logo
Perjuangan Tak Mengkhianati Hasil, Srikandi Green Policing Polda Riau Juara I Se Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Peranan Guru Sebagai Fasilitator dalam Dunia Pendidikan Modern Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE: Korban Tewas Gempa Filipina Jadi 61 Orang, Puluhan Hilang dan 1.221 Terl Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi PIALA DUNIA 2026: Tiga Tuan Rumah Kompak Menggebrak, AS Menang Telak atas Paragu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Operasi Microsleep di Tol Permai, Petugas Pastikan Pengendara Tidak Mengantuk Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dishub Pekanbaru Kebut Perbaikan PJU, 1.000 Titik Lampu Jalan Kembali Berfungsi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Operasi Jatanras Polda Riau Berbuah Besar, Tiga Kasus Menonjol Terungkap Sekalig Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabut Tebal Ganggu Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru, Satu Pesawat Dialihk Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
Minyakita Kini Langka di Pekanbaru, Harga Tembus di Atas HET
Minyakita mulai langka di masayarakat Pekanbaru sejak beberapa pekan terakhir. (Foto: Istimewa)
Minyakita Kini Langka di Pekanbaru, Harga Tembus di Atas HET
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: boy surya hamta
11 April 2026 | 05:57:34

PEKANBARU-Ketersediaan minyak goreng bersubsidi Minyakita di Pekanbaru kian sulit ditemukan sejak beberapa pekan terakhir. Kondisi ini memicu keluhan warga, terutama pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada pasokan minyak murah tersebut.

Sejumlah pedagang mengaku harus berkeliling dari satu toko ke toko lain demi mendapatkan Minyakita, namun hasilnya kerap nihil. Kalaupun tersedia, stoknya terbatas dan cepat habis diserbu pembeli.

Alia, penjual ayam geprek di Arengka mengatakan, situasi ini mulai terasa sejak awal April 2026. Menurutnya, kelangkaan Minyakita membuat aktivitas usahanya terganggu akibat bahan baku utama sulit didapat.

“Sudah dicari ke banyak tempat, tapi jarang ada. Sekalinya ada, langsung habis. Ini sangat menyulitkan kami yang usaha kecil,” ujar Alia, Jumat (10/4/2026).

iklan-view

Tidak hanya langka, harga Minyakita di pasaran juga dilaporkan melonjak dan melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Kondisi ini memaksa pelaku usaha beralih ke minyak goreng non-subsidi dengan harga lebih mahal.

Dampaknya, biaya produksi meningkat dan margin keuntungan semakin tertekan. “Mau tidak mau kami pakai minyak lain yang lebih mahal supaya usaha tetap jalan,” tambah Iwan, pedagang goreng.

Keluhan serupa disampaikan Abbas, pelaku UMKM keripik di Pekanbaru. Dia menilai, Minyakita selama ini menjadi pilihan utama karena lebih terjangkau dibandingkan minyak curah. Namun kini, ketersediaannya tidak menentu.

“Sekarang susah dicari, kalaupun ada harganya sudah tinggi. Ini jelas memberatkan usaha kami,” katanya.

Menanggapi persoalan ini, anggota DPRD Riau Komisi II, Hardi Candra mengakui, pihaknya telah menerima banyak laporan dari masyarakat terkait kelangkaan Minyakita.

Ia menilai kondisi ini perlu segera ditangani agar tidak berdampak lebih luas. “Kami berharap ada langkah cepat dari pihak terkait untuk memastikan distribusi berjalan lancar, terutama bagi masyarakat dan pelaku UMKM,” ujarnya.

Kelangkaan Minyakita di Pekanbaru menjadi sorotan karena menyangkut kebutuhan pokok masyarakat. Jika tidak segera diatasi, kondisi ini berpotensi memicu kenaikan harga pangan dan memperberat beban ekonomi warga. (tpc)

Home / Ekonomi
Minyakita Kini Langka di Pekanbaru, Harga Tembus di Atas HET
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: boy surya hamta
Rubrik: ekonomi | 11 April 2026 | 05:57:34
Minyakita Kini Langka di Pekanbaru, Harga Tembus di Atas HET
Minyakita mulai langka di masayarakat Pekanbaru sejak beberapa pekan terakhir. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Ketersediaan minyak goreng bersubsidi Minyakita di Pekanbaru kian sulit ditemukan sejak beberapa pekan terakhir. Kondisi ini memicu keluhan warga, terutama pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada pasokan minyak murah tersebut.

Sejumlah pedagang mengaku harus berkeliling dari satu toko ke toko lain demi mendapatkan Minyakita, namun hasilnya kerap nihil. Kalaupun tersedia, stoknya terbatas dan cepat habis diserbu pembeli.

Alia, penjual ayam geprek di Arengka mengatakan, situasi ini mulai terasa sejak awal April 2026. Menurutnya, kelangkaan Minyakita membuat aktivitas usahanya terganggu akibat bahan baku utama sulit didapat.

“Sudah dicari ke banyak tempat, tapi jarang ada. Sekalinya ada, langsung habis. Ini sangat menyulitkan kami yang usaha kecil,” ujar Alia, Jumat (10/4/2026).

Tidak hanya langka, harga Minyakita di pasaran juga dilaporkan melonjak dan melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Kondisi ini memaksa pelaku usaha beralih ke minyak goreng non-subsidi dengan harga lebih mahal.

Dampaknya, biaya produksi meningkat dan margin keuntungan semakin tertekan. “Mau tidak mau kami pakai minyak lain yang lebih mahal supaya usaha tetap jalan,” tambah Iwan, pedagang goreng.

Keluhan serupa disampaikan Abbas, pelaku UMKM keripik di Pekanbaru. Dia menilai, Minyakita selama ini menjadi pilihan utama karena lebih terjangkau dibandingkan minyak curah. Namun kini, ketersediaannya tidak menentu.

“Sekarang susah dicari, kalaupun ada harganya sudah tinggi. Ini jelas memberatkan usaha kami,” katanya.

Menanggapi persoalan ini, anggota DPRD Riau Komisi II, Hardi Candra mengakui, pihaknya telah menerima banyak laporan dari masyarakat terkait kelangkaan Minyakita.

Ia menilai kondisi ini perlu segera ditangani agar tidak berdampak lebih luas. “Kami berharap ada langkah cepat dari pihak terkait untuk memastikan distribusi berjalan lancar, terutama bagi masyarakat dan pelaku UMKM,” ujarnya.

Kelangkaan Minyakita di Pekanbaru menjadi sorotan karena menyangkut kebutuhan pokok masyarakat. Jika tidak segera diatasi, kondisi ini berpotensi memicu kenaikan harga pangan dan memperberat beban ekonomi warga. (tpc)