
PEKANBARU — Perkembangan terbaru terkait kasus dugaan pencurian keranjang ayam yang viral di media sosial akhirnya menemui titik terang. Pihak PT PLN (Persero) memastikan bahwa pria dalam rekaman CCTV bukan bagian dari petugas resmi mereka.
Kepastian ini disampaikan usai pertemuan antara pihak PLN dan korban, Pak Rozi, yang digelar di Kantor Ikatan Keluarga Pesisir Selatan, Jalan Sudirman Ujung, Pekanbaru, sekitar pukul 10.00 WIB.
Humas PLN, Rivad Russadi, menjelaskan bahwa pihaknya telah menghadirkan seluruh petugas yang bertugas pada malam kejadian untuk dilakukan klarifikasi.
“Hasil pengecekan menunjukkan tidak ada kecocokan antara petugas piket dengan sosok yang terekam dalam CCTV pada Minggu pukul 03.28 WIB,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Selain itu, PLN melalui unit Electricity Service (ES) Unit Layanan Pekanbaru juga telah melakukan identifikasi lebih lanjut. Dari hasil tersebut, dipastikan atribut yang digunakan pelaku tidak sesuai dengan standar perlengkapan petugas resmi PLN.
“Dari penggunaan helm dan seragam, dapat dipastikan oknum tersebut bukan petugas dari PLN ES Unit Layanan Pekanbaru,” tambahnya.
Meski demikian, proses pengusutan tidak berhenti. Pihak korban bersama PLN sepakat untuk menelusuri lebih jauh identitas pelaku dengan memperluas pemeriksaan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian guna memperkuat alat bukti.
PLN juga menegaskan komitmennya untuk bersikap tegas apabila di kemudian hari ditemukan keterlibatan internal.
“Apabila ada petugas PLN yang terbukti terlibat, kami pastikan akan diserahkan ke pihak berwajib,” tegas Rivad. (ric)
PEKANBARU — Perkembangan terbaru terkait kasus dugaan pencurian keranjang ayam yang viral di media sosial akhirnya menemui titik terang. Pihak PT PLN (Persero) memastikan bahwa pria dalam rekaman CCTV bukan bagian dari petugas resmi mereka.
Kepastian ini disampaikan usai pertemuan antara pihak PLN dan korban, Pak Rozi, yang digelar di Kantor Ikatan Keluarga Pesisir Selatan, Jalan Sudirman Ujung, Pekanbaru, sekitar pukul 10.00 WIB.
Humas PLN, Rivad Russadi, menjelaskan bahwa pihaknya telah menghadirkan seluruh petugas yang bertugas pada malam kejadian untuk dilakukan klarifikasi.
“Hasil pengecekan menunjukkan tidak ada kecocokan antara petugas piket dengan sosok yang terekam dalam CCTV pada Minggu pukul 03.28 WIB,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Selain itu, PLN melalui unit Electricity Service (ES) Unit Layanan Pekanbaru juga telah melakukan identifikasi lebih lanjut. Dari hasil tersebut, dipastikan atribut yang digunakan pelaku tidak sesuai dengan standar perlengkapan petugas resmi PLN.
“Dari penggunaan helm dan seragam, dapat dipastikan oknum tersebut bukan petugas dari PLN ES Unit Layanan Pekanbaru,” tambahnya.
Meski demikian, proses pengusutan tidak berhenti. Pihak korban bersama PLN sepakat untuk menelusuri lebih jauh identitas pelaku dengan memperluas pemeriksaan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian guna memperkuat alat bukti.
PLN juga menegaskan komitmennya untuk bersikap tegas apabila di kemudian hari ditemukan keterlibatan internal.
“Apabila ada petugas PLN yang terbukti terlibat, kami pastikan akan diserahkan ke pihak berwajib,” tegas Rivad. (ric)