logo
● Penampungan Solar Ilegal di Kampar Digerebek Polda, Sempat Dihalangi Warga Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● SF Hariyanto Raih Gelar ASEAN Engineer, Cetak Prestasi Bersejarah bagi Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kasus Sabu 46,93 Kg di Pekanbaru: Oknum TNI Ditahan Pomdam dan Terancam Dipecat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Lapas Bagansiapiapi Gagalkan Penyelundupan Liquid Vape Diduga Narkotika dalam Bo Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pelajar 14 Tahun Tewas Tabrak Truk Parkir di Jalan SM Amin Pekanbaru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pekanbarutv.com dan UIN Suska Riau Jalin Kerja Sama Tingkatkan Mutu Pendidikan, Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polda Riau Gagalkan Peredaran 46,9 Kg Sabu, Tersangka Babinsa dan Warga Sipil Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Direktur Toba Pulp Lestari Anwar Lawden Tersangka Dugaan Korupsi Rp 2 Triliun Tr Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
Senapan Rakitan Meledak Saat Praktek Sains di SMP IC Siak, Satu Siswa Tewas
Sekolah Menengah Pertama Islamic Center Siak. (Foto: dok. Antaranews)
Senapan Rakitan Meledak Saat Praktek Sains di SMP IC Siak, Satu Siswa Tewas
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: hukum | 9 April 2026 | 13:04:24

SIAK - Kepolisian Resor Siak, Provinsi Riau, saat ini sedang menyelidiki kasus meninggalnya seorang siswa kelas IX Sekolah Menengah Pertama Islamic Center Siak (SMP IC) berinisial MA (15) yang diduga akibat ledakan senapan rakitan saat mengikuti ujian praktek sain, Rabu (8/4/2026).

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Siak, Ajun Komisaris Polisi Raja Kosmos Parmulais, mengatakan peristiwa terjadi saat korban mempraktikkan alat yang diduga berupa senapan tiba-tiba terjadi ledakan, yang menyebabkan korban mengalami luka di bagian kepala.

"Kami sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dan benda yang diamankan akan dikirim ke laboratorium forensik (Labfor). Kita belum bisa memastikan bahan atau penyebab pasti ledakan sebelum ada hasil pemeriksaan,” katanya di Siak, Kamis (9/4/2026) seperti dikutip dari antaranews.

iklan-view

Saat itu adalah jam kegiatan ujian praktek sains pelajaran IPA dengan lima kelompok siswa yang masing-masing beranggotakan sembilan orang. Masing-masing kelompok akan memperagakan hasil karya sains yang telah mereka kerjakan.

Ketika giliran kelompok MA, dia (MA) menyuruh teman kelompoknya untuk menjauh dari titik TKP. Pasalnya MA akan memperagakan ujian prakteknya yang berupa senapan 3D rakitan yang dibuatnya.

MA mengambil posisi sebagai peraga dan melakukan tembakan senapan yang dibuatnya. Akan tetapi pada saat tembakan dilakukan terjadi ledakan di senapan rakitan tersebut yang mengakibatkan keluar asap dan suara ledakan disusul berhamburannya sejumlah material.

"Pecahan senapan rakitan berhamburan mengenai aula sekolah, dinding kelas dan juga kepala korban sehingga korban mengalami luka di bagian wajah akibat terkena pecahan senapan tersebut," ujarnya.

Korban selanjutnya sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

"Sejumlah barang bukti terkait proyek sains tersebut turut diamankan untuk keperluan penyelidikan," kata Raja.

Menurut dia, diduga penyebab ledakan yaitu hasil karya sains korban berbentuk bagian-bagian plastik, potongan besi dan bubuk hitam, namun kepolisian belum bisa memastikan jenis bubuk hitam itu karena harus dilakukan uji laboratorium.

"Kita kirim ke Labfor Polda Riau untuk memastikannya. Kita minta tidak ada spekulasi informasi yang tidak benar atas kejadian ini," ujarnya. (ntr)

Home / Hukum
Senapan Rakitan Meledak Saat Praktek Sains di SMP IC Siak, Satu Siswa Tewas
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: hukum | 9 April 2026 | 13:04:24
Senapan Rakitan Meledak Saat Praktek Sains di SMP IC Siak, Satu Siswa Tewas
Sekolah Menengah Pertama Islamic Center Siak. (Foto: dok. Antaranews)

SIAK - Kepolisian Resor Siak, Provinsi Riau, saat ini sedang menyelidiki kasus meninggalnya seorang siswa kelas IX Sekolah Menengah Pertama Islamic Center Siak (SMP IC) berinisial MA (15) yang diduga akibat ledakan senapan rakitan saat mengikuti ujian praktek sain, Rabu (8/4/2026).

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Siak, Ajun Komisaris Polisi Raja Kosmos Parmulais, mengatakan peristiwa terjadi saat korban mempraktikkan alat yang diduga berupa senapan tiba-tiba terjadi ledakan, yang menyebabkan korban mengalami luka di bagian kepala.

"Kami sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dan benda yang diamankan akan dikirim ke laboratorium forensik (Labfor). Kita belum bisa memastikan bahan atau penyebab pasti ledakan sebelum ada hasil pemeriksaan,” katanya di Siak, Kamis (9/4/2026) seperti dikutip dari antaranews.

Saat itu adalah jam kegiatan ujian praktek sains pelajaran IPA dengan lima kelompok siswa yang masing-masing beranggotakan sembilan orang. Masing-masing kelompok akan memperagakan hasil karya sains yang telah mereka kerjakan.

Ketika giliran kelompok MA, dia (MA) menyuruh teman kelompoknya untuk menjauh dari titik TKP. Pasalnya MA akan memperagakan ujian prakteknya yang berupa senapan 3D rakitan yang dibuatnya.

MA mengambil posisi sebagai peraga dan melakukan tembakan senapan yang dibuatnya. Akan tetapi pada saat tembakan dilakukan terjadi ledakan di senapan rakitan tersebut yang mengakibatkan keluar asap dan suara ledakan disusul berhamburannya sejumlah material.

"Pecahan senapan rakitan berhamburan mengenai aula sekolah, dinding kelas dan juga kepala korban sehingga korban mengalami luka di bagian wajah akibat terkena pecahan senapan tersebut," ujarnya.

Korban selanjutnya sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

"Sejumlah barang bukti terkait proyek sains tersebut turut diamankan untuk keperluan penyelidikan," kata Raja.

Menurut dia, diduga penyebab ledakan yaitu hasil karya sains korban berbentuk bagian-bagian plastik, potongan besi dan bubuk hitam, namun kepolisian belum bisa memastikan jenis bubuk hitam itu karena harus dilakukan uji laboratorium.

"Kita kirim ke Labfor Polda Riau untuk memastikannya. Kita minta tidak ada spekulasi informasi yang tidak benar atas kejadian ini," ujarnya. (ntr)