
TEMBILAHAN – Kebakaran yang disertai ledakan terjadi di area operasional pabrik pengolahan kelapa terpadu milik PT Pulau Sambu Guntung (PSG), Desa Air Tawar, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 16.15 WIB.
Insiden tersebut bermula saat para pekerja mendengar suara ledakan keras dari lokasi mesin chiller (pendingin). Tak lama kemudian, asap hitam pekat membumbung tinggi dari area panel mesin yang terbakar, memicu kepanikan di lingkungan pabrik.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebanyak enam unit panel mesin chiller merek Carrier di Departemen CAC hangus dilalap api. Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik atau gangguan teknis pada sistem kelistrikan panel chiller hingga memicu ledakan.
Kapolsek Kateman, Kompol Bachtiar, membenarkan adanya kebakaran tersebut. Menurutnya, api diduga berasal dari korsleting listrik pada komponen panel chiller sebagai alat pendingin.

"Benar sempat terjadi kebakaran yang diduga akibat korsleting listrik pada komponen panel chiller. Namun saat ini kondisi sudah normal kembali. Panel yang terdampak telah diganti dan fasilitas tersebut sudah kembali beroperasi," ujarnya saat dikonfirmasi PekanbaruTV.com, Sabtu (27/6/2026).
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Tim pemadam kebakaran internal perusahaan bersama petugas keamanan dan karyawan bergerak cepat mengisolasi titik api sehingga kobaran tidak sempat merembet ke fasilitas produksi lainnya.
Meski sempat mengganggu aktivitas operasional, situasi di lokasi kini telah dinyatakan aman dan kondusif. Pihak kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan pemantauan guna memastikan seluruh instalasi listrik dan sistem keselamatan kerja pascakebakaran berfungsi dengan baik.
Hingga berita ini diterbitkan, manajemen PT Pulau Sambu Guntung belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti kebakaran, nilai kerugian materiil, maupun dampak insiden terhadap aktivitas produksi. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui pesan singkat kepada pihak perusahaan juga belum mendapat respons. (ade)





TEMBILAHAN – Kebakaran yang disertai ledakan terjadi di area operasional pabrik pengolahan kelapa terpadu milik PT Pulau Sambu Guntung (PSG), Desa Air Tawar, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 16.15 WIB.
Insiden tersebut bermula saat para pekerja mendengar suara ledakan keras dari lokasi mesin chiller (pendingin). Tak lama kemudian, asap hitam pekat membumbung tinggi dari area panel mesin yang terbakar, memicu kepanikan di lingkungan pabrik.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebanyak enam unit panel mesin chiller merek Carrier di Departemen CAC hangus dilalap api. Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik atau gangguan teknis pada sistem kelistrikan panel chiller hingga memicu ledakan.
Kapolsek Kateman, Kompol Bachtiar, membenarkan adanya kebakaran tersebut. Menurutnya, api diduga berasal dari korsleting listrik pada komponen panel chiller sebagai alat pendingin.
"Benar sempat terjadi kebakaran yang diduga akibat korsleting listrik pada komponen panel chiller. Namun saat ini kondisi sudah normal kembali. Panel yang terdampak telah diganti dan fasilitas tersebut sudah kembali beroperasi," ujarnya saat dikonfirmasi PekanbaruTV.com, Sabtu (27/6/2026).
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Tim pemadam kebakaran internal perusahaan bersama petugas keamanan dan karyawan bergerak cepat mengisolasi titik api sehingga kobaran tidak sempat merembet ke fasilitas produksi lainnya.
Meski sempat mengganggu aktivitas operasional, situasi di lokasi kini telah dinyatakan aman dan kondusif. Pihak kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan pemantauan guna memastikan seluruh instalasi listrik dan sistem keselamatan kerja pascakebakaran berfungsi dengan baik.
Hingga berita ini diterbitkan, manajemen PT Pulau Sambu Guntung belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti kebakaran, nilai kerugian materiil, maupun dampak insiden terhadap aktivitas produksi. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui pesan singkat kepada pihak perusahaan juga belum mendapat respons. (ade)