logo
CATATAN PIALA DUNIA 2026: Ketika Mimpi Besar Asia Kembali Berakhir Terlalu Cepat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sekolah Swasta Pekanbaru Menjerit, SPMB 2026 Sepi Pendaftar Imbas Daya Tampung N Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Produsen Mobil China Makin Menguasai Pasar Eropa, Industri Otomotif Jerman Terte Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Liburan Berujung Duka, Remaja Asal Pekanbaru Tewas Tenggelam di Pantai Gasan Gad Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Volkswagen Dikabarkan Siapkan PHK Hingga 100 Ribu Karyawan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Terlalu Gemuk: Prabowo Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan, 750 Akan Dit Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Komnas HAM Minta Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Merah Putih Dihentikan U Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi MTQ Riau 2026 Dibuka di Kuansing, Syiar Al-Qur'an Berpadu dengan Pacu Jalur dan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Internasional
Update Gempa Venezuela: Korban Tewas Dekati 1.000 Orang, 3.360 Luka, USGS Peringatkan Gempa Susulan
Warga Venezuela masih trauma dengan dua gempa dahsyat yang mengguncang Rabu (24/6/2026) malam waktu setempat hingga memilih untuk mengungsi di lapangan. (Foto: Anadolu)
Update Gempa Venezuela: Korban Tewas Dekati 1.000 Orang, 3.360 Luka, USGS Peringatkan Gempa Susulan
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
27 Juni 2026 | 15:13:42

VENEZUELA – Korban jiwa akibat dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni 2026 terus bertambah. Hingga Sabtu (27/6/2026), Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, mengonfirmasi jumlah korban meninggal mencapai 920 orang, sementara 3.360 orang lainnya mengalami luka-luka.

Bencana yang dipicu dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 dengan selang waktu hanya 39 detik itu juga masih diikuti rangkaian gempa susulan yang memperburuk kondisi di wilayah terdampak.

Pada Jumat (26/6) waktu setempat, Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) kembali mencatat gempa susulan berkekuatan magnitudo 4,7 yang berpusat sekitar 54 kilometer di utara El Limon dengan kedalaman 10 kilometer.

Guncangan tersebut kembali memicu kepanikan warga yang masih bertahan di pengungsian, sementara USGS memperkirakan peluang terjadinya gempa susulan berkekuatan di atas magnitudo 6,0 dalam sepekan ke depan mencapai 8 persen.

iklan-view

Tim penyelamat terus mencari korban selamat di antara reruntuhan bangunan yang ambruk di kawasan San Bernardino, Caracas, Venezuela, pada 25 Juni 2026. (Foto: Antara)

Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di sejumlah lokasi. Lebih dari 170 orang diyakini masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang ambruk, sehingga jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah.

Bencana ini juga memicu krisis kemanusiaan. Sedikitnya 3.007 warga mengungsi ke tempat penampungan sementara dan rumah sakit lapangan setelah rumah mereka rusak atau hancur akibat gempa.

Wilayah La Guaira menjadi daerah dengan kerusakan paling parah. Sedikitnya 383 bangunan mengalami kerusakan berat, sementara lebih dari 100 bangunan runtuh dan sekitar 70 ribu keluarga terdampak. Kerusakan meliputi rumah tinggal, sekolah, fasilitas kesehatan hingga gedung pemerintahan.

Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello, mengatakan akses menuju La Guaira kini dibatasi karena kepadatan lalu lintas menghambat evakuasi korban dan distribusi bantuan. Ia juga mengingatkan masih banyak korban yang tertimbun reruntuhan sehingga berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan jika tidak segera dievakuasi.

Pemerintah Venezuela bersama tim SAR nasional dan bantuan internasional terus mengintensifkan pencarian korban serta penyaluran bantuan kemanusiaan. Dengan masih berlangsungnya proses evakuasi dan ancaman gempa susulan, otoritas memperkirakan jumlah korban jiwa masih berpotensi bertambah seiring pembaruan data dari lapangan. (**)

Sumber: media alkhairat/antaranews

Home / News
Update Gempa Venezuela: Korban Tewas Dekati 1.000 Orang, 3.360 Luka, USGS Peringatkan Gempa Susulan
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: news | 27 Juni 2026 | 15:13:42
Update Gempa Venezuela: Korban Tewas Dekati 1.000 Orang, 3.360 Luka, USGS Peringatkan Gempa Susulan
Warga Venezuela masih trauma dengan dua gempa dahsyat yang mengguncang Rabu (24/6/2026) malam waktu setempat hingga memilih untuk mengungsi di lapangan. (Foto: Anadolu)

VENEZUELA – Korban jiwa akibat dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni 2026 terus bertambah. Hingga Sabtu (27/6/2026), Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, mengonfirmasi jumlah korban meninggal mencapai 920 orang, sementara 3.360 orang lainnya mengalami luka-luka.

Bencana yang dipicu dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 dengan selang waktu hanya 39 detik itu juga masih diikuti rangkaian gempa susulan yang memperburuk kondisi di wilayah terdampak.

Pada Jumat (26/6) waktu setempat, Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) kembali mencatat gempa susulan berkekuatan magnitudo 4,7 yang berpusat sekitar 54 kilometer di utara El Limon dengan kedalaman 10 kilometer.

Guncangan tersebut kembali memicu kepanikan warga yang masih bertahan di pengungsian, sementara USGS memperkirakan peluang terjadinya gempa susulan berkekuatan di atas magnitudo 6,0 dalam sepekan ke depan mencapai 8 persen.

Tim penyelamat terus mencari korban selamat di antara reruntuhan bangunan yang ambruk di kawasan San Bernardino, Caracas, Venezuela, pada 25 Juni 2026. (Foto: Antara)

Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di sejumlah lokasi. Lebih dari 170 orang diyakini masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang ambruk, sehingga jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah.

Bencana ini juga memicu krisis kemanusiaan. Sedikitnya 3.007 warga mengungsi ke tempat penampungan sementara dan rumah sakit lapangan setelah rumah mereka rusak atau hancur akibat gempa.

Wilayah La Guaira menjadi daerah dengan kerusakan paling parah. Sedikitnya 383 bangunan mengalami kerusakan berat, sementara lebih dari 100 bangunan runtuh dan sekitar 70 ribu keluarga terdampak. Kerusakan meliputi rumah tinggal, sekolah, fasilitas kesehatan hingga gedung pemerintahan.

Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello, mengatakan akses menuju La Guaira kini dibatasi karena kepadatan lalu lintas menghambat evakuasi korban dan distribusi bantuan. Ia juga mengingatkan masih banyak korban yang tertimbun reruntuhan sehingga berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan jika tidak segera dievakuasi.

Pemerintah Venezuela bersama tim SAR nasional dan bantuan internasional terus mengintensifkan pencarian korban serta penyaluran bantuan kemanusiaan. Dengan masih berlangsungnya proses evakuasi dan ancaman gempa susulan, otoritas memperkirakan jumlah korban jiwa masih berpotensi bertambah seiring pembaruan data dari lapangan. (**)

Sumber: media alkhairat/antaranews