logo
UPDATE Gempa NTT: Korban Tewas Bertambah Jadi 68 Orang, 213 Luka dan 1.500 Lebih Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Peringatan HUT Ke-81 RI di Riau: Sekdaprov Syahrial Abdi Raih Satyalancana dari Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Peringatan HUT RI ke-81 di Tembilahan, Bupati Inhil Serahkan Tali Asih Untuk Par Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Merah Putih Berkibar di Tengah Ancaman Karhutla Pelalawan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Remisi HUT ke-81 RI, 10.987 Warga Binaan di Riau Dapat Pengurangan Hukuman, 185 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sempena HUT ke 81 RI, Warga Tirta Siak Pekanbaru Gelar Donor Darah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Gajah Sumatera Jadi Pengerek Bendera HUT ke-81 RI di Kasang Kulim Kampar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 1.608 Warga Binaan Lapas Pekanbaru Terima Remisi HUT ke-81 RI, 7 Langsung Bebas Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / Otomotif
Volkswagen Dikabarkan Siapkan PHK Hingga 100 Ribu Karyawan
Pabrik Volkswagen
Volkswagen Dikabarkan Siapkan PHK Hingga 100 Ribu Karyawan
Editor: putrajaya
Rubrik: ekonomi | 28 Juni 2026 | 15:22:53

Riau – Produsen otomotif asal Jerman, Volkswagen, dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah restrukturisasi besar-besaran yang berpotensi memangkas hingga 100.000 tenaga kerja dalam beberapa tahun ke depan. Informasi tersebut pertama kali dilaporkan majalah bisnis Jerman *Manager Magazin* dan kemudian dikutip sejumlah media internasional.

Selain pengurangan tenaga kerja, Volkswagen disebut juga sedang mengevaluasi kemungkinan menghentikan operasional empat fasilitas produksi di Jerman sebagai bagian dari upaya efisiensi perusahaan.

iklan-view

Laporan tersebut menyebutkan, rencana restrukturisasi akan dibahas dalam rapat dewan pengawas perusahaan yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli 2026. Hingga saat ini, belum ada keputusan final terkait besaran pengurangan karyawan maupun penutupan fasilitas produksi.

Menanggapi laporan tersebut, Volkswagen belum memberikan konfirmasi maupun bantahan secara rinci. Perusahaan hanya menyatakan bahwa berbagai opsi masih berada dalam tahap pembahasan dan akan diputuskan melalui mekanisme internal perusahaan.

Volkswagen juga mengakui industri otomotif global tengah mengalami perubahan besar sehingga model bisnis yang selama ini dijalankan perlu disesuaikan dengan tantangan baru.

Jika terealisasi, pengurangan hingga 100.000 pekerja akan menjadi salah satu restrukturisasi terbesar dalam sejarah Volkswagen. Langkah tersebut bahkan berpotensi melampaui sejumlah program efisiensi yang pernah dilakukan produsen otomotif dunia pada masa lalu.

Tekanan terhadap Volkswagen tidak hanya berasal dari perlambatan permintaan kendaraan di Eropa, tetapi juga meningkatnya persaingan dari produsen mobil listrik asal China yang semakin agresif memasuki pasar internasional. Merek-merek seperti BYD dan Chery berhasil meningkatkan pangsa pasar di Eropa dengan menawarkan kendaraan listrik berharga lebih kompetitif.

Di sisi lain, produsen otomotif Jerman juga menghadapi tingginya biaya produksi dalam negeri, perubahan preferensi konsumen menuju kendaraan listrik, serta tekanan kebijakan perdagangan di sejumlah negara tujuan ekspor.

Sebelumnya, Volkswagen telah menjalankan program efisiensi tenaga kerja di Jerman. Manajemen menargetkan pengurangan sekitar 19.000 pekerja hingga akhir 2026 sebagai bagian dari rencana restrukturisasi yang telah diumumkan sebelumnya. Perusahaan juga memiliki target pengurangan lebih dari 28.000 posisi hingga 2030 melalui berbagai skema, termasuk pensiun dini dan pengunduran diri sukarela.

