logo
CATATAN PIALA DUNIA 2026: Ketika Mimpi Besar Asia Kembali Berakhir Terlalu Cepat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sekolah Swasta Pekanbaru Menjerit, SPMB 2026 Sepi Pendaftar Imbas Daya Tampung N Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Produsen Mobil China Makin Menguasai Pasar Eropa, Industri Otomotif Jerman Terte Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Liburan Berujung Duka, Remaja Asal Pekanbaru Tewas Tenggelam di Pantai Gasan Gad Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Volkswagen Dikabarkan Siapkan PHK Hingga 100 Ribu Karyawan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Terlalu Gemuk: Prabowo Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan, 750 Akan Dit Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Komnas HAM Minta Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Merah Putih Dihentikan U Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi MTQ Riau 2026 Dibuka di Kuansing, Syiar Al-Qur'an Berpadu dengan Pacu Jalur dan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / Otomotif
Volkswagen Dikabarkan Siapkan PHK Hingga 100 Ribu Karyawan
Pabrik Volkswagen
Volkswagen Dikabarkan Siapkan PHK Hingga 100 Ribu Karyawan
Editor: putrajaya | Penulis: putrajaya
28 Juni 2026 | 15:22:53

Riau – Produsen otomotif asal Jerman, Volkswagen, dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah restrukturisasi besar-besaran yang berpotensi memangkas hingga 100.000 tenaga kerja dalam beberapa tahun ke depan. Informasi tersebut pertama kali dilaporkan majalah bisnis Jerman *Manager Magazin* dan kemudian dikutip sejumlah media internasional.


Selain pengurangan tenaga kerja, Volkswagen disebut juga sedang mengevaluasi kemungkinan menghentikan operasional empat fasilitas produksi di Jerman sebagai bagian dari upaya efisiensi perusahaan.


iklan-view

Laporan tersebut menyebutkan, rencana restrukturisasi akan dibahas dalam rapat dewan pengawas perusahaan yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli 2026. Hingga saat ini, belum ada keputusan final terkait besaran pengurangan karyawan maupun penutupan fasilitas produksi.


Menanggapi laporan tersebut, Volkswagen belum memberikan konfirmasi maupun bantahan secara rinci. Perusahaan hanya menyatakan bahwa berbagai opsi masih berada dalam tahap pembahasan dan akan diputuskan melalui mekanisme internal perusahaan.


Volkswagen juga mengakui industri otomotif global tengah mengalami perubahan besar sehingga model bisnis yang selama ini dijalankan perlu disesuaikan dengan tantangan baru.


Jika terealisasi, pengurangan hingga 100.000 pekerja akan menjadi salah satu restrukturisasi terbesar dalam sejarah Volkswagen. Langkah tersebut bahkan berpotensi melampaui sejumlah program efisiensi yang pernah dilakukan produsen otomotif dunia pada masa lalu.


Tekanan terhadap Volkswagen tidak hanya berasal dari perlambatan permintaan kendaraan di Eropa, tetapi juga meningkatnya persaingan dari produsen mobil listrik asal China yang semakin agresif memasuki pasar internasional. Merek-merek seperti BYD dan Chery berhasil meningkatkan pangsa pasar di Eropa dengan menawarkan kendaraan listrik berharga lebih kompetitif.


Di sisi lain, produsen otomotif Jerman juga menghadapi tingginya biaya produksi dalam negeri, perubahan preferensi konsumen menuju kendaraan listrik, serta tekanan kebijakan perdagangan di sejumlah negara tujuan ekspor.


Sebelumnya, Volkswagen telah menjalankan program efisiensi tenaga kerja di Jerman. Manajemen menargetkan pengurangan sekitar 19.000 pekerja hingga akhir 2026 sebagai bagian dari rencana restrukturisasi yang telah diumumkan sebelumnya. Perusahaan juga memiliki target pengurangan lebih dari 28.000 posisi hingga 2030 melalui berbagai skema, termasuk pensiun dini dan pengunduran diri sukarela.


