logo
Intan Sari Terpilih Jadi Ketua RT 02 Tobekgodang, Partisipasi Warga Capai 90 Per Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Hujan Lebat Hari Ini Guyur Rohul dan Kuansing Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPRD Riau Desak Pemprov Tetapkan Standar Harga Kelapa, Harga di Inhil Anjlok ke Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi KPU Pekanbaru dan PWI Teken MoU, Perkuat Publikasi Kepemiluan hingga Tangkal Hoa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Uji Kekuatan Tanah, Bandara SSK II Pekanbaru Ubah Jam Operasional Sementara Mula Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ditjenpas Riau Akui Kelalaian Pengawal Jadi Pemicu Napi Kabur, Usul Hukuman Bera Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pengakuan Tangan Kanan Ibnu: Napi Kabur Diduga Rutin Keluar Lapas, Sipir Disebut Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Terungkap! Napi Kabur dari Lapas Pekanbaru Diduga "Otak" Penyelundupan Sabu ke B Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
Shorinji Kempo: Menempa Karakter, Menjaga Negeri
AKBP Vera Taurensa, S.S., M.H. (Foto: Istimewa)
Lebih Dekat dengan AKBP Vera Taurensa
Shorinji Kempo: Menempa Karakter, Menjaga Negeri
Editor: Yob Ayrus | Penulis: Boy Surya Hamta
30 Juni 2026 | 15:15:05

TIDAK semua kemenangan lahir dari podium juara atau kilau medali. Ada kemenangan yang jauh lebih penting, yakni ketika seseorang mampu menaklukkan dirinya sendiri, mengendalikan ego, bangkit dari kegagalan dan menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk melindungi sesama.

Nilai-nilai itulah yang dipegang dan diyakini AKBP Vera Taurensa, S.S., M.H. sebagai ruh utama bersama Shorinji Kempo. Bagi perwira menengah Polri yang kini menjabat Kasubbit Multimedia Bid Humas Polda Riau itu, seni bela diri asal Jepang tersebut bukan sekadar olahraga ataupun teknik mempertahankan diri. 

Lebih dari itu, Shorinji Kempo adalah sekolah kehidupan yang membentuk karakter, melahirkan pemimpin, sekaligus menanamkan semangat pengabdian kepada bangsa.

Di balik kesibukannya sebagai anggota Polri, Vera juga dikenal sebagai seorang Senpai yang aktif membina generasi muda melalui dojo. Dua dunia yang dijalaninya berjalan berdampingan karena memiliki tujuan yang sama: membangun manusia yang berintegritas.

iklan-view

Dalam wawancara khusus bersama PekanbaruTV.com, AKBP Vera Taurensa berbagi pandangan mengenai filosofi Shorinji Kempo, pentingnya pendidikan karakter hingga peran perempuan dalam membangun olahraga dan bangsa. Berikut petikan wawancara bersama beliau. 

Apa yang membuat Anda begitu mencintai Shorinji Kempo, hingga tetap aktif membina di tengah kesibukan sebagai anggota Polri?

Bagi saya, Shorinji Kempo bukan sekadar olahraga atau bela diri. Kempo mengajarkan bagaimana menjadi manusia yang menghormati sesama, memiliki disiplin, serta menggunakan kemampuan yang kita miliki untuk hal-hal yang bermanfaat.

Nilai-nilai itu yang saya pegang setiap hari, baik ketika berada di dojo maupun saat menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

Banyak orang menganggap bela diri identik dengan kekuatan fisik. Apakah itu juga yang diajarkan di dojo?

Justru bukan itu yang paling utama. Saya selalu mengatakan kepada para kenshi, jangan datang ke dojo hanya untuk belajar memukul atau menendang. Datanglah untuk belajar menjadi manusia yang lebih baik.

Kalau karakter seseorang sudah terbentuk, apa pun profesinya nanti apakah menjadi polisi, guru, dokter, pengusaha, ataupun pemimpin, ia akan mampu memberi manfaat bagi banyak orang.

Mengapa pendidikan karakter menjadi bagian penting dalam Shorinji Kempo?

Karena dojo adalah ruang pendidikan karakter. Di sana anak-anak belajar disiplin, belajar mengendalikan emosi, belajar menerima kekalahan dengan lapang dada, menghargai kemenangan tanpa kesombongan, serta memahami bahwa lawan terbesar bukanlah orang yang berdiri di depan kita.

Lawan terbesar adalah rasa malas, rasa takut, dan keinginan untuk menyerah. Kalau seseorang mampu mengalahkan dirinya sendiri, ia akan jauh lebih siap menghadapi tantangan kehidupan.

