logo
Ledakan Dahsyat Hancurkan Desa di Perbatasan Myanmar-China, 55 Orang Tewas dan P Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sempat Tertekan, Rupiah Berbalik Menguat ke Rp17.805 per Dolar AS Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kobaran Api Meluas ke Sejumlah Wilayah, 11 Daerah di Riau Naikkan Status Siaga D Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ketahanan Pangan Dimulai dari Lingkungan Terkecil, Polisi Datangi Peternak dan P Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Jalan Rambutan Pekanbaru Dibangun Total, Warga Tak Lagi Khawatir Lewati Ruas yan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pemkab Siak Akhirnya Ikuti Arahan Pusat, Jadwal WFH ASN Digeser dari Rabu ke Jum Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kasus Korupsi Kuota Haji Rp622 Miliar: KPK Jebloskan Dua Tersangka Baru ke Rutan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Saat Harga Emas Turun Tipis, Apakah Ini Momentum Terbaik untuk Mulai Investasi? Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi

Harga Sawit Terjun Bebas, Petani Menjerit

news | 31 Mei 2026 | 11:25:00
Editor: Adrian Vandora | Videografer: Dikky Kinoi | Ditonton: 153 kali

Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Pelalawan, Riau, anjlok hingga hampir Rp2.000 per kilogram hanya dalam tiga hari. Kondisi ini membuat petani dan pengusaha peron merugi besar. Penurunan harga diduga dipicu kekhawatiran pasar terhadap kebijakan tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam, termasuk CPO, yang akan dilakukan melalui satu pintu. Petani berharap pemerintah segera memberikan kepastian agar harga sawit kembali stabil dan tidak semakin membebani masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perkebunan.

LATEST NEWS
SPECIAL REPORT