
JAKARTA - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) mengalami penguatan signifikan terhadap rupiah hingga menembus level Rp17.500 pada Selasa (12/5/2026) siang. Lonjakan mata uang Paman Sam ini memicu penyesuaian harga jual di sejumlah perbankan nasional yang kini berada di kisaran Rp17.600.
Kenaikan nilai tukar ini terpantau melalui berbagai bank besar di Indonesia yang telah memperbarui kurs transaksi mereka. Dilansir dari Detik Finance, beberapa institusi keuangan bahkan menetapkan harga jual di atas level psikologis Rp17.600 pada hari ini.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) tercatat menjadi salah satu bank dengan nilai jual tertinggi, yakni Rp 17.660 per dolar AS, dengan posisi kurs beli di angka Rp 17.360. Langkah serupa diikuti oleh PT Bank OCBC NISP Tbk yang mematok kurs jual Rp 17.616 dan kurs beli Rp 17.338.
Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sama-sama menetapkan angka jual sebesar Rp 17.615 per dolar AS. Untuk posisi beli, BRI berada di level Rp 17.415, sedangkan BTN di posisi Rp 17.365.
Dua bank milik negara lainnya, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, menetapkan kurs jual yang sedikit lebih rendah di angka Rp 17.560. Bank Mandiri mematok kurs beli Rp 17.260, sementara BNI menetapkan kurs beli sebesar Rp 17.420.
Kondisi pasar mata uang ini menunjukkan tekanan yang terus berlanjut terhadap nilai tukar rupiah. Hingga saat ini, pelaku pasar masih memantau pergerakan nilai tukar di tengah fluktuasi ekonomi global yang memengaruhi posisi mata uang domestik. (hic)
JAKARTA - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) mengalami penguatan signifikan terhadap rupiah hingga menembus level Rp17.500 pada Selasa (12/5/2026) siang. Lonjakan mata uang Paman Sam ini memicu penyesuaian harga jual di sejumlah perbankan nasional yang kini berada di kisaran Rp17.600.
Kenaikan nilai tukar ini terpantau melalui berbagai bank besar di Indonesia yang telah memperbarui kurs transaksi mereka. Dilansir dari Detik Finance, beberapa institusi keuangan bahkan menetapkan harga jual di atas level psikologis Rp17.600 pada hari ini.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) tercatat menjadi salah satu bank dengan nilai jual tertinggi, yakni Rp 17.660 per dolar AS, dengan posisi kurs beli di angka Rp 17.360. Langkah serupa diikuti oleh PT Bank OCBC NISP Tbk yang mematok kurs jual Rp 17.616 dan kurs beli Rp 17.338.
Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sama-sama menetapkan angka jual sebesar Rp 17.615 per dolar AS. Untuk posisi beli, BRI berada di level Rp 17.415, sedangkan BTN di posisi Rp 17.365.
Dua bank milik negara lainnya, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, menetapkan kurs jual yang sedikit lebih rendah di angka Rp 17.560. Bank Mandiri mematok kurs beli Rp 17.260, sementara BNI menetapkan kurs beli sebesar Rp 17.420.
Kondisi pasar mata uang ini menunjukkan tekanan yang terus berlanjut terhadap nilai tukar rupiah. Hingga saat ini, pelaku pasar masih memantau pergerakan nilai tukar di tengah fluktuasi ekonomi global yang memengaruhi posisi mata uang domestik. (hic)