logo
● Ahli Ekonomi :Program MBG Gerakkan Ekonomi Desa dan Buka Lapangan Pekerjaan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● KPK Telusuri Kasus Dana Bencana Rp148 Miliar, Dua Anggota TNI Jadi Perhatian Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Rupiah Kembali Tersungkur di Atas Rp18.000, Sentimen Global Membayangi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Diduga Selundupkan Narkoba, Kapal Tanker Mongolia Diamankan di Belawan, 8 Orang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● El Niño Pengaruhi Jadwal Musim Hujan, BMKG Minta Warga Bersiap Hadapi Cuaca Ekst Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Antisipasi Dampak Kabut Asap, Sekdaprov Riau Tinjau Posko Kesehatan dan Rumah Ok Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● AKP Zulhendra Resmi Jabat Kapolsek Pangkalan Kerinci, Kompol Shilton ke Polresta Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Antrean Solar Picu Kemacetan di Pekanbaru, Dishub Peringatkan Pengelola SPBU Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Hukum / PELALAWAN
Warga Pelalawan Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga Akibat Tekanan Ekonomi
Aparat kepolisian dan babinsa mengevakuasi jasad seorang pria yang tewas gantung diri di kediamannya, di Bunut, Pelalawan. (Foto: Dikky)
Warga Pelalawan Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga Akibat Tekanan Ekonomi
Editor: Arya Mahendra | Penulis: dikky kinoi
Rubrik: hukum | 30 April 2026 | 11:08:55

PELALAWAN — Seorang pria warga Desa Terbangiang, Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan, Riau, berinisial AD (36), ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, Rabu (29/4/2026) pagi.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh pihak keluarga sekitar pukul 04.30 WIB. Saat itu, istri korban NT (41), mendapati korban tidak berada di tempat tidur. 

Lalu ia melakukan pencarian di sekitar rumah hingga akhirnya menemukan korban dalam kondisi tergantung tidak bernyawa di kamar mandi dengan seutas tali di lehernya.

iklan-view

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak keluarga dan aparat setempat, yang selanjutnya diteruskan ke pihak kepolisian. Petugas dari Polsek Bunut bersama unsur terkait segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal.

Kapolsek Bunut AKP Arinal Fajri, SH, kepada media menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal oleh petugas dan tenaga medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Sejumlah barang yang berada di lokasi turut diamankan sebagai bagian dari prosedur penanganan kejadian.

Dari keterangan keluarga, korban diduga mengalami tekanan pribadi terkait masalah ekonomi. Korban juga disebut memiliki riwayat gangguan emosional dalam beberapa waktu terakhir.

"Tahun lalu korban juga pernah melakukan percobaan bunuh diri dengan meminum racun. Namun nyawanya masih tertolong, setelah dibawa ke rumah sakit," terang Kapolsek.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Sementara itu, kepolisian menyimpulkan bahwa tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut. (dik)

Home / Hukum
Warga Pelalawan Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga Akibat Tekanan Ekonomi
Editor: Arya Mahendra | Penulis: dikky kinoi
Rubrik: hukum | 30 April 2026 | 11:08:55
Warga Pelalawan Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga Akibat Tekanan Ekonomi
Aparat kepolisian dan babinsa mengevakuasi jasad seorang pria yang tewas gantung diri di kediamannya, di Bunut, Pelalawan. (Foto: Dikky)

PELALAWAN — Seorang pria warga Desa Terbangiang, Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan, Riau, berinisial AD (36), ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, Rabu (29/4/2026) pagi.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh pihak keluarga sekitar pukul 04.30 WIB. Saat itu, istri korban NT (41), mendapati korban tidak berada di tempat tidur. 

Lalu ia melakukan pencarian di sekitar rumah hingga akhirnya menemukan korban dalam kondisi tergantung tidak bernyawa di kamar mandi dengan seutas tali di lehernya.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak keluarga dan aparat setempat, yang selanjutnya diteruskan ke pihak kepolisian. Petugas dari Polsek Bunut bersama unsur terkait segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal.

Kapolsek Bunut AKP Arinal Fajri, SH, kepada media menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal oleh petugas dan tenaga medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Sejumlah barang yang berada di lokasi turut diamankan sebagai bagian dari prosedur penanganan kejadian.

Dari keterangan keluarga, korban diduga mengalami tekanan pribadi terkait masalah ekonomi. Korban juga disebut memiliki riwayat gangguan emosional dalam beberapa waktu terakhir.

"Tahun lalu korban juga pernah melakukan percobaan bunuh diri dengan meminum racun. Namun nyawanya masih tertolong, setelah dibawa ke rumah sakit," terang Kapolsek.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Sementara itu, kepolisian menyimpulkan bahwa tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut. (dik)