Meski demikian, rencana pemangkasan yang dilaporkan mencapai 100.000 pekerja dinilai merupakan langkah yang jauh lebih besar dibandingkan target efisiensi sebelumnya. Sejumlah serikat pekerja di Jerman dikabarkan siap memberikan perlawanan apabila rencana tersebut benar-benar dijalankan.


Sampai saat ini, Volkswagen belum mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi jumlah pekerja yang akan terdampak maupun jadwal pelaksanaan restrukturisasi tersebut. Keputusan akhir masih menunggu hasil pembahasan dewan pengawas perusahaan. *


Home / Ekonomi
Volkswagen Dikabarkan Siapkan PHK Hingga 100 Ribu Karyawan
Editor: putrajaya | Penulis: putrajaya
Rubrik: ekonomi | 28 Juni 2026 | 15:22:53
Volkswagen Dikabarkan Siapkan PHK Hingga 100 Ribu Karyawan
Pabrik Volkswagen

Riau – Produsen otomotif asal Jerman, Volkswagen, dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah restrukturisasi besar-besaran yang berpotensi memangkas hingga 100.000 tenaga kerja dalam beberapa tahun ke depan. Informasi tersebut pertama kali dilaporkan majalah bisnis Jerman *Manager Magazin* dan kemudian dikutip sejumlah media internasional.


Selain pengurangan tenaga kerja, Volkswagen disebut juga sedang mengevaluasi kemungkinan menghentikan operasional empat fasilitas produksi di Jerman sebagai bagian dari upaya efisiensi perusahaan.


Laporan tersebut menyebutkan, rencana restrukturisasi akan dibahas dalam rapat dewan pengawas perusahaan yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli 2026. Hingga saat ini, belum ada keputusan final terkait besaran pengurangan karyawan maupun penutupan fasilitas produksi.


Menanggapi laporan tersebut, Volkswagen belum memberikan konfirmasi maupun bantahan secara rinci. Perusahaan hanya menyatakan bahwa berbagai opsi masih berada dalam tahap pembahasan dan akan diputuskan melalui mekanisme internal perusahaan.


Volkswagen juga mengakui industri otomotif global tengah mengalami perubahan besar sehingga model bisnis yang selama ini dijalankan perlu disesuaikan dengan tantangan baru.


Jika terealisasi, pengurangan hingga 100.000 pekerja akan menjadi salah satu restrukturisasi terbesar dalam sejarah Volkswagen. Langkah tersebut bahkan berpotensi melampaui sejumlah program efisiensi yang pernah dilakukan produsen otomotif dunia pada masa lalu.


Tekanan terhadap Volkswagen tidak hanya berasal dari perlambatan permintaan kendaraan di Eropa, tetapi juga meningkatnya persaingan dari produsen mobil listrik asal China yang semakin agresif memasuki pasar internasional. Merek-merek seperti BYD dan Chery berhasil meningkatkan pangsa pasar di Eropa dengan menawarkan kendaraan listrik berharga lebih kompetitif.


Di sisi lain, produsen otomotif Jerman juga menghadapi tingginya biaya produksi dalam negeri, perubahan preferensi konsumen menuju kendaraan listrik, serta tekanan kebijakan perdagangan di sejumlah negara tujuan ekspor.


Sebelumnya, Volkswagen telah menjalankan program efisiensi tenaga kerja di Jerman. Manajemen menargetkan pengurangan sekitar 19.000 pekerja hingga akhir 2026 sebagai bagian dari rencana restrukturisasi yang telah diumumkan sebelumnya. Perusahaan juga memiliki target pengurangan lebih dari 28.000 posisi hingga 2030 melalui berbagai skema, termasuk pensiun dini dan pengunduran diri sukarela.


Meski demikian, rencana pemangkasan yang dilaporkan mencapai 100.000 pekerja dinilai merupakan langkah yang jauh lebih besar dibandingkan target efisiensi sebelumnya. Sejumlah serikat pekerja di Jerman dikabarkan siap memberikan perlawanan apabila rencana tersebut benar-benar dijalankan.


Sampai saat ini, Volkswagen belum mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi jumlah pekerja yang akan terdampak maupun jadwal pelaksanaan restrukturisasi tersebut. Keputusan akhir masih menunggu hasil pembahasan dewan pengawas perusahaan. *