Apakah nilai-nilai itu juga membantu Ibu selama menjalani karier di Kepolisian?

Sangat membantu. Dalam setiap penugasan yang saya jalani, saya selalu berusaha membawa nilai yang sama, yaitu disiplin, ketegasan, tanggung jawab dan kepedulian.

Menjadi polisi bukan hanya soal menegakkan hukum. Polisi juga harus mampu menghadirkan rasa aman, menjadi solusi dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Bagi saya, nilai-nilai itu selaras dengan apa yang diajarkan di Shorinji Kempo.

Anda pernah mengikuti International Study Session di Honbu, Jepang. Apa pelajaran terbesar yang dibawa pulang ke Indonesia?

Pengalaman itu sangat berharga. Saya melihat bagaimana praktisi Shorinji Kempo dari berbagai negara memiliki semangat yang sama dalam membangun karakter manusia melalui olahraga.

Saya semakin yakin bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang di tingkat internasional, asalkan pembinaan dilakukan secara konsisten, berkelanjutan, dan menjaga nilai-nilai dasar Shorinji Kempo.

AKBP Vera Taurensa, S.S., M.H bersama sejumlah murid TK. (Foto: Istimewa) 

Selain sebagai praktisi, Anda juga dipercaya menjadi wasit nasional. Apa tantangan terbesar memimpin pertandingan?

Menjadi wasit tentu saja membutuhkan integritas. Ketika memimpin pertandingan, kita harus benar-benar objektif, adil dan mampu menjaga sportivitas.

Wasit bukan hanya menentukan menang atau kalah, tetapi juga menjaga kehormatan pertandingan agar tetap berjalan sesuai nilai-nilai luhur Shorinji Kempo.

Baru-baru ini Anda dipercaya menjadi Ketua Komisi Peranan Perempuan dan Olahraga PB PERKEMI. Apa makna amanah tersebut bagi Anda?

Bagi saya, itu bukan penghargaan. Itu adalah tanggung jawab. Saya ingin semakin banyak perempuan terlibat aktif dalam pembinaan olahraga, kepemimpinan organisasi, maupun pembangunan karakter generasi muda.

Perempuan memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi yang kuat, berintegritas, dan memiliki semangat pengabdian kepada bangsa.

Apa fokus yang ingin Anda bangun melalui amanah baru ini?

"Saya ingin semakin banyak perempuan mengambil peran dalam pembinaan olahraga, kepemimpinan organisasi, dan pembangunan karakter generasi muda. Perempuan memiliki kontribusi besar dalam membentuk generasi yang tangguh, disiplin, dan berintegritas."

Saya berharap, Shorinji Kempo tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang memiliki karakter kuat.

Bagi saya, perjalanan sebagai polisi dan insan Shorinji Kempo akhirnya bermuara pada tujuan yang sama, yakni pengabdian.

Saya percaya, bangsa yang kuat tidak hanya dibangun orang-orang cerdas atau berprestasi, tetapi oleh manusia-manusia yang memiliki integritas, disiplin, kepedulian dan karakter kokoh.

Prestasi memang penting, tetapi karakter jauh lebih penting. Medali bisa berhenti pada satu kejuaraan, tetapi karakter akan menentukan bagaimana seseorang menjalani hidup dan memberi manfaat bagi bangsa. Itulah yang ingin terus saya wariskan kepada generasi muda.

Terakhir, apa pesan Anda bagi generasi muda Indonesia saat ini?

Jangan pernah berhenti belajar. Bangun karakter sebelum mengejar prestasi. Prestasi memang penting, tetapi karakter akan menentukan bagaimana seseorang menggunakan keberhasilannya.

Karakter yang baik akan membawa seseorang menjadi pemimpin yang mampu memberi manfaat bagi masyarakat dan bangsa. Pesan saya, anak muda hari ini harus kreatif dan terus berinovasi, jangan hanya terpaku pada gadget dan kesenangan sesaat. 

Gali potensi diri, jangan takut salah. Lakukan saja apa yang menurut kalian benar, jangan takut gagal. Tetap semangat dan optimis menjalani hidup. 

Perbincangan bersama AKBP Vera Taurensa memang bukan sekedar perbincangan biasa. Banyak hal positif yang bisa diambil. Kesimpulannya, pengabdian tidak selalu dimulai dari ruang sidang, kantor ataupun medan tugas. Pengabdian bisa dimulai dari sebuah dojo, ketika seorang pelatih mengajarkan arti hormat, disiplin, keberanian dan kepedulian kepada generasi muda.

