
MAKKAH — Jemaah haji Indonesia mulai menjalani nafar awal pada Jumat (29/5/2026) atau 12 Dzulhijjah, setelah menuntaskan rangkaian lempar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah di Mina.
Sejak sebelum Subuh, kawasan Jamarat sudah dipadati lautan jemaah dari berbagai negara. Kepadatan meningkat tajam dibanding dua hari sebelumnya karena banyak jemaah memilih menyelesaikan lempar jumrah lebih awal agar bisa segera meninggalkan Mina melalui skema nafar awal.
Nafar awal merupakan pilihan bagi jemaah untuk meninggalkan Mina pada 12 Dzulhijjah setelah menyelesaikan lempar tiga jumrah di hari Tasyrik. Namun, jemaah yang mengambil nafar awal wajib keluar dari Mina sebelum matahari terbenam.
Di Markas 80, proses pemberangkatan jemaah dimulai sejak pukul 07.00 waktu Arab Saudi. Kloter pertama yang diberangkatkan yakni SUB 5 Embarkasi Surabaya, disusul SUB 9 dan kloter-kloter lainnya yang memilih nafar awal.

Dikutip dari suara surabaya.net, jemaah diberangkatkan dari Mina menuju hotel di kawasan Syisyah menggunakan bus yang disiapkan pihak syarikah. Sebelum menaiki bus, para jemaah diarahkan berbaris rapi di depan tenda sambil melantunkan sholawat.
Sepanjang jalur Mina, ribuan jemaah tampak menunggu antrean bus di depan tenda masing-masing. Suasana padat tak hanya dipenuhi jemaah Indonesia, tetapi juga jemaah dari berbagai negara yang sama-sama bersiap meninggalkan Mina lebih awal.
Dimulainya proses nafar awal menandai selesainya rangkaian utama ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) bagi sebagian besar jemaah.
Selanjutnya, jemaah yang belum melaksanakan tawaf ifadah akan menuju Masjidil Haram untuk menyempurnakan rangkaian ibadah hajinya, sebelum ditutup dengan tawaf wada sebagai perpisahan menjelang kepulangan ke Tanah Air.
Sementara itu, sebagian jemaah lainnya memilih menjalani nafar tsani dengan tetap bermalam di Mina hingga 13 Dzulhijjah atau Sabtu (30/5/2026) untuk melanjutkan mabit dan lempar jumrah. (ssn)






MAKKAH — Jemaah haji Indonesia mulai menjalani nafar awal pada Jumat (29/5/2026) atau 12 Dzulhijjah, setelah menuntaskan rangkaian lempar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah di Mina.
Sejak sebelum Subuh, kawasan Jamarat sudah dipadati lautan jemaah dari berbagai negara. Kepadatan meningkat tajam dibanding dua hari sebelumnya karena banyak jemaah memilih menyelesaikan lempar jumrah lebih awal agar bisa segera meninggalkan Mina melalui skema nafar awal.
Nafar awal merupakan pilihan bagi jemaah untuk meninggalkan Mina pada 12 Dzulhijjah setelah menyelesaikan lempar tiga jumrah di hari Tasyrik. Namun, jemaah yang mengambil nafar awal wajib keluar dari Mina sebelum matahari terbenam.
Di Markas 80, proses pemberangkatan jemaah dimulai sejak pukul 07.00 waktu Arab Saudi. Kloter pertama yang diberangkatkan yakni SUB 5 Embarkasi Surabaya, disusul SUB 9 dan kloter-kloter lainnya yang memilih nafar awal.
Dikutip dari suara surabaya.net, jemaah diberangkatkan dari Mina menuju hotel di kawasan Syisyah menggunakan bus yang disiapkan pihak syarikah. Sebelum menaiki bus, para jemaah diarahkan berbaris rapi di depan tenda sambil melantunkan sholawat.
Sepanjang jalur Mina, ribuan jemaah tampak menunggu antrean bus di depan tenda masing-masing. Suasana padat tak hanya dipenuhi jemaah Indonesia, tetapi juga jemaah dari berbagai negara yang sama-sama bersiap meninggalkan Mina lebih awal.
Dimulainya proses nafar awal menandai selesainya rangkaian utama ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) bagi sebagian besar jemaah.
Selanjutnya, jemaah yang belum melaksanakan tawaf ifadah akan menuju Masjidil Haram untuk menyempurnakan rangkaian ibadah hajinya, sebelum ditutup dengan tawaf wada sebagai perpisahan menjelang kepulangan ke Tanah Air.
Sementara itu, sebagian jemaah lainnya memilih menjalani nafar tsani dengan tetap bermalam di Mina hingga 13 Dzulhijjah atau Sabtu (30/5/2026) untuk melanjutkan mabit dan lempar jumrah. (ssn)