logo
Blackout Sumatera, Ditlantas Polda Riau Siaga Penuh: Patroli Blue Light Ditingka Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sumatera Blackout! Pekanbaru Gelap Gulita, Diduga Gangguan Jaringan 275 kV di Mu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Nekat Haji Lewat Jalur Nonprosedural, 6 WNI Dicegah Berangkat di Bandara SSK II Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Tersungkur ke Rp17.673 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Terlemah Sepekan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ratusan Mahasiswa Demo Polda Riau, Desak Penindakan Mafia BBM Ilegal dan Copot K Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polresta Pekanbaru Dalami Kasus Dugaan Pengeroyokan di SMK Pertanian, Pihak Seko Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Toko Elektronik Online Palsu Tipu Korban Rp154 Juta, Polresta Pekanbaru Bekuk Pe Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Trump dan Netanyahu Perang Mulut di Telepon Gara-gara AS Tunda Serangan Besar ke Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / INFO HAJI 2026
Nekat Haji Lewat Jalur Nonprosedural, 6 WNI Dicegah Berangkat di Bandara SSK II
Ilustrasi. Enam WNI dicegah berangkat haji di bandara SSK II karena nekat gunakan jalur nonprosedural. (Foto: MCR)
Nekat Haji Lewat Jalur Nonprosedural, 6 WNI Dicegah Berangkat di Bandara SSK II
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
22 Mei 2026 | 18:17:03

PEKANBARU – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pekanbaru kembali menggagalkan dugaan keberangkatan haji nonprosedural. Sebanyak enam Warga Negara Indonesia (WNI) ditunda keberangkatannya di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru karena diduga hendak menunaikan ibadah haji melalui jalur nonresmi.

Penggagalan itu bermula saat petugas imigrasi menemukan indikasi mencurigakan dari salah seorang penumpang berinisial HF. Saat pemeriksaan dokumen perjalanan, petugas menemukan cap cancel departure atau pembatalan keberangkatan dari Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Internasional Dumai di dalam paspornya.

Temuan tersebut langsung dikembangkan petugas dengan melakukan pemeriksaan mendalam terhadap seluruh rombongan yang hendak berangkat ke luar negeri itu.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pekanbaru, Ryang Yang Satiawan, mengatakan modus yang paling sering ditemukan dalam kasus serupa adalah penggunaan visa selain visa haji untuk masuk ke Arab Saudi pada musim haji.

iklan-view

Menurutnya, praktik haji nonprosedural sangat berisiko karena dapat memicu persoalan hukum, penelantaran, hingga kendala perlindungan WNI di negara tujuan.

“Imigrasi Pekanbaru berkomitmen melakukan pengawasan maksimal terhadap keberangkatan WNI yang terindikasi akan melaksanakan ibadah haji secara nonprosedural. Langkah ini merupakan bentuk perlindungan negara agar masyarakat terhindar dari persoalan hukum, penelantaran, maupun kendala di negara tujuan,” tegas Ryang, Jumat (22/5/2026).

Ia menjelaskan, penundaan keberangkatan tersebut dilakukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian yang memberikan kewenangan kepada petugas untuk melakukan pemeriksaan, pengawasan, hingga penundaan keberangkatan terhadap pihak yang diduga melanggar prosedur keimigrasian.

Imigrasi Pekanbaru juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran berangkat haji melalui jalur nonprosedural dengan iming-iming proses cepat maupun biaya murah.

Masyarakat diminta memastikan seluruh dokumen perjalanan dan proses keberangkatan dilakukan sesuai prosedur resmi demi keamanan, kenyamanan, dan perlindungan selama berada di luar negeri. (mcr)

Home / News
Nekat Haji Lewat Jalur Nonprosedural, 6 WNI Dicegah Berangkat di Bandara SSK II
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: news | 22 Mei 2026 | 18:17:03
Nekat Haji Lewat Jalur Nonprosedural, 6 WNI Dicegah Berangkat di Bandara SSK II
Ilustrasi. Enam WNI dicegah berangkat haji di bandara SSK II karena nekat gunakan jalur nonprosedural. (Foto: MCR)

PEKANBARU – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pekanbaru kembali menggagalkan dugaan keberangkatan haji nonprosedural. Sebanyak enam Warga Negara Indonesia (WNI) ditunda keberangkatannya di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru karena diduga hendak menunaikan ibadah haji melalui jalur nonresmi.

Penggagalan itu bermula saat petugas imigrasi menemukan indikasi mencurigakan dari salah seorang penumpang berinisial HF. Saat pemeriksaan dokumen perjalanan, petugas menemukan cap cancel departure atau pembatalan keberangkatan dari Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Internasional Dumai di dalam paspornya.

Temuan tersebut langsung dikembangkan petugas dengan melakukan pemeriksaan mendalam terhadap seluruh rombongan yang hendak berangkat ke luar negeri itu.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pekanbaru, Ryang Yang Satiawan, mengatakan modus yang paling sering ditemukan dalam kasus serupa adalah penggunaan visa selain visa haji untuk masuk ke Arab Saudi pada musim haji.

Menurutnya, praktik haji nonprosedural sangat berisiko karena dapat memicu persoalan hukum, penelantaran, hingga kendala perlindungan WNI di negara tujuan.

“Imigrasi Pekanbaru berkomitmen melakukan pengawasan maksimal terhadap keberangkatan WNI yang terindikasi akan melaksanakan ibadah haji secara nonprosedural. Langkah ini merupakan bentuk perlindungan negara agar masyarakat terhindar dari persoalan hukum, penelantaran, maupun kendala di negara tujuan,” tegas Ryang, Jumat (22/5/2026).

Ia menjelaskan, penundaan keberangkatan tersebut dilakukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian yang memberikan kewenangan kepada petugas untuk melakukan pemeriksaan, pengawasan, hingga penundaan keberangkatan terhadap pihak yang diduga melanggar prosedur keimigrasian.

Imigrasi Pekanbaru juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran berangkat haji melalui jalur nonprosedural dengan iming-iming proses cepat maupun biaya murah.

Masyarakat diminta memastikan seluruh dokumen perjalanan dan proses keberangkatan dilakukan sesuai prosedur resmi demi keamanan, kenyamanan, dan perlindungan selama berada di luar negeri. (mcr)