logo
Rupiah Pagi Ini Melorot ke Rp18.000 per dollar Amerika Serikat, Dampak Gubernur Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Besok Pembacaan Duplik, Kasus Dugaan Korupsi Abdul Wahid Masuki Babak Akhir Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Satres Narkoba Polresta Pekanbaru Tangkap Pengedar Narkoba di Sukajadi, Sita 24, Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Pantau Tiga Hotspot di Riau, Hujan Ringan Masih Guyur Sejumlah Daerah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BREAKING NEWS: Gubernur BI Perry Warjiyo Mengundurkan Diri, Destry Damayanti Pim Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ratusan Tokoh Lima Daerah Gelar Musyawarah di Dumai, Bahas Pembentukan Provinsi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pejabat Pemko Pekanbaru Berkinerja Buruk Siap Diganti, Agung Nugroho Terapkan Ev Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pets Day Out 2026 Pekanbaru Jadi Magnet Pecinta Satwa, Edukasi Reptil hingga Vak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
Jemaah Haji Batal Berangkat Bisa Diganti Meski Visa Sudah Terbit, Menag: Pemerintah Saudi Setuju
Ilustrasi. Calon haji yang batal bisa diganti.
Jemaah Haji Batal Berangkat Bisa Diganti Meski Visa Sudah Terbit, Menag: Pemerintah Saudi Setuju
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
4 April 2026 | 07:52:09

JAKARTA — Kabar baik datang bagi calon jemaah haji Indonesia. Pemerintah Arab Saudi membuka peluang penggantian jemaah yang batal berangkat, meski visa telah diterbitkan.

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, mengungkapkan bahwa usulan tersebut telah disampaikan langsung kepada otoritas Saudi dan mendapat respons positif.

“Setiap tahun hampir 2.000 sampai 3.000 jemaah tidak jadi berangkat karena meninggal, sakit, dan sebagainya. Kami berharap bisa mengganti mereka,” ujarnya pada forum Haji Outlook 2026, Rabu (1/4/2026).

Ia menambahkan, pihak Arab Saudi menyambut baik usulan tersebut sebagai bagian dari upaya optimalisasi kuota haji.

iklan-view

“Alhamdulillah, Menteri Haji Saudi juga welcome dengan hal itu,” kata Gus Irfan.

Sebelumnya, wacana ini juga disampaikan oleh Anggota 13 Asosiasi Haji dan Umrah Firman M Nur, ia menilai penerbitan visa yang lebih awal tahun ini perlu diimbangi dengan skema mitigasi yang tepat.

Menurutnya, dalam masa tunggu keberangkatan, tidak sedikit jemaah yang batal berangkat karena faktor kesehatan atau meninggal dunia.

“Kami berharap jemaah yang batal bisa digantikan, meskipun visanya sudah keluar, agar kuota tidak mubazir,” ujarnya.

Ia menyebut jumlah jemaah yang batal setiap tahun bisa mencapai lebih dari 1.000 orang—angka yang dinilai cukup besar jika tidak dimanfaatkan kembali.

Dengan adanya lampu hijau dari pemerintah Saudi, skema ini diharapkan mampu mengurangi kuota yang terbuang sekaligus membuka peluang bagi jemaah lain untuk berangkat lebih cepat. (**)

Home / News
Jemaah Haji Batal Berangkat Bisa Diganti Meski Visa Sudah Terbit, Menag: Pemerintah Saudi Setuju
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: news | 4 April 2026 | 07:52:09
Jemaah Haji Batal Berangkat Bisa Diganti Meski Visa Sudah Terbit, Menag: Pemerintah Saudi Setuju
Ilustrasi. Calon haji yang batal bisa diganti.

JAKARTA — Kabar baik datang bagi calon jemaah haji Indonesia. Pemerintah Arab Saudi membuka peluang penggantian jemaah yang batal berangkat, meski visa telah diterbitkan.

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, mengungkapkan bahwa usulan tersebut telah disampaikan langsung kepada otoritas Saudi dan mendapat respons positif.

“Setiap tahun hampir 2.000 sampai 3.000 jemaah tidak jadi berangkat karena meninggal, sakit, dan sebagainya. Kami berharap bisa mengganti mereka,” ujarnya pada forum Haji Outlook 2026, Rabu (1/4/2026).

Ia menambahkan, pihak Arab Saudi menyambut baik usulan tersebut sebagai bagian dari upaya optimalisasi kuota haji.

“Alhamdulillah, Menteri Haji Saudi juga welcome dengan hal itu,” kata Gus Irfan.

Sebelumnya, wacana ini juga disampaikan oleh Anggota 13 Asosiasi Haji dan Umrah Firman M Nur, ia menilai penerbitan visa yang lebih awal tahun ini perlu diimbangi dengan skema mitigasi yang tepat.

Menurutnya, dalam masa tunggu keberangkatan, tidak sedikit jemaah yang batal berangkat karena faktor kesehatan atau meninggal dunia.

“Kami berharap jemaah yang batal bisa digantikan, meskipun visanya sudah keluar, agar kuota tidak mubazir,” ujarnya.

Ia menyebut jumlah jemaah yang batal setiap tahun bisa mencapai lebih dari 1.000 orang—angka yang dinilai cukup besar jika tidak dimanfaatkan kembali.

Dengan adanya lampu hijau dari pemerintah Saudi, skema ini diharapkan mampu mengurangi kuota yang terbuang sekaligus membuka peluang bagi jemaah lain untuk berangkat lebih cepat. (**)