logo
Kanit Binmas Polsek Payung Sekaki Sambangi Kebun Daun Ubi Warga, Lahan Sempit Ja Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabar dari Tanah Suci: Tangis Haru Jemaah Pecah Saat Dikunjungi Wawako Pekanbaru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Bupati Afni Gandeng Eks Mendikbud Mohammad Nuh, Siak Bidik Universitas NU Pertam Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Aksi Begal Makin Brutal, Seorang Polisi Jadi Korban, Kapolda Keluarkan Perintah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DJP Riau Sita 16 Aset Penunggak Pajak Senilai Rp2,95 Miliar di Pekanbaru, Kendar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Tragis! Pelajar 13 Tahun Meregang Nyawa Usai Jatuh Saat Salip Dump Truck di Pala Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp20 Ribu, Buyback Ikut Melemah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Belasan Ribu Ijazah SMA-SMK Riau Mengendap di Sekolah, Kajian Ombudsman RI Temuk Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Opini / Opini Mahasiswa
Berpikir Positif Tidak Cukup untuk Mengubah Kehidupan
Foto Ilustrasi.
Berpikir Positif Tidak Cukup untuk Mengubah Kehidupan
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arva ellian rahmatullah putra
20 April 2026 | 12:37:25

Oleh: Arva Ellian Rahmatullah Putra

OTAK manusia itu cerdas, tapi juga mudah tertipu. Ketika kita terlalu sibuk membayangkan hasil yang indah, seperti menjadi sukses atau memiliki rumah mewah, otak kita akan melepaskan hormon kesenangan yang membuat kita merasa nyaman. Ini bisa berbahaya karena otak kita merasa bahwa tugas sudah selesai, sehingga kita tidak merasa perlu bekerja keras lagi.

Ini adalah alasan mengapa banyak orang yang rajin membaca buku motivasi dan menonton video penyemangat, tetapi hidup mereka tidak banyak berubah. Mereka sudah merasa sukses di dalam pikiran mereka sendiri, sehingga mereka tidak merasa perlu berjuang di dunia nyata. 

Selain itu, berpikir positif tanpa melihat sisi buruk bisa membuat kita buta terhadap risiko. Hidup ini penuh dengan tantangan dan rintangan. Orang yang hanya berpikir positif bisa berjalan dengan kepala menengadah ke langit, tanpa sadar bahwa ada jurang yang dalam di depannya. 

iklan-view

Untuk mengalami perubahan hidup yang nyata, kita harus menjadi realis yang tangguh. Kita harus berani mengakui bahwa hidup kita sedang berantakan, kita sedang malas, dan kita tidak punya uang. Pengakuan jujur ini jauh lebih berguna daripada kebohongan manis yang kita katakan pada diri sendiri. 

Perubahan hidup adalah hasil dari tindakan yang kita lakukan. Jika kita ingin air mendidih, kita harus menyalakan api, bukan sekadar duduk di depan panci sambil membayangkan airnya menjadi panas. Kita harus melakukan tindakan-tindakan kecil yang membosankan, melelahkan, dan sering kali tidak menyenangkan setiap harinya. 

Berpikir positif bisa membantu kita untuk tidak cepat menyerah saat lelah, tapi yang benar-benar mengubah hidup kita adalah keringat, air mata, dan langkah kaki yang tetap berjalan meskipun kita merasa sangat negatif. Pada akhirnya, orang yang sukses bukan mereka yang selalu punya pikiran positif, melainkan mereka yang tetap melakukan apa yang harus dilakukan bahkan ketika mereka merasa sangat buruk.

Alasan lainnya itu berpikir positif saja tidak cukup. kita tidak bisa mengubah keadaan hanya dengan pikiran. kita butuh tindakan nyata. banyak orang merasa sudah berubah hanya karena mereka mengubah cara berpikir. tapi, dunia nyata tidak peduli dengan apa yang kita pikirkan. Dunia nyata hanya bereaksi terhadap apa yang kita lakukan. Kita lapar? Kita tidak butuh pikiran positif tentang makanan, kita butuh makanan, kita ingin kaya? Kita tidak butuh bayangan tentang uang, kita butuh kerja keras, keahlian, dan disiplin. 

Berpikir positif bisa menjadi pelarian. Saat kita gagal, kita sering bilang “ambil hikmahnya saja". Tapi, itu bisa membuat kita malas. kita tidak evaluasi kegagalan. Kita hanya membungkus kegagalan dengan pikiran positif. Ini berbahaya. Kita tidak akan belajar dari kesalahan. Rasa sakit, kecewa, dan marah bisa menjadi motivasi. Tapi, pikiran positif yang berlebihan bisa memadamkan api itu. Hidup yang berubah bukan hasil dari semangat yang meledak. Tapi, hasil dari kerja keras dan sistem yang baik. 

Orang yang hidupnya berubah bukan mereka yang berhasil mengusir pikiran negatif. Tapi, mereka yang tetap melangkah meski ada keraguan. Berpikir positif tanpa strategi membuat kita “optimis yang rapuh". Kita harus siap menghadapi masalah. Kita butuh strategi, rencana darurat, dan ketangguhan. Jadi, berhentilah hanya bermimpi. Mulailah bekerja. Satu langkah kecil yang dilakukan lebih berharga daripada seribu mimpi besar yang hanya dipikirkan. 

Bagi pengalaman saya tidak mencukupi bahwasannya kita terus membayangkan seperti apa kita besok apakah kita menjadi sukses atau yang kita lakukan dihargai. Tetapi tidak semudah itu. Banyak yang bakal kita hadapi, mulai yang kecil hingga besar dikarenakan perjalanan kita bakal tidak akan mudah ke depannya. Jika ada masalah kita harus bertanggung jawab akan konsekuensinya.

