logo
● PSPS Pekanbaru Tantang Persikad, Tiga Poin Bisa Perkokoh Posisi Puncak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Wawako Pekanbaru Ingatkan Personel Satpol PP, Jangan Nodai Seragam dengan Pungli Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Gegara Uang Judi Online Rp500 Ribu, Ayah di Bandung Tega Habisi Nyawa Anak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Akhir Pekan yang Berat bagi Rupiah, Dolar AS Bertengger di Rp18.080 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Hilang Usai Kericuhan di Kebun PT ADEI, Sampe Simarmata Diduga Jadi Korban Pembu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Nasib Upah Pekerja Riau Tahun 2027 Belum Jelas, Disnakertrans Tunggu Aturan Pusa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Puluhan Mahasiswa UNRI Gelar Demonstrasi, Desak Pemerintah Serius Tangani Karhut Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Empat Warga Bersaksi dalam Sidang Budi Darmawan, Fasos dan Akses Jalan Jadi Soro Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
AQI Tembus 167, Udara Pekanbaru Masih Tak Sehat, PM2.5 Mencapai 78,3 µg/m³
Kualitas udara Pekanbaru masih tidak sehat akibat tingginya PM2.5. Kabut asap bertahan, hujan dan cuaca ekstrem mengancam sejumlah wilayah Riau. (Foto: Istimewa)
AQI Tembus 167, Udara Pekanbaru Masih Tak Sehat, PM2.5 Mencapai 78,3 µg/m³
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: news | 22 Oktober 2026 | 10:36:32

PEKANBARU-Kabut asap tipis masih menyelimuti Kota Pekanbaru, Kamis (22/10/2026) pagi. Saat ini, kualitas udara dinilai masih belum aman bagi kesehatan masyarakat. Konsentrasi polutan PM2.5 pagi ini masih berada pada tingkat mengkhawatirkan.

Berdasarkan pemantauan IQAir pukul 10.00 WIB, indeks kualitas udara Pekanbaru tercatat 167 dan berada dalam kategori tidak sehat. Konsentrasi partikel halus PM2.5 mencapai 78,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Angka yang lebih tinggi tercatat dalam pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Pukul 07.00 WIB tadi, konsentrasi PM2.5 mencapai 100,9 µg/m³.

iklan-view

Kondisi tersebut masih harus menjadi perhatian bersama di tengah munculnya kabut asap pada pagi hari. Meski udara belum bersih, kegiatan masyarakat tetap berlangsung seperti biasa.

Sejauh ini, kabut asap belum menghentikan rutinitas warga Pekanbaru. Kegiatan belajar mengajar di sekolah masih berlangsung secara tatap muka.

Namun, kebijakan berbeda diterapkan bagi peserta didik pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman kanak-kanak (TK). Kelompok usia tersebut masih mengikuti pembelajaran jarak jauh.

Tingginya konsentrasi PM2.5 perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama bagi anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan. Partikel halus ini dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.

Masyarakat disarankan membatasi aktivitas fisik di luar ruangan ketika asap menebal, menggunakan masker yang sesuai untuk menyaring partikel halus, serta memantau perkembangan kualitas udara dari sumber resmi.

Waspada Hujan Lebat, Petir dan Angin Kencang
Sementara itu, prakiraan cuaca untuk wilayah Riau menunjukkan kondisi udara berasap dan berawan berpotensi bertahan sejak pagi hingga dini hari.

Pada siang dan sore, hujan dengan intensitas ringan sampai sedang berpeluang turun di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Pelalawan, Kepulauan Meranti, dan Indragiri Hilir.

Memasuki malam, hujan diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Rokan Hulu, Siak, Pelalawan, Kampar, Kuantan Singingi, serta Kota Pekanbaru. Sementara itu, kondisi berasap dan berawan masih berpotensi menyelimuti sejumlah kawasan.

Pada dini hari, hujan ringan hingga sedang diperkirakan turun di sebagian wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kota Dumai, Bengkalis, Kampar, dan Siak.

Peluang hujan di sejumlah daerah tersebut diharapkan menjadi perhatian masyarakat, meskipun turunnya hujan tidak serta-merta menjamin kualitas udara langsung membaik di seluruh wilayah.

Di balik potensi hujan tersebut, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi cuaca ekstrem. Peringatan dini BMKG menyebut, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berpeluang terjadi di sebagian wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kota Dumai, Bengkalis, dan Siak.

Potensi tersebut dapat muncul mulai siang hingga malam dan berlanjut sampai dini hari.

