logo
Intan Sari Terpilih Jadi Ketua RT 02 Tobekgodang, Partisipasi Warga Capai 90 Per Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Hujan Lebat Hari Ini Guyur Rohul dan Kuansing Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPRD Riau Desak Pemprov Tetapkan Standar Harga Kelapa, Harga di Inhil Anjlok ke Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi KPU Pekanbaru dan PWI Teken MoU, Perkuat Publikasi Kepemiluan hingga Tangkal Hoa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Uji Kekuatan Tanah, Bandara SSK II Pekanbaru Ubah Jam Operasional Sementara Mula Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ditjenpas Riau Akui Kelalaian Pengawal Jadi Pemicu Napi Kabur, Usul Hukuman Bera Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pengakuan Tangan Kanan Ibnu: Napi Kabur Diduga Rutin Keluar Lapas, Sipir Disebut Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Terungkap! Napi Kabur dari Lapas Pekanbaru Diduga "Otak" Penyelundupan Sabu ke B Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
Kapolda Riau Naikkan Pangkat 1.126 Personel, Salah Satunya Putra Pemred PekanbaruTV.com
Briptu Ghozi Hanif Akhyar salam komando dengan Kapolda Riau. (Foto: Istimewa)
Kapolda Riau Naikkan Pangkat 1.126 Personel, Salah Satunya Putra Pemred PekanbaruTV.com
Editor: Yob Ayrus | Penulis: Rico Syahputra
3 Juli 2026 | 11:57:23

PEKANBARU-Di tengah pemberian penghargaan kepada 1.126 personel yang memperoleh kenaikan pangkat, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan justru menyampaikan peringatan paling keras kepada seluruh anggota Polri di Riau. Tidak ada toleransi bagi personel yang terlibat penyalahgunaan narkotika. Siapa pun yang terbukti menjadi pengguna maupun pengedar akan diberhentikan dari institusi.

Pesan tegas tersebut menjadi sorotan utama dalam upacara kenaikan pangkat personel Polda Riau yang digelar Jumat (3/7/2026), bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Di satu sisi institusi memberikan penghargaan atas dedikasi personel, namun di sisi lain Kapolda menegaskan bahwa penghargaan itu hanya layak dipertahankan oleh anggota yang mampu menjaga integritas dan disiplin.

Pernyataan tersebut memiliki arti penting karena menunjukkan arah kebijakan internal Polda Riau dalam memperkuat profesionalisme aparat penegak hukum. Bagi masyarakat, komitmen tersebut menjadi indikator bahwa pemberantasan narkoba tidak hanya menyasar jaringan kejahatan di luar kepolisian, tetapi juga dilakukan terhadap personel internal apabila terbukti melanggar hukum.

Sebanyak 1.126 personel menerima kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi pada periode ini. Rinciannya, 1.115 personel memperoleh kenaikan pangkat reguler, 11 personel menerima kenaikan pangkat pengabdian, serta 26 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Polda Riau juga memperoleh kenaikan pangkat sesuai ketentuan yang berlaku.

iklan-view

Upacara berlangsung di Markas Polda Riau dengan prosesi pelepasan tanda pangkat lama dan pemasangan tanda pangkat baru kepada sejumlah perwakilan personel. Selain itu, Kapolda juga menyerahkan bibit pohon kepada personel sebagai simbol pertumbuhan, tanggung jawab baru, sekaligus implementasi program Green Policing yang terus dikembangkan di lingkungan Polda Riau.

Dalam amanatnya, Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar perubahan atribut maupun status administratif. Menurutnya, pangkat baru merupakan bentuk pengakuan institusi atas dedikasi, profesionalisme, loyalitas dan integritas personel selama menjalankan tugas.

"Kenaikan pangkat ini bukan sekadar simbol, perubahan status ataupun identitas. Ini merupakan bentuk validasi dan pengakuan dari institusi Polri atas dedikasi, profesionalisme serta integritas yang telah saudara-saudara tunjukkan dalam menjalankan tugas," ujar Herry Heryawan.

