logo
UPDATE: Tangis di Laut Madura, Lima Penumpang KMP Mutiara Sentosa II Tewas, 225 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE: Gempa Kumamoto Makin Mematikan, Korban Tewas Capai 38 Orang, KBRI Berger Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pemutihan Pajak Kendaraan Riau Dimulai, Tunggakan Bertahun-tahun Cukup Bayar Dua Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kasus Pilot Malaysia Airlines: Positif Tiga Jenis Narkoba, Bawa Urine Cadangan u Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kapal Surabaya-Makassar Terbakar di Laut Jawa, Operasi Penyelamatan Ratusan Penu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Bupati Pemalang Terjaring OTT di Hotel, KPK Selidiki Keterlibatan Wanita Pendamp Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BGN Hentikan Sementara Operasional Dapur MBG di Semarang Usai Ratusan Siswa Didu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BK DPRD Riau Segera Putuskan Sanksi Dua Anggota yang Bentrok, Publik Menanti Ket Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Sumbar
Gempa M 4,5 Guncang Pesisir Barat Sumatera, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
Ilustrasi. Zona gempa.
Gempa M 4,5 Guncang Pesisir Barat Sumatera, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
8 Juni 2026 | 15:10:28

PADANG — Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo (M) 4,5 mengguncang wilayah Padangpariaman, Sumatera Barat, Senin (8/6/2026) pukul 13.39 WIB. Guncangan turut dirasakan warga di Kota Padang, Kabupaten Padangpariaman, hingga Kota Pariaman.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, episenter gempa berada di laut pada koordinat 0,88 Lintang Selatan dan 100,25 Bujur Timur, sekitar 28 kilometer di selatan Padangpariaman. Gempa terjadi pada kedalaman 68 kilometer.

iklan-view

Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Dr. Suaidi Ahadi, menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan gempa menengah yang dipicu aktivitas zona subduksi di lepas pantai barat Sumatera.

“Dengan memperhatikan lokasi dan kedalaman pusat gempa, gempa bumi yang terjadi merupakan gempa bumi akibat aktivitas zona subduksi,” ujarnya.

Peta tingkat guncangan BMKG menunjukkan gempa dirasakan dengan intensitas II-III MMI di Kota Padang, Kabupaten Padangpariaman, dan Kota Pariaman. Pada skala tersebut, getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah, benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang, dan terasa seperti truk besar yang melintas.

Meski sempat membuat warga merasakan getaran cukup jelas, hingga kini belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

BMKG juga mencatat, hingga sekitar enam menit setelah kejadian atau pukul 13.45 WIB, belum terdeteksi adanya gempa susulan (aftershock).

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. BMKG meminta warga hanya mengacu pada informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi resmi BMKG. (**)

Home / News
Gempa M 4,5 Guncang Pesisir Barat Sumatera, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: news | 8 Juni 2026 | 15:10:28
Gempa M 4,5 Guncang Pesisir Barat Sumatera, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
Ilustrasi. Zona gempa.

PADANG — Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo (M) 4,5 mengguncang wilayah Padangpariaman, Sumatera Barat, Senin (8/6/2026) pukul 13.39 WIB. Guncangan turut dirasakan warga di Kota Padang, Kabupaten Padangpariaman, hingga Kota Pariaman.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, episenter gempa berada di laut pada koordinat 0,88 Lintang Selatan dan 100,25 Bujur Timur, sekitar 28 kilometer di selatan Padangpariaman. Gempa terjadi pada kedalaman 68 kilometer.

Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Dr. Suaidi Ahadi, menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan gempa menengah yang dipicu aktivitas zona subduksi di lepas pantai barat Sumatera.

“Dengan memperhatikan lokasi dan kedalaman pusat gempa, gempa bumi yang terjadi merupakan gempa bumi akibat aktivitas zona subduksi,” ujarnya.

Peta tingkat guncangan BMKG menunjukkan gempa dirasakan dengan intensitas II-III MMI di Kota Padang, Kabupaten Padangpariaman, dan Kota Pariaman. Pada skala tersebut, getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah, benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang, dan terasa seperti truk besar yang melintas.

Meski sempat membuat warga merasakan getaran cukup jelas, hingga kini belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

BMKG juga mencatat, hingga sekitar enam menit setelah kejadian atau pukul 13.45 WIB, belum terdeteksi adanya gempa susulan (aftershock).

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. BMKG meminta warga hanya mengacu pada informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi resmi BMKG. (**)