
KAMPAR-Kemunculan seekor tapir di kawasan perkebunan kelapa sawit di Pencing, Desa Kota Garo, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, menarik perhatian warga. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau kini bersiap menelusuri lokasi untuk mengetahui asal satwa dilindungi tersebut.
Kepala Bidang Teknis Konservasi Sumber Daya Alam BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, mengatakan pihaknya baru menerima laporan mengenai keberadaan tapir itu pada Senin (26/10/2026).
Setelah mendapatkan informasi tersebut, petugas akan menghubungi warga untuk memastikan titik kemunculan satwa. Pengecekan langsung ke lapangan juga direncanakan guna mencari jejak dan mengetahui pergerakan tapir.

Ujang mengaku belum bisa memastikan dari mana satwa tersebut berasal. Namun, kawasan penyangga Taman Hutan Raya (Tahura) yang berada di sekitar lokasi menjadi salah satu wilayah yang akan diperhatikan dalam penelusuran.
Menurutnya, keberadaan sejumlah area penyangga Tahura di sekitar perkebunan memungkinkan kawasan tersebut menjadi habitat asal tapir. Meski demikian, kepastian mengenai asal dan arah pergerakan satwa masih menunggu hasil pemeriksaan lapangan.
Sebelumnya, kemunculan tapir tersebut terekam dalam video amatir warga dan beredar di media sosial. Dalam rekaman itu, satwa berbulu hitam-putih tersebut terlihat berada di area perkebunan kelapa sawit sebelum berlari saat berpapasan dengan warga yang melintas menggunakan sepeda motor.
Seorang warga bernama Febri Suwardana menyebut peristiwa itu terjadi pada Minggu (25/10/2026) pagi, sekitar pukul 07.00 hingga 08.00 WIB.
Saat itu, ia bersama warga lainnya sedang dalam perjalanan pulang setelah bermalam di kebun. Mereka berjaga untuk melindungi tanaman kelapa sawit dari gangguan gajah.
Kemunculan tapir di area perkebunan tersebut kini menjadi perhatian BBKSDA Riau. Petugas akan menelusuri jejak di sekitar lokasi untuk mengetahui kemungkinan jalur yang dilalui satwa tersebut.
Sementara itu, warga diimbau tidak mendekati atau mencoba menangkap satwa liar yang dijumpai. Jika tapir kembali terlihat, warga sebaiknya menjaga jarak dan melaporkan kejadian tersebut kepada petugas konservasi.(*)







KAMPAR-Kemunculan seekor tapir di kawasan perkebunan kelapa sawit di Pencing, Desa Kota Garo, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, menarik perhatian warga. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau kini bersiap menelusuri lokasi untuk mengetahui asal satwa dilindungi tersebut.
Kepala Bidang Teknis Konservasi Sumber Daya Alam BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, mengatakan pihaknya baru menerima laporan mengenai keberadaan tapir itu pada Senin (26/10/2026).
Setelah mendapatkan informasi tersebut, petugas akan menghubungi warga untuk memastikan titik kemunculan satwa. Pengecekan langsung ke lapangan juga direncanakan guna mencari jejak dan mengetahui pergerakan tapir.
Ujang mengaku belum bisa memastikan dari mana satwa tersebut berasal. Namun, kawasan penyangga Taman Hutan Raya (Tahura) yang berada di sekitar lokasi menjadi salah satu wilayah yang akan diperhatikan dalam penelusuran.
Menurutnya, keberadaan sejumlah area penyangga Tahura di sekitar perkebunan memungkinkan kawasan tersebut menjadi habitat asal tapir. Meski demikian, kepastian mengenai asal dan arah pergerakan satwa masih menunggu hasil pemeriksaan lapangan.
Sebelumnya, kemunculan tapir tersebut terekam dalam video amatir warga dan beredar di media sosial. Dalam rekaman itu, satwa berbulu hitam-putih tersebut terlihat berada di area perkebunan kelapa sawit sebelum berlari saat berpapasan dengan warga yang melintas menggunakan sepeda motor.
Seorang warga bernama Febri Suwardana menyebut peristiwa itu terjadi pada Minggu (25/10/2026) pagi, sekitar pukul 07.00 hingga 08.00 WIB.
Saat itu, ia bersama warga lainnya sedang dalam perjalanan pulang setelah bermalam di kebun. Mereka berjaga untuk melindungi tanaman kelapa sawit dari gangguan gajah.
Kemunculan tapir di area perkebunan tersebut kini menjadi perhatian BBKSDA Riau. Petugas akan menelusuri jejak di sekitar lokasi untuk mengetahui kemungkinan jalur yang dilalui satwa tersebut.
Sementara itu, warga diimbau tidak mendekati atau mencoba menangkap satwa liar yang dijumpai. Jika tapir kembali terlihat, warga sebaiknya menjaga jarak dan melaporkan kejadian tersebut kepada petugas konservasi.(*)