Namun penghargaan tersebut, lanjut Kapolda, juga membawa konsekuensi berupa tanggung jawab yang semakin besar. Personel yang memperoleh pangkat baru dituntut meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, menjaga kedisiplinan serta mampu menjadi teladan di lingkungan kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, tantangan Polri saat ini tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga mempertahankan kepercayaan publik. Karena itu, setiap anggota dituntut menjaga perilaku agar tidak melakukan pelanggaran yang dapat mencederai nama baik institusi.

Dalam konteks itulah Kapolda kembali menegaskan komitmennya terhadap pemberantasan narkoba.

"Saya tegaskan sekali lagi, saya tidak akan segan-segan memberhentikan atau memecat anggota yang terbukti terlibat narkoba, baik sebagai pengguna maupun sebagai pengedar. Hal ini menjadi komitmen saya sejak pertama kali bertugas di sini," tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi pesan paling kuat dalam upacara tersebut. Kapolda ingin memastikan bahwa tidak ada ruang bagi penyalahgunaan narkotika di tubuh Polri. Kebijakan itu juga menjadi bagian dari upaya menjaga kredibilitas aparat penegak hukum yang selama ini berada di garis depan pemberantasan peredaran narkoba.

Komitmen tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa penegakan disiplin dilakukan secara internal tanpa pengecualian. Anggota yang terbukti melanggar tidak hanya berhadapan dengan proses hukum, tetapi juga terancam kehilangan status sebagai anggota Polri.

Selain penindakan, Kapolda juga mendorong langkah pencegahan. Ia meminta seluruh personel memiliki kepedulian terhadap lingkungan kerja masing-masing.

Apabila menemukan rekan kerja yang mulai menunjukkan indikasi penyalahgunaan narkoba ataupun anggota keluarga yang mengalami persoalan serupa, Kapolda meminta agar segera diberikan peringatan dan pendampingan sehingga masalah tidak berkembang menjadi pelanggaran yang lebih berat.

Pendekatan tersebut dinilai penting karena penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak terhadap individu, tetapi juga memengaruhi profesionalisme organisasi serta tingkat kepercayaan masyarakat kepada kepolisian.

Di sisi lain, Kapolda juga mengingatkan bahwa keberhasilan karier seorang anggota Polri tidak pernah berdiri sendiri. Ia mengajak seluruh personel untuk selalu menghargai dukungan keluarga yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdian mereka.

Menurutnya, doa, dukungan moral dan pengorbanan istri, suami, anak maupun orang tua memiliki kontribusi besar terhadap keberhasilan seorang anggota menjalankan tugas negara.

Usai pelaksanaan upacara, tradisi penyiraman air menggunakan mobil Water Cannon kembali dilaksanakan kepada personel yang memperoleh kenaikan pangkat.

Tradisi tersebut telah lama menjadi bagian dari prosesi kenaikan pangkat di lingkungan Polri. Penyiraman air dimaknai sebagai simbol penyucian diri, semangat baru dan kesiapan mengemban amanah yang lebih besar sesuai jenjang kepangkatan yang diperoleh.

Dengan pangkat baru, para personel diharapkan mampu meningkatkan prestasi kerja, kualitas pelayanan kepada masyarakat serta memperkuat profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas.

Briptu Ghozi Hanif Akhyar 

Momentum kenaikan pangkat kali ini juga memiliki makna tersendiri bagi Pemimpin Redaksi PekanbaruTV, Tun Akhyar. Salah satu personel yang menerima kenaikan pangkat adalah putranya, Briptu Ghozi Hanif Akhyar.

Bagi Tun Akhyar, momen tersebut menjadi kebanggaan keluarga sekaligus bentuk apresiasi atas dedikasi putranya selama menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

"Ini merupakan salah satu momen penting dan membahagiakan bagi saya. Semoga pesan kapolda bisa direalisasikan Ghozi," ujar Tun Akhyar usai mengikuti upacara.

