logo
Riau dalam Kepungan Satwa Liar: Alarm yang Terlambat Kita Dengar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Senpai Vera Taurensa Wasit Terbaik Kejuaraan Kempo PORSENI XV Politeknik se-Indo Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabar Baik untuk Pemda, Menkeu Pastikan Tambahan Dana TKD Tinggal Tunggu Keputus Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menhut Raja Juli Belum Kunjung Dipanggil terkait Kasus Suhardiman, KPK: Kami Tak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Pantau 27 Hotspot di Riau, Dumai Dominasi Titik Panas Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Hujan Lebat Mengintai Riau, BMKG Minta Warga Pekanbaru Tingkatkan Kewaspadaan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Teror Monyet Liar di Inhil Belum Berakhir, Korban Kini Mencapai 10 Orang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Resep Kue Talam Ubi Kukus, Teksturnya Lembut dan Mudah Dibuat di Rumah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi

Jelang Iduladha, Kasus PMK di Riau Capai 775 Kasus

news | 20 Mei 2026 | 11:50:00
Editor: Adrian Vandora | Videografer: Rico A Saputra | Ditonton: 297 kali

Menjelang Iduladha, kasus Penyakit Kuku dan Mulut di Provinsi Riau kembali meningkat. Berdasarkan data sementara dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Riau, sejak Januari hingga April 2026 tercatat sebanyak 775 kasus PMK yang menyerang ternak warga, dengan kasus tertinggi terjadi pada bulan Maret mencapai 101 kasus. Kabupaten Indragiri Hulu menjadi daerah dengan jumlah kasus terbanyak yakni 368 kasus, disusul Kabupaten Rokan Hulu sebanyak 155 kasus dan Kabupaten Siak sebanyak 118 kasus. Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Riau, Faralinda Sari menyebutkan, dari total kasus yang ditemukan, masih terdapat 243 kasus yang belum sembuh. Upaya penanganan terus dilakukan melalui pengobatan hewan ternak, vaksinasi di sekitar titik kasus, serta edukasi kepada peternak mengenai pencegahan PMK. Pemerintah juga mengimbau panitia masjid agar membeli hewan kurban yang memiliki surat keterangan kesehatan hewan guna memastikan ternak telah diperiksa oleh dokter hewan berwenang.

LATEST NEWS
SPECIAL REPORT