Bagaimanapun hidup kita tidak bisa berpikir positif terus menerus, maka dari itu ayo bawa perjalanan hidup kita melangkah sedikit demi sedikit agar proses menuju mimpi itu ada dan bisa membuktikan mimpi yang kalian positifkan itu ada. (**)

Penulis: Mahasiswa Universitas Islam Riau Program Studi Ilmu Komunikasi.

Home / Opini
Berpikir Positif Tidak Cukup untuk Mengubah Kehidupan
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arva ellian rahmatullah putra
Rubrik: opini | 20 April 2026 | 12:37:25
Berpikir Positif Tidak Cukup untuk Mengubah Kehidupan
Foto Ilustrasi.

Oleh: Arva Ellian Rahmatullah Putra

OTAK manusia itu cerdas, tapi juga mudah tertipu. Ketika kita terlalu sibuk membayangkan hasil yang indah, seperti menjadi sukses atau memiliki rumah mewah, otak kita akan melepaskan hormon kesenangan yang membuat kita merasa nyaman. Ini bisa berbahaya karena otak kita merasa bahwa tugas sudah selesai, sehingga kita tidak merasa perlu bekerja keras lagi.

Ini adalah alasan mengapa banyak orang yang rajin membaca buku motivasi dan menonton video penyemangat, tetapi hidup mereka tidak banyak berubah. Mereka sudah merasa sukses di dalam pikiran mereka sendiri, sehingga mereka tidak merasa perlu berjuang di dunia nyata. 

Selain itu, berpikir positif tanpa melihat sisi buruk bisa membuat kita buta terhadap risiko. Hidup ini penuh dengan tantangan dan rintangan. Orang yang hanya berpikir positif bisa berjalan dengan kepala menengadah ke langit, tanpa sadar bahwa ada jurang yang dalam di depannya. 

Untuk mengalami perubahan hidup yang nyata, kita harus menjadi realis yang tangguh. Kita harus berani mengakui bahwa hidup kita sedang berantakan, kita sedang malas, dan kita tidak punya uang. Pengakuan jujur ini jauh lebih berguna daripada kebohongan manis yang kita katakan pada diri sendiri. 

Perubahan hidup adalah hasil dari tindakan yang kita lakukan. Jika kita ingin air mendidih, kita harus menyalakan api, bukan sekadar duduk di depan panci sambil membayangkan airnya menjadi panas. Kita harus melakukan tindakan-tindakan kecil yang membosankan, melelahkan, dan sering kali tidak menyenangkan setiap harinya. 

Berpikir positif bisa membantu kita untuk tidak cepat menyerah saat lelah, tapi yang benar-benar mengubah hidup kita adalah keringat, air mata, dan langkah kaki yang tetap berjalan meskipun kita merasa sangat negatif. Pada akhirnya, orang yang sukses bukan mereka yang selalu punya pikiran positif, melainkan mereka yang tetap melakukan apa yang harus dilakukan bahkan ketika mereka merasa sangat buruk.

Alasan lainnya itu berpikir positif saja tidak cukup. kita tidak bisa mengubah keadaan hanya dengan pikiran. kita butuh tindakan nyata. banyak orang merasa sudah berubah hanya karena mereka mengubah cara berpikir. tapi, dunia nyata tidak peduli dengan apa yang kita pikirkan. Dunia nyata hanya bereaksi terhadap apa yang kita lakukan. Kita lapar? Kita tidak butuh pikiran positif tentang makanan, kita butuh makanan, kita ingin kaya? Kita tidak butuh bayangan tentang uang, kita butuh kerja keras, keahlian, dan disiplin. 

Berpikir positif bisa menjadi pelarian. Saat kita gagal, kita sering bilang “ambil hikmahnya saja". Tapi, itu bisa membuat kita malas. kita tidak evaluasi kegagalan. Kita hanya membungkus kegagalan dengan pikiran positif. Ini berbahaya. Kita tidak akan belajar dari kesalahan. Rasa sakit, kecewa, dan marah bisa menjadi motivasi. Tapi, pikiran positif yang berlebihan bisa memadamkan api itu. Hidup yang berubah bukan hasil dari semangat yang meledak. Tapi, hasil dari kerja keras dan sistem yang baik. 

Orang yang hidupnya berubah bukan mereka yang berhasil mengusir pikiran negatif. Tapi, mereka yang tetap melangkah meski ada keraguan. Berpikir positif tanpa strategi membuat kita “optimis yang rapuh". Kita harus siap menghadapi masalah. Kita butuh strategi, rencana darurat, dan ketangguhan. Jadi, berhentilah hanya bermimpi. Mulailah bekerja. Satu langkah kecil yang dilakukan lebih berharga daripada seribu mimpi besar yang hanya dipikirkan. 

Bagi pengalaman saya tidak mencukupi bahwasannya kita terus membayangkan seperti apa kita besok apakah kita menjadi sukses atau yang kita lakukan dihargai. Tetapi tidak semudah itu. Banyak yang bakal kita hadapi, mulai yang kecil hingga besar dikarenakan perjalanan kita bakal tidak akan mudah ke depannya. Jika ada masalah kita harus bertanggung jawab akan konsekuensinya.

Bagaimanapun hidup kita tidak bisa berpikir positif terus menerus, maka dari itu ayo bawa perjalanan hidup kita melangkah sedikit demi sedikit agar proses menuju mimpi itu ada dan bisa membuktikan mimpi yang kalian positifkan itu ada. (**)

Penulis: Mahasiswa Universitas Islam Riau Program Studi Ilmu Komunikasi.