Secara keseluruhan, upacara kenaikan pangkat di Polda Riau tahun ini tidak hanya menjadi ajang pemberian penghargaan kepada personel yang memenuhi syarat administratif dan kinerja. Lebih dari itu, momentum tersebut dimanfaatkan pimpinan Polda Riau untuk mengirimkan pesan tegas mengenai arah pembinaan sumber daya manusia Polri, yakni penghargaan harus berjalan seiring dengan integritas.

Melalui komitmen tersebut, Polda Riau ingin memastikan bahwa setiap personel yang memperoleh kehormatan mengenakan pangkat lebih tinggi juga memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk menjaga profesionalisme, menaati hukum, menjauhi narkoba, serta mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. (rik)

Home / News
Kapolda Riau Naikkan Pangkat 1.126 Personel, Salah Satunya Putra Pemred PekanbaruTV.com
Editor: Yob Ayrus | Penulis: Rico Syahputra
Rubrik: news | 3 Juli 2026 | 11:57:23
Kapolda Riau Naikkan Pangkat 1.126 Personel, Salah Satunya Putra Pemred PekanbaruTV.com
Briptu Ghozi Hanif Akhyar salam komando dengan Kapolda Riau. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Di tengah pemberian penghargaan kepada 1.126 personel yang memperoleh kenaikan pangkat, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan justru menyampaikan peringatan paling keras kepada seluruh anggota Polri di Riau. Tidak ada toleransi bagi personel yang terlibat penyalahgunaan narkotika. Siapa pun yang terbukti menjadi pengguna maupun pengedar akan diberhentikan dari institusi.

Pesan tegas tersebut menjadi sorotan utama dalam upacara kenaikan pangkat personel Polda Riau yang digelar Jumat (3/7/2026), bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Di satu sisi institusi memberikan penghargaan atas dedikasi personel, namun di sisi lain Kapolda menegaskan bahwa penghargaan itu hanya layak dipertahankan oleh anggota yang mampu menjaga integritas dan disiplin.

Pernyataan tersebut memiliki arti penting karena menunjukkan arah kebijakan internal Polda Riau dalam memperkuat profesionalisme aparat penegak hukum. Bagi masyarakat, komitmen tersebut menjadi indikator bahwa pemberantasan narkoba tidak hanya menyasar jaringan kejahatan di luar kepolisian, tetapi juga dilakukan terhadap personel internal apabila terbukti melanggar hukum.

Sebanyak 1.126 personel menerima kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi pada periode ini. Rinciannya, 1.115 personel memperoleh kenaikan pangkat reguler, 11 personel menerima kenaikan pangkat pengabdian, serta 26 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Polda Riau juga memperoleh kenaikan pangkat sesuai ketentuan yang berlaku.

Upacara berlangsung di Markas Polda Riau dengan prosesi pelepasan tanda pangkat lama dan pemasangan tanda pangkat baru kepada sejumlah perwakilan personel. Selain itu, Kapolda juga menyerahkan bibit pohon kepada personel sebagai simbol pertumbuhan, tanggung jawab baru, sekaligus implementasi program Green Policing yang terus dikembangkan di lingkungan Polda Riau.

Dalam amanatnya, Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar perubahan atribut maupun status administratif. Menurutnya, pangkat baru merupakan bentuk pengakuan institusi atas dedikasi, profesionalisme, loyalitas dan integritas personel selama menjalankan tugas.

"Kenaikan pangkat ini bukan sekadar simbol, perubahan status ataupun identitas. Ini merupakan bentuk validasi dan pengakuan dari institusi Polri atas dedikasi, profesionalisme serta integritas yang telah saudara-saudara tunjukkan dalam menjalankan tugas," ujar Herry Heryawan.

Namun penghargaan tersebut, lanjut Kapolda, juga membawa konsekuensi berupa tanggung jawab yang semakin besar. Personel yang memperoleh pangkat baru dituntut meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, menjaga kedisiplinan serta mampu menjadi teladan di lingkungan kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, tantangan Polri saat ini tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga mempertahankan kepercayaan publik. Karena itu, setiap anggota dituntut menjaga perilaku agar tidak melakukan pelanggaran yang dapat mencederai nama baik institusi.

Dalam konteks itulah Kapolda kembali menegaskan komitmennya terhadap pemberantasan narkoba.

