logo
Riau dalam Kepungan Satwa Liar: Alarm yang Terlambat Kita Dengar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Senpai Vera Taurensa Wasit Terbaik Kejuaraan Kempo PORSENI XV Politeknik se-Indo Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabar Baik untuk Pemda, Menkeu Pastikan Tambahan Dana TKD Tinggal Tunggu Keputus Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menhut Raja Juli Belum Kunjung Dipanggil terkait Kasus Suhardiman, KPK: Kami Tak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Pantau 27 Hotspot di Riau, Dumai Dominasi Titik Panas Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Hujan Lebat Mengintai Riau, BMKG Minta Warga Pekanbaru Tingkatkan Kewaspadaan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Teror Monyet Liar di Inhil Belum Berakhir, Korban Kini Mencapai 10 Orang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Resep Kue Talam Ubi Kukus, Teksturnya Lembut dan Mudah Dibuat di Rumah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi

Santri Korban Pengeroyokan Jalani Perawatan Intensif

news | 18 Mei 2026 | 14:40:00
Editor: Adrian Vandora | Videografer: Diki | Ditonton: 254 kali

Seorang santri berusia 16 tahun di kabupaten pelalawan, riau, dilaporkan sempat mengalami koma diduga akibat dikeroyok empat kakak kelasnya di dalam asrama pondok pesantren hidayatul ma’arifiyah. Korban yang dirawat di ruang picu rsud arifin ahmad pekanbaru kini mulai sadar dan menunjukkan kondisi membaik. Kasus ini mendapat perhatian dprd riau yang berencana memanggil pihak pesantren dan kementerian agama untuk mencegah terulangnya kekerasan di lingkungan pendidikan berasrama.

LATEST NEWS
SPECIAL REPORT