 2026. Surat lanjutan akan dikirim setelah komponen pengganti tersedia, yang diperkirakan pada Desember 2026.

Pemilik kendaraan dapat memeriksa status recall melalui situs resmi NHTSA di https://www.nhtsa.gov/recalls dengan memasukkan nomor identifikasi kendaraan atau Vehicle Identification Number (VIN). Pemeriksaan berdasarkan VIN penting dilakukan karena tidak semua kendaraan dari model dan tahun produksi yang disebutkan otomatis terdampak.

Program penarikan kembali ini menjadi pengingat bahwa komponen penunjuk informasi kendaraan juga memiliki peran penting dalam keselamatan berkendara. Meskipun belum ada laporan kecelakaan atau cedera yang diketahui berkaitan dengan masalah tersebut, ketidakakuratan informasi kecepatan tetap perlu ditangani untuk mengurangi risiko di jalan raya. (*)

Home / Ekonomi
Ford Recall 102 Ribu Pikap di AS, Speedometer dan Takometer Berisiko Bermasalah
Editor: putrajaya
Rubrik: ekonomi | 22 Oktober 2026 | 09:20:00
Ford Recall 102 Ribu Pikap di AS, Speedometer dan Takometer Berisiko Bermasalah
Pabrikan otomotif asal Amerika Serikat, Ford, menginisiasi program penarikan unit massal yang melibatkan ratusan ribu kendaraan jenis pikap menyusul temuan ketidakberesan pada perangkat penunjuk kecepatan yang berisiko memberikan informasi keliru kepada pengemudi. )Foto: Ilustrasi/motor1)

PEKANBARU – Ford Motor Company menarik kembali 102.159 unit kendaraan pikap di Amerika Serikat akibat masalah pada modul panel instrumen analog. Kerusakan tersebut berpotensi membuat jarum penunjuk kecepatan kendaraan atau speedometer dan putaran mesin atau takometer macet maupun bergerak tidak menentu.

Mengutip laporan Reuters pada 20 Oktober 2026, penarikan kembali atau recall ini dilakukan setelah masalah tersebut tercatat dalam dokumen keselamatan kendaraan yang disampaikan kepada National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), badan keselamatan lalu lintas jalan raya Amerika Serikat.

Masalah tersebut berpotensi membuat pengemudi menerima informasi yang tidak akurat mengenai kecepatan kendaraan. NHTSA memperingatkan bahwa speedometer yang tidak menunjukkan kecepatan sebenarnya dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Berdasarkan laporan Ford Authority, kendaraan yang terdampak mencakup Ford Super Duty F-250, F-350, F-450, F-550, dan F-600 keluaran 2025–2026. Penarikan ini juga meliputi Ford F-150 model 2026 serta Ford F-750 model 2026.

Kendati jumlah kendaraan yang tercakup mencapai lebih dari 102 ribu unit, tidak berarti seluruh kendaraan tersebut dipastikan mengalami kerusakan. Recall dilakukan untuk kendaraan yang masuk dalam cakupan produksi dan memenuhi kriteria penarikan yang ditetapkan perusahaan.

Ford menyatakan tidak mengetahui adanya laporan kecelakaan maupun cedera yang berkaitan dengan masalah tersebut. Namun, potensi kesalahan informasi pada instrumen kendaraan tetap menjadi perhatian karena pengemudi mengandalkan indikator tersebut untuk memantau kondisi kendaraan selama berkendara.

Perbaikan gratis dijadwalkan mulai tersedia Desember 2026

Menurut informasi yang dilaporkan Ford Authority dan media otomotif Amerika Serikat, masalah tersebut berkaitan dengan modul panel instrumen yang digunakan pada kendaraan terdampak. Penyelidikan internal Ford terhadap persoalan ini telah berlangsung sejak Mei 2026.

Dalam dokumen recall, Ford mengidentifikasi adanya persoalan pada proses produksi pemasok komponen sebagai salah satu penyebab kerusakan. Gangguan pada modul tersebut dapat membuat jarum speedometer dan takometer tertahan pada posisi tertentu atau bergerak secara tidak teratur.

Sebagai langkah penanganan, Ford akan meminta pemilik kendaraan yang masuk dalam daftar recall untuk mendatangi dealer resmi. Teknisi akan mengganti modul panel instrumen yang bermasalah tanpa memungut biaya dari pemilik kendaraan.

Ford menjadwalkan pengiriman surat pemberitahuan awal kepada pemilik kendaraan mulai 26 Oktober 2026. Surat lanjutan akan dikirim setelah komponen pengganti tersedia, yang diperkirakan pada Desember 2026.

Pemilik kendaraan dapat memeriksa status recall melalui situs resmi NHTSA di https://www.nhtsa.gov/recalls dengan memasukkan nomor identifikasi kendaraan atau Vehicle Identification Number (VIN). Pemeriksaan berdasarkan VIN penting dilakukan karena tidak semua kendaraan dari model dan tahun produksi yang disebutkan otomatis terdampak.

Program penarikan kembali ini menjadi pengingat bahwa komponen penunjuk informasi kendaraan juga memiliki peran penting dalam keselamatan berkendara. Meskipun belum ada laporan kecelakaan atau cedera yang diketahui berkaitan dengan masalah tersebut, ketidakakuratan informasi kecepatan tetap perlu ditangani untuk mengurangi risiko di jalan raya. (*)