
INDRAGIRI HILIR – Manajemen PT Pulau Sambu Group (PSG) memastikan kebakaran yang terjadi di area operasional PT Pulau Sambu Guntung, Desa Air Tawar, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, tidak berdampak signifikan terhadap aktivitas perusahaan. Api disebut berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar 25 menit, sementara operasional pabrik kembali normal tiga jam setelah kejadian.
Klarifikasi tersebut disampaikan Humas PT Sambu Group, Ahlim Ginting, Sabtu (27/6/2026), menanggapi pemberitaan yang berkembang terkait insiden kebakaran yang terjadi pada Jumat (26/6/2026) sore.
"Operasional hanya terganggu sementara. Tiga jam setelah kejadian, aktivitas sudah kembali berjalan seperti biasa. Yang heboh mungkin pemberitaannya saja," ujar Ahlim saat dikonfirmasi PekanbaruTV.com.
Menurut Ahlim, dugaan sementara kebakaran dipicu gangguan kelistrikan atau korsleting pada panel mesin chiller (pendingin). Namun, sistem proteksi dan penanggulangan kebakaran yang dimiliki perusahaan berfungsi dengan baik sehingga api dapat segera dikendalikan sebelum meluas.

"Dugaan awal terjadi korsleting pada panel yang menyebabkan unit chiller terbakar. Berkat sistem pencegahan kebakaran yang tersedia, api berhasil diatasi dalam waktu sekitar 25 menit," katanya.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 16.15 WIB di area Departemen CAC PT Pulau Sambu Guntung. Berdasarkan informasi yang beredar, sedikitnya enam unit panel mesin chiller merek Carrier mengalami kerusakan akibat kebakaran.
Peristiwa bermula ketika sejumlah pekerja mendengar suara ledakan dari area mesin pendingin. Tak lama kemudian, asap hitam terlihat membumbung dari panel yang mengalami gangguan sebelum akhirnya api muncul.
Tim pemadam kebakaran internal bersama para pekerja langsung melakukan penanganan dan mengisolasi titik api agar tidak merambat ke fasilitas produksi lainnya. Upaya cepat tersebut berhasil mencegah kebakaran berkembang lebih luas.
Meski dugaan awal mengarah pada korsleting listrik, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan dan evaluasi internal perusahaan.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Manajemen PT Pulau Sambu Guntung juga memastikan kondisi pabrik saat ini aman dan seluruh aktivitas operasional telah kembali berjalan normal setelah penanganan terhadap fasilitas yang terdampak kebakaran. (ade)





INDRAGIRI HILIR – Manajemen PT Pulau Sambu Group (PSG) memastikan kebakaran yang terjadi di area operasional PT Pulau Sambu Guntung, Desa Air Tawar, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, tidak berdampak signifikan terhadap aktivitas perusahaan. Api disebut berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar 25 menit, sementara operasional pabrik kembali normal tiga jam setelah kejadian.
Klarifikasi tersebut disampaikan Humas PT Sambu Group, Ahlim Ginting, Sabtu (27/6/2026), menanggapi pemberitaan yang berkembang terkait insiden kebakaran yang terjadi pada Jumat (26/6/2026) sore.
"Operasional hanya terganggu sementara. Tiga jam setelah kejadian, aktivitas sudah kembali berjalan seperti biasa. Yang heboh mungkin pemberitaannya saja," ujar Ahlim saat dikonfirmasi PekanbaruTV.com.
Menurut Ahlim, dugaan sementara kebakaran dipicu gangguan kelistrikan atau korsleting pada panel mesin chiller (pendingin). Namun, sistem proteksi dan penanggulangan kebakaran yang dimiliki perusahaan berfungsi dengan baik sehingga api dapat segera dikendalikan sebelum meluas.
"Dugaan awal terjadi korsleting pada panel yang menyebabkan unit chiller terbakar. Berkat sistem pencegahan kebakaran yang tersedia, api berhasil diatasi dalam waktu sekitar 25 menit," katanya.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 16.15 WIB di area Departemen CAC PT Pulau Sambu Guntung. Berdasarkan informasi yang beredar, sedikitnya enam unit panel mesin chiller merek Carrier mengalami kerusakan akibat kebakaran.
Peristiwa bermula ketika sejumlah pekerja mendengar suara ledakan dari area mesin pendingin. Tak lama kemudian, asap hitam terlihat membumbung dari panel yang mengalami gangguan sebelum akhirnya api muncul.
Tim pemadam kebakaran internal bersama para pekerja langsung melakukan penanganan dan mengisolasi titik api agar tidak merambat ke fasilitas produksi lainnya. Upaya cepat tersebut berhasil mencegah kebakaran berkembang lebih luas.
Meski dugaan awal mengarah pada korsleting listrik, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan dan evaluasi internal perusahaan.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Manajemen PT Pulau Sambu Guntung juga memastikan kondisi pabrik saat ini aman dan seluruh aktivitas operasional telah kembali berjalan normal setelah penanganan terhadap fasilitas yang terdampak kebakaran. (ade)