Bagi Vera, membangun bangsa tidak cukup hanya dengan melahirkan atlet berprestasi. Yang jauh lebih penting adalah melahirkan manusia-manusia berkarakter.

Karena akhirnya, negeri yang kuat bukan hanya dibangun oleh orang-orang yang memiliki kemampuan, melainkan oleh mereka yang memiliki integritas, kepemimpinan, dan kemauan untuk mengabdi kepada sesama.

Baginya, jabatan tersebut bukanlah sebuah penghargaan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. (*)

Home / News
Lebih Dekat dengan AKBP Vera Taurensa
Shorinji Kempo: Menempa Karakter, Menjaga Negeri
Editor: Yob Ayrus | Penulis: Boy Surya Hamta
Rubrik: news | 30 Juni 2026 | 15:15:05
Shorinji Kempo: Menempa Karakter, Menjaga Negeri
AKBP Vera Taurensa, S.S., M.H. (Foto: Istimewa)

TIDAK semua kemenangan lahir dari podium juara atau kilau medali. Ada kemenangan yang jauh lebih penting, yakni ketika seseorang mampu menaklukkan dirinya sendiri, mengendalikan ego, bangkit dari kegagalan dan menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk melindungi sesama.

Nilai-nilai itulah yang dipegang dan diyakini AKBP Vera Taurensa, S.S., M.H. sebagai ruh utama bersama Shorinji Kempo. Bagi perwira menengah Polri yang kini menjabat Kasubbit Multimedia Bid Humas Polda Riau itu, seni bela diri asal Jepang tersebut bukan sekadar olahraga ataupun teknik mempertahankan diri. 

Lebih dari itu, Shorinji Kempo adalah sekolah kehidupan yang membentuk karakter, melahirkan pemimpin, sekaligus menanamkan semangat pengabdian kepada bangsa.

Di balik kesibukannya sebagai anggota Polri, Vera juga dikenal sebagai seorang Senpai yang aktif membina generasi muda melalui dojo. Dua dunia yang dijalaninya berjalan berdampingan karena memiliki tujuan yang sama: membangun manusia yang berintegritas.

Dalam wawancara khusus bersama PekanbaruTV.com, AKBP Vera Taurensa berbagi pandangan mengenai filosofi Shorinji Kempo, pentingnya pendidikan karakter hingga peran perempuan dalam membangun olahraga dan bangsa. Berikut petikan wawancara bersama beliau. 

Apa yang membuat Anda begitu mencintai Shorinji Kempo, hingga tetap aktif membina di tengah kesibukan sebagai anggota Polri?

Bagi saya, Shorinji Kempo bukan sekadar olahraga atau bela diri. Kempo mengajarkan bagaimana menjadi manusia yang menghormati sesama, memiliki disiplin, serta menggunakan kemampuan yang kita miliki untuk hal-hal yang bermanfaat.

Nilai-nilai itu yang saya pegang setiap hari, baik ketika berada di dojo maupun saat menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

Banyak orang menganggap bela diri identik dengan kekuatan fisik. Apakah itu juga yang diajarkan di dojo?

Justru bukan itu yang paling utama. Saya selalu mengatakan kepada para kenshi, jangan datang ke dojo hanya untuk belajar memukul atau menendang. Datanglah untuk belajar menjadi manusia yang lebih baik.

Kalau karakter seseorang sudah terbentuk, apa pun profesinya nanti apakah menjadi polisi, guru, dokter, pengusaha, ataupun pemimpin, ia akan mampu memberi manfaat bagi banyak orang.

Mengapa pendidikan karakter menjadi bagian penting dalam Shorinji Kempo?

Karena dojo adalah ruang pendidikan karakter. Di sana anak-anak belajar disiplin, belajar mengendalikan emosi, belajar menerima kekalahan dengan lapang dada, menghargai kemenangan tanpa kesombongan, serta memahami bahwa lawan terbesar bukanlah orang yang berdiri di depan kita.

Lawan terbesar adalah rasa malas, rasa takut, dan keinginan untuk menyerah. Kalau seseorang mampu mengalahkan dirinya sendiri, ia akan jauh lebih siap menghadapi tantangan kehidupan.

Apakah nilai-nilai itu juga membantu Ibu selama menjalani karier di Kepolisian?

Sangat membantu. Dalam setiap penugasan yang saya jalani, saya selalu berusaha membawa nilai yang sama, yaitu disiplin, ketegasan, tanggung jawab dan kepedulian.

Menjadi polisi bukan hanya soal menegakkan hukum. Polisi juga harus mampu menghadirkan rasa aman, menjadi solusi dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Bagi saya, nilai-nilai itu selaras dengan apa yang diajarkan di Shorinji Kempo.