"Saya tegaskan sekali lagi, saya tidak akan segan-segan memberhentikan atau memecat anggota yang terbukti terlibat narkoba, baik sebagai pengguna maupun sebagai pengedar. Hal ini menjadi komitmen saya sejak pertama kali bertugas di sini," tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi pesan paling kuat dalam upacara tersebut. Kapolda ingin memastikan bahwa tidak ada ruang bagi penyalahgunaan narkotika di tubuh Polri. Kebijakan itu juga menjadi bagian dari upaya menjaga kredibilitas aparat penegak hukum yang selama ini berada di garis depan pemberantasan peredaran narkoba.

Komitmen tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa penegakan disiplin dilakukan secara internal tanpa pengecualian. Anggota yang terbukti melanggar tidak hanya berhadapan dengan proses hukum, tetapi juga terancam kehilangan status sebagai anggota Polri.

Selain penindakan, Kapolda juga mendorong langkah pencegahan. Ia meminta seluruh personel memiliki kepedulian terhadap lingkungan kerja masing-masing.

Apabila menemukan rekan kerja yang mulai menunjukkan indikasi penyalahgunaan narkoba ataupun anggota keluarga yang mengalami persoalan serupa, Kapolda meminta agar segera diberikan peringatan dan pendampingan sehingga masalah tidak berkembang menjadi pelanggaran yang lebih berat.

Pendekatan tersebut dinilai penting karena penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak terhadap individu, tetapi juga memengaruhi profesionalisme organisasi serta tingkat kepercayaan masyarakat kepada kepolisian.

Di sisi lain, Kapolda juga mengingatkan bahwa keberhasilan karier seorang anggota Polri tidak pernah berdiri sendiri. Ia mengajak seluruh personel untuk selalu menghargai dukungan keluarga yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdian mereka.

Menurutnya, doa, dukungan moral dan pengorbanan istri, suami, anak maupun orang tua memiliki kontribusi besar terhadap keberhasilan seorang anggota menjalankan tugas negara.

Usai pelaksanaan upacara, tradisi penyiraman air menggunakan mobil Water Cannon kembali dilaksanakan kepada personel yang memperoleh kenaikan pangkat.

Tradisi tersebut telah lama menjadi bagian dari prosesi kenaikan pangkat di lingkungan Polri. Penyiraman air dimaknai sebagai simbol penyucian diri, semangat baru dan kesiapan mengemban amanah yang lebih besar sesuai jenjang kepangkatan yang diperoleh.

Dengan pangkat baru, para personel diharapkan mampu meningkatkan prestasi kerja, kualitas pelayanan kepada masyarakat serta memperkuat profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas.

Briptu Ghozi Hanif Akhyar 

Momentum kenaikan pangkat kali ini juga memiliki makna tersendiri bagi Pemimpin Redaksi PekanbaruTV, Tun Akhyar. Salah satu personel yang menerima kenaikan pangkat adalah putranya, Briptu Ghozi Hanif Akhyar.

Bagi Tun Akhyar, momen tersebut menjadi kebanggaan keluarga sekaligus bentuk apresiasi atas dedikasi putranya selama menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

"Ini merupakan salah satu momen penting dan membahagiakan bagi saya. Semoga pesan kapolda bisa direalisasikan Ghozi," ujar Tun Akhyar usai mengikuti upacara.

Secara keseluruhan, upacara kenaikan pangkat di Polda Riau tahun ini tidak hanya menjadi ajang pemberian penghargaan kepada personel yang memenuhi syarat administratif dan kinerja. Lebih dari itu, momentum tersebut dimanfaatkan pimpinan Polda Riau untuk mengirimkan pesan tegas mengenai arah pembinaan sumber daya manusia Polri, yakni penghargaan harus berjalan seiring dengan integritas.

Melalui komitmen tersebut, Polda Riau ingin memastikan bahwa setiap personel yang memperoleh kehormatan mengenakan pangkat lebih tinggi juga memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk menjaga profesionalisme, menaati hukum, menjauhi narkoba, serta mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. (rik)