Meski demikian, rencana pemangkasan yang dilaporkan mencapai 100.000 pekerja dinilai merupakan langkah yang jauh lebih besar dibandingkan target efisiensi sebelumnya. Sejumlah serikat pekerja di Jerman dikabarkan siap memberikan perlawanan apabila rencana tersebut benar-benar dijalankan.

Sampai saat ini, Volkswagen belum mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi jumlah pekerja yang akan terdampak maupun jadwal pelaksanaan restrukturisasi tersebut. Keputusan akhir masih menunggu hasil pembahasan dewan pengawas perusahaan. *


Home / Ekonomi
Volkswagen Dikabarkan Siapkan PHK Hingga 100 Ribu Karyawan
Editor: putrajaya
Rubrik: ekonomi | 28 Juni 2026 | 15:22:53
Volkswagen Dikabarkan Siapkan PHK Hingga 100 Ribu Karyawan
Pabrik Volkswagen

Riau – Produsen otomotif asal Jerman, Volkswagen, dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah restrukturisasi besar-besaran yang berpotensi memangkas hingga 100.000 tenaga kerja dalam beberapa tahun ke depan. Informasi tersebut pertama kali dilaporkan majalah bisnis Jerman *Manager Magazin* dan kemudian dikutip sejumlah media internasional.

Selain pengurangan tenaga kerja, Volkswagen disebut juga sedang mengevaluasi kemungkinan menghentikan operasional empat fasilitas produksi di Jerman sebagai bagian dari upaya efisiensi perusahaan.

Laporan tersebut menyebutkan, rencana restrukturisasi akan dibahas dalam rapat dewan pengawas perusahaan yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli 2026. Hingga saat ini, belum ada keputusan final terkait besaran pengurangan karyawan maupun penutupan fasilitas produksi.

Menanggapi laporan tersebut, Volkswagen belum memberikan konfirmasi maupun bantahan secara rinci. Perusahaan hanya menyatakan bahwa berbagai opsi masih berada dalam tahap pembahasan dan akan diputuskan melalui mekanisme internal perusahaan.

Volkswagen juga mengakui industri otomotif global tengah mengalami perubahan besar sehingga model bisnis yang selama ini dijalankan perlu disesuaikan dengan tantangan baru.

Jika terealisasi, pengurangan hingga 100.000 pekerja akan menjadi salah satu restrukturisasi terbesar dalam sejarah Volkswagen. Langkah tersebut bahkan berpotensi melampaui sejumlah program efisiensi yang pernah dilakukan produsen otomotif dunia pada masa lalu.

Tekanan terhadap Volkswagen tidak hanya berasal dari perlambatan permintaan kendaraan di Eropa, tetapi juga meningkatnya persaingan dari produsen mobil listrik asal China yang semakin agresif memasuki pasar internasional. Merek-merek seperti BYD dan Chery berhasil meningkatkan pangsa pasar di Eropa dengan menawarkan kendaraan listrik berharga lebih kompetitif.

Di sisi lain, produsen otomotif Jerman juga menghadapi tingginya biaya produksi dalam negeri, perubahan preferensi konsumen menuju kendaraan listrik, serta tekanan kebijakan perdagangan di sejumlah negara tujuan ekspor.

Sebelumnya, Volkswagen telah menjalankan program efisiensi tenaga kerja di Jerman. Manajemen menargetkan pengurangan sekitar 19.000 pekerja hingga akhir 2026 sebagai bagian dari rencana restrukturisasi yang telah diumumkan sebelumnya. Perusahaan juga memiliki target pengurangan lebih dari 28.000 posisi hingga 2030 melalui berbagai skema, termasuk pensiun dini dan pengunduran diri sukarela.

Meski demikian, rencana pemangkasan yang dilaporkan mencapai 100.000 pekerja dinilai merupakan langkah yang jauh lebih besar dibandingkan target efisiensi sebelumnya. Sejumlah serikat pekerja di Jerman dikabarkan siap memberikan perlawanan apabila rencana tersebut benar-benar dijalankan.

Sampai saat ini, Volkswagen belum mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi jumlah pekerja yang akan terdampak maupun jadwal pelaksanaan restrukturisasi tersebut. Keputusan akhir masih menunggu hasil pembahasan dewan pengawas perusahaan. *