Warga yang beraktivitas di luar rumah perlu memperhatikan perkembangan cuaca, terutama ketika hujan disertai angin kencang atau petir. Masyarakat juga diimbau mengikuti pembaruan informasi dari BMKG untuk mengetahui perubahan kondisi cuaca di wilayah masing-masing.

Di Pekanbaru, persoalan udara yang belum sehat masih membayangi aktivitas harian. Sementara hujan berpeluang turun di sejumlah daerah, kewaspadaan terhadap paparan asap dan perubahan cuaca tetap diperlukan. (bsh)

Home / News
AQI Tembus 167, Udara Pekanbaru Masih Tak Sehat, PM2.5 Mencapai 78,3 µg/m³
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: news | 22 Oktober 2026 | 10:36:32
AQI Tembus 167, Udara Pekanbaru Masih Tak Sehat, PM2.5 Mencapai 78,3 µg/m³
Kualitas udara Pekanbaru masih tidak sehat akibat tingginya PM2.5. Kabut asap bertahan, hujan dan cuaca ekstrem mengancam sejumlah wilayah Riau. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Kabut asap tipis masih menyelimuti Kota Pekanbaru, Kamis (22/10/2026) pagi. Saat ini, kualitas udara dinilai masih belum aman bagi kesehatan masyarakat. Konsentrasi polutan PM2.5 pagi ini masih berada pada tingkat mengkhawatirkan.

Berdasarkan pemantauan IQAir pukul 10.00 WIB, indeks kualitas udara Pekanbaru tercatat 167 dan berada dalam kategori tidak sehat. Konsentrasi partikel halus PM2.5 mencapai 78,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Angka yang lebih tinggi tercatat dalam pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Pukul 07.00 WIB tadi, konsentrasi PM2.5 mencapai 100,9 µg/m³.

Kondisi tersebut masih harus menjadi perhatian bersama di tengah munculnya kabut asap pada pagi hari. Meski udara belum bersih, kegiatan masyarakat tetap berlangsung seperti biasa.

Sejauh ini, kabut asap belum menghentikan rutinitas warga Pekanbaru. Kegiatan belajar mengajar di sekolah masih berlangsung secara tatap muka.

Namun, kebijakan berbeda diterapkan bagi peserta didik pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman kanak-kanak (TK). Kelompok usia tersebut masih mengikuti pembelajaran jarak jauh.

Tingginya konsentrasi PM2.5 perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama bagi anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan. Partikel halus ini dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.

Masyarakat disarankan membatasi aktivitas fisik di luar ruangan ketika asap menebal, menggunakan masker yang sesuai untuk menyaring partikel halus, serta memantau perkembangan kualitas udara dari sumber resmi.

Waspada Hujan Lebat, Petir dan Angin Kencang
Sementara itu, prakiraan cuaca untuk wilayah Riau menunjukkan kondisi udara berasap dan berawan berpotensi bertahan sejak pagi hingga dini hari.

Pada siang dan sore, hujan dengan intensitas ringan sampai sedang berpeluang turun di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Pelalawan, Kepulauan Meranti, dan Indragiri Hilir.

Memasuki malam, hujan diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Rokan Hulu, Siak, Pelalawan, Kampar, Kuantan Singingi, serta Kota Pekanbaru. Sementara itu, kondisi berasap dan berawan masih berpotensi menyelimuti sejumlah kawasan.

Pada dini hari, hujan ringan hingga sedang diperkirakan turun di sebagian wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kota Dumai, Bengkalis, Kampar, dan Siak.

Peluang hujan di sejumlah daerah tersebut diharapkan menjadi perhatian masyarakat, meskipun turunnya hujan tidak serta-merta menjamin kualitas udara langsung membaik di seluruh wilayah.

Di balik potensi hujan tersebut, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi cuaca ekstrem. Peringatan dini BMKG menyebut, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berpeluang terjadi di sebagian wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kota Dumai, Bengkalis, dan Siak.

Potensi tersebut dapat muncul mulai siang hingga malam dan berlanjut sampai dini hari.

Warga yang beraktivitas di luar rumah perlu memperhatikan perkembangan cuaca, terutama ketika hujan disertai angin kencang atau petir. Masyarakat juga diimbau mengikuti pembaruan informasi dari BMKG untuk mengetahui perubahan kondisi cuaca di wilayah masing-masing.

Di Pekanbaru, persoalan udara yang belum sehat masih membayangi aktivitas harian. Sementara hujan berpeluang turun di sejumlah daerah, kewaspadaan terhadap paparan asap dan perubahan cuaca tetap diperlukan. (bsh)