Anda pernah mengikuti International Study Session di Honbu, Jepang. Apa pelajaran terbesar yang dibawa pulang ke Indonesia?

Pengalaman itu sangat berharga. Saya melihat bagaimana praktisi Shorinji Kempo dari berbagai negara memiliki semangat yang sama dalam membangun karakter manusia melalui olahraga.

Saya semakin yakin bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang di tingkat internasional, asalkan pembinaan dilakukan secara konsisten, berkelanjutan, dan menjaga nilai-nilai dasar Shorinji Kempo.

AKBP Vera Taurensa, S.S., M.H bersama sejumlah murid TK. (Foto: Istimewa) 

Selain sebagai praktisi, Anda juga dipercaya menjadi wasit nasional. Apa tantangan terbesar memimpin pertandingan?

Menjadi wasit tentu saja membutuhkan integritas. Ketika memimpin pertandingan, kita harus benar-benar objektif, adil dan mampu menjaga sportivitas.

Wasit bukan hanya menentukan menang atau kalah, tetapi juga menjaga kehormatan pertandingan agar tetap berjalan sesuai nilai-nilai luhur Shorinji Kempo.

Baru-baru ini Anda dipercaya menjadi Ketua Komisi Peranan Perempuan dan Olahraga PB PERKEMI. Apa makna amanah tersebut bagi Anda?

Bagi saya, itu bukan penghargaan. Itu adalah tanggung jawab. Saya ingin semakin banyak perempuan terlibat aktif dalam pembinaan olahraga, kepemimpinan organisasi, maupun pembangunan karakter generasi muda.

Perempuan memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi yang kuat, berintegritas, dan memiliki semangat pengabdian kepada bangsa.

Apa fokus yang ingin Anda bangun melalui amanah baru ini?

"Saya ingin semakin banyak perempuan mengambil peran dalam pembinaan olahraga, kepemimpinan organisasi, dan pembangunan karakter generasi muda. Perempuan memiliki kontribusi besar dalam membentuk generasi yang tangguh, disiplin, dan berintegritas."

Saya berharap, Shorinji Kempo tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang memiliki karakter kuat.

Bagi saya, perjalanan sebagai polisi dan insan Shorinji Kempo akhirnya bermuara pada tujuan yang sama, yakni pengabdian.

Saya percaya, bangsa yang kuat tidak hanya dibangun orang-orang cerdas atau berprestasi, tetapi oleh manusia-manusia yang memiliki integritas, disiplin, kepedulian dan karakter kokoh.

Prestasi memang penting, tetapi karakter jauh lebih penting. Medali bisa berhenti pada satu kejuaraan, tetapi karakter akan menentukan bagaimana seseorang menjalani hidup dan memberi manfaat bagi bangsa. Itulah yang ingin terus saya wariskan kepada generasi muda.

Terakhir, apa pesan Anda bagi generasi muda Indonesia saat ini?

Jangan pernah berhenti belajar. Bangun karakter sebelum mengejar prestasi. Prestasi memang penting, tetapi karakter akan menentukan bagaimana seseorang menggunakan keberhasilannya.

Karakter yang baik akan membawa seseorang menjadi pemimpin yang mampu memberi manfaat bagi masyarakat dan bangsa. Pesan saya, anak muda hari ini harus kreatif dan terus berinovasi, jangan hanya terpaku pada gadget dan kesenangan sesaat. 

Gali potensi diri, jangan takut salah. Lakukan saja apa yang menurut kalian benar, jangan takut gagal. Tetap semangat dan optimis menjalani hidup. 

Perbincangan bersama AKBP Vera Taurensa memang bukan sekedar perbincangan biasa. Banyak hal positif yang bisa diambil. Kesimpulannya, pengabdian tidak selalu dimulai dari ruang sidang, kantor ataupun medan tugas. Pengabdian bisa dimulai dari sebuah dojo, ketika seorang pelatih mengajarkan arti hormat, disiplin, keberanian dan kepedulian kepada generasi muda.

Bagi Vera, membangun bangsa tidak cukup hanya dengan melahirkan atlet berprestasi. Yang jauh lebih penting adalah melahirkan manusia-manusia berkarakter.

Karena akhirnya, negeri yang kuat bukan hanya dibangun oleh orang-orang yang memiliki kemampuan, melainkan oleh mereka yang memiliki integritas, kepemimpinan, dan kemauan untuk mengabdi kepada sesama.

Baginya, jabatan tersebut bukanlah sebuah penghargaan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. (*)