logo
● Oknum Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Pagi Hari Sempat Terlihat Keluar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kuasa Hukum PT Kaluku Permai Wood Industries Bantah Tuduhan Mafia Tanah di Meran Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kejar Target Rp1,3 Triliun, Bapenda Pekanbaru Andalkan Lonjakan Penerimaan Pajak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Harga Sawit Riau Tembus Rp3.739 per Kg, Petani Umur 9 Tahun Paling Diuntungkan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Bukan Cuma Judi Online, Polri-Komdigi Sasar Kebocoran Data dan Hoaks Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polda Riau Bongkar Jaringan Internasional Penyeludup Sabu 35 Kg, Lima Tersangka Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pemesanan Perdana Kia Carens EV Resmi Dibuka untuk Pasar Indonesia Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Dua Putra Menteri Haji dan Umrah Akhirnya Mundur dari Tenaga Ahli Kementrian Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / RIAU
Mahasiswa Desak SF Hariyanto Temui Massa Aksi, Presma UIR Terjatuh dalam Bentrokan dengan Polisi
Presma UIR tergeletak di sisi jalan setelah terlibat bentrok dengan polisi dalam demonstrasi di depan Kantor Gubernur Riau pada Senin (26/10/2026). (Foto: Abdul Haris/Pekanbarutv.com)
Mahasiswa Desak SF Hariyanto Temui Massa Aksi, Presma UIR Terjatuh dalam Bentrokan dengan Polisi
Editor: Arya Mahendra | Penulis: Abdul Haris
Rubrik: news | 26 Oktober 2026 | 17:53:44

PEKANBARU - Bentrokan antara mahasiswa dan aparat kepolisian pecah di depan Kantor Gubernur Riau, Senin (26/10/2026). 

Insiden ini menyebabkan salah satu Presiden Mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR), Muhammad Ramadhanu terjatuh dan mendapatkan perawatan medis.

iklan-view

Bentrokan terjadi ketika massa aksi berupaya menerobos gerbang Kantor Gubernur Riau menggunakan mobil komando. 

Di tengah ketegangan, mahasiswa mendesak Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto untuk keluar dan menemui massa secara langsung.

"Kami meminta Pak SF Hariyanto untuk keluar, jumpa dengan kami. Jangan jadi pengecut," ujar salah seorang mahasiswa dalam orasinya.

Namun, hingga pukul 17.00 WIB, massa aksi masih menunggu kehadiran SF Hariyanto. 

Desakan tersebut terus disuarakan mahasiswa yang menginginkan aspirasi mereka didengar secara langsung oleh pimpinan Pemerintah Provinsi Riau.

Terjatuhnya salah satu Presiden Mahasiswa UIR dalam bentrokan itu menjadi sorotan tersendiri. 

Usai bentrokan, massa aksi juga berupaya memblokade jalan di simpang Tugu Zapin. 

Situasi kemudian berangsur mereda setelah koordinator aksi meminta peserta demonstrasi untuk tetap kondusif.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa turut membawa celana dalam berwarna merah sebagai simbol protes terhadap SF Hariyanto.

Mereka tidak hanya menyoroti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga mendesak pemerintah menindak dan mengadili korporasi yang diduga merusak hutan serta menyebabkan kebakaran. (har)

Home / News
Mahasiswa Desak SF Hariyanto Temui Massa Aksi, Presma UIR Terjatuh dalam Bentrokan dengan Polisi
Editor: Arya Mahendra | Penulis: Abdul Haris
Rubrik: news | 26 Oktober 2026 | 17:53:44
Mahasiswa Desak SF Hariyanto Temui Massa Aksi, Presma UIR Terjatuh dalam Bentrokan dengan Polisi
Presma UIR tergeletak di sisi jalan setelah terlibat bentrok dengan polisi dalam demonstrasi di depan Kantor Gubernur Riau pada Senin (26/10/2026). (Foto: Abdul Haris/Pekanbarutv.com)

PEKANBARU - Bentrokan antara mahasiswa dan aparat kepolisian pecah di depan Kantor Gubernur Riau, Senin (26/10/2026). 

Insiden ini menyebabkan salah satu Presiden Mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR), Muhammad Ramadhanu terjatuh dan mendapatkan perawatan medis.

Bentrokan terjadi ketika massa aksi berupaya menerobos gerbang Kantor Gubernur Riau menggunakan mobil komando. 

Di tengah ketegangan, mahasiswa mendesak Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto untuk keluar dan menemui massa secara langsung.

"Kami meminta Pak SF Hariyanto untuk keluar, jumpa dengan kami. Jangan jadi pengecut," ujar salah seorang mahasiswa dalam orasinya.

Namun, hingga pukul 17.00 WIB, massa aksi masih menunggu kehadiran SF Hariyanto. 

Desakan tersebut terus disuarakan mahasiswa yang menginginkan aspirasi mereka didengar secara langsung oleh pimpinan Pemerintah Provinsi Riau.

Terjatuhnya salah satu Presiden Mahasiswa UIR dalam bentrokan itu menjadi sorotan tersendiri. 

Usai bentrokan, massa aksi juga berupaya memblokade jalan di simpang Tugu Zapin. 

Situasi kemudian berangsur mereda setelah koordinator aksi meminta peserta demonstrasi untuk tetap kondusif.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa turut membawa celana dalam berwarna merah sebagai simbol protes terhadap SF Hariyanto.

Mereka tidak hanya menyoroti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga mendesak pemerintah menindak dan mengadili korporasi yang diduga merusak hutan serta menyebabkan kebakaran. (har)