logo
PIALA AFF 2026: Indonesia Pesta Gol ke Gawang Timor Leste, Thom Haye Bersinar da Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Ditutup Menguat 89 Poin Jelang Agustus 2026, Berikut Proyeksi Nilai Tukar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Fakta Baru Mangkraknya Pasar Bawah Pekanbaru: Kontraktor Diklaim Mundur Saat Pro Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Titik Api di Riau Bertambah Jadi 10, Manggala Agni Berjibaku Padamkan Karhutla 1 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Tiga Dapur MBG di Riau Dihentikan, BGN Temukan Pelanggaran Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pengelola Pasar Bawah Siap Audiensi, Klaim Masih Sanggup Lanjutkan Revitalisasi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pendeta Diduga Bunuh Istri demi Uang Asuransi Rp10 Miliar, Dana Dipakai Biayai S Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi KPK Periksa Istri Suhardiman Amby, Mantan Sekda hingga 7 Tenaga Ahli dalam Kasus Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / KAMPAR
Kawasan Konservasi Rusak, Pemkab Kampar Minta Kementrian PUPR Revitalisasi Embung Stanum
Bupati Ahmad Yuzar melakukan kordinasi dengan Kementerian PUPR di Jakarta untuk revitalisasi kawasan konservasi Embung Stanum di Kabupaten Kampar. (Foto: MCR)
Kawasan Konservasi Rusak, Pemkab Kampar Minta Kementrian PUPR Revitalisasi Embung Stanum
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
14 Mei 2026 | 12:01:53

KAMPAR – Kerusakan kawasan konservasi Embung Stanum di Kabupaten Kampar, Riau, kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar. Selain berfungsi sebagai cadangan air, embung tersebut juga memiliki peran strategis dalam mendukung penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kerap mengancam wilayah itu saat musim kemarau.

Melihat kondisi yang mulai memprihatinkan, Pemkab Kampar bergerak mendorong revitalisasi kawasan Embung Stanum melalui koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Jakarta.

Bupati Kampar, Ahmad Yuzar menegaskan, Embung Stanum tidak hanya penting sebagai kawasan konservasi lingkungan, tetapi juga menjadi penopang utama mitigasi bencana di daerah sekitar.

“Kawasan konservasi Stanum memiliki peranan yang sangat strategis sebagai penyangga lingkungan serta sumber cadangan air bagi wilayah sekitarnya,” ujar Ahmad Yuzar, Kamis (14/5/2026).

iklan-view

Menurutnya, keberadaan embung memiliki dampak langsung terhadap kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi ancaman kekeringan maupun Karhutla.

“Ini juga berdampak langsung terhadap kesiapsiagaan daerah menghadapi Karhutla,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kampar, Yuricho Efril menyebut Embung Stanum selama ini menjadi salah satu sumber air vital bagi petugas pemadam kebakaran saat menangani kebakaran hutan, lahan, hingga permukiman warga.

“Keberadaan embung memiliki fungsi vital dalam mendukung operasional pemadaman kebakaran, terutama sebagai sumber air strategis saat terjadi kebakaran hutan, lahan, maupun permukiman,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada konservasi air, Pemkab Kampar juga berencana mengembangkan kawasan Embung Stanum menjadi pusat terpadu penanggulangan bencana kebakaran dan nonkebakaran.

“Ini merupakan kebanggaan bagi kami di Dinas Damkar dan Penyelamatan dapat turut berkontribusi terkait konservasi Embung Stanum, sekaligus mendorong pembentukan center terpadu penanggulangan bencana kebakaran dan nonkebakaran,” tambah Yuricho.

Dengan revitalisasi yang terintegrasi, Embung Stanum diharapkan mampu memperkuat ketahanan cadangan air daerah sekaligus meningkatkan kecepatan respons penanganan bencana di Kabupaten Kampar. (MCR)

Kawasan Konservasi Rusak, Pemkab Kampar Minta Kementrian PUPR Revitalisasi Embung Stanum
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: lingkungan | 14 Mei 2026 | 12:01:53
Kawasan Konservasi Rusak, Pemkab Kampar Minta Kementrian PUPR Revitalisasi Embung Stanum
Bupati Ahmad Yuzar melakukan kordinasi dengan Kementerian PUPR di Jakarta untuk revitalisasi kawasan konservasi Embung Stanum di Kabupaten Kampar. (Foto: MCR)

KAMPAR – Kerusakan kawasan konservasi Embung Stanum di Kabupaten Kampar, Riau, kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar. Selain berfungsi sebagai cadangan air, embung tersebut juga memiliki peran strategis dalam mendukung penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kerap mengancam wilayah itu saat musim kemarau.

Melihat kondisi yang mulai memprihatinkan, Pemkab Kampar bergerak mendorong revitalisasi kawasan Embung Stanum melalui koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Jakarta.

Bupati Kampar, Ahmad Yuzar menegaskan, Embung Stanum tidak hanya penting sebagai kawasan konservasi lingkungan, tetapi juga menjadi penopang utama mitigasi bencana di daerah sekitar.

“Kawasan konservasi Stanum memiliki peranan yang sangat strategis sebagai penyangga lingkungan serta sumber cadangan air bagi wilayah sekitarnya,” ujar Ahmad Yuzar, Kamis (14/5/2026).

Menurutnya, keberadaan embung memiliki dampak langsung terhadap kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi ancaman kekeringan maupun Karhutla.

“Ini juga berdampak langsung terhadap kesiapsiagaan daerah menghadapi Karhutla,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kampar, Yuricho Efril menyebut Embung Stanum selama ini menjadi salah satu sumber air vital bagi petugas pemadam kebakaran saat menangani kebakaran hutan, lahan, hingga permukiman warga.

“Keberadaan embung memiliki fungsi vital dalam mendukung operasional pemadaman kebakaran, terutama sebagai sumber air strategis saat terjadi kebakaran hutan, lahan, maupun permukiman,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada konservasi air, Pemkab Kampar juga berencana mengembangkan kawasan Embung Stanum menjadi pusat terpadu penanggulangan bencana kebakaran dan nonkebakaran.

“Ini merupakan kebanggaan bagi kami di Dinas Damkar dan Penyelamatan dapat turut berkontribusi terkait konservasi Embung Stanum, sekaligus mendorong pembentukan center terpadu penanggulangan bencana kebakaran dan nonkebakaran,” tambah Yuricho.

Dengan revitalisasi yang terintegrasi, Embung Stanum diharapkan mampu memperkuat ketahanan cadangan air daerah sekaligus meningkatkan kecepatan respons penanganan bencana di Kabupaten Kampar. (MCR)