logo
Intan Sari Terpilih Jadi Ketua RT 02 Tobekgodang, Partisipasi Warga Capai 90 Per Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Hujan Lebat Hari Ini Guyur Rohul dan Kuansing Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPRD Riau Desak Pemprov Tetapkan Standar Harga Kelapa, Harga di Inhil Anjlok ke Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi KPU Pekanbaru dan PWI Teken MoU, Perkuat Publikasi Kepemiluan hingga Tangkal Hoa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Uji Kekuatan Tanah, Bandara SSK II Pekanbaru Ubah Jam Operasional Sementara Mula Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ditjenpas Riau Akui Kelalaian Pengawal Jadi Pemicu Napi Kabur, Usul Hukuman Bera Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pengakuan Tangan Kanan Ibnu: Napi Kabur Diduga Rutin Keluar Lapas, Sipir Disebut Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Terungkap! Napi Kabur dari Lapas Pekanbaru Diduga "Otak" Penyelundupan Sabu ke B Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / PENDIDIKAN
Unggul 29 Suara, Mexsasai Indra Selangkah Lagi Menuju Kursi Rektor Universitas Riau
Para calon Rektor Unri foto bersama usai penyampaian visi misi di Aula Lantai IV Gedung Rektorat Unri, Rabu (8/7/2026). (Foto: Ist/tribunnews)
Unggul 29 Suara, Mexsasai Indra Selangkah Lagi Menuju Kursi Rektor Universitas Riau
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
8 Juli 2026 | 17:07:52

PEKANBARU - Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Riau, Dr. Mexsasai Indra SH MH, tampil sebagai peraih suara terbanyak dalam pemilihan Rektor Universitas Riau (Unri) periode 2026–2030 putaran pertama yang digelar di Aula Lantai IV Gedung Rektorat Unri, Rabu (8/7/2026).

Dalam rapat tertutup Senat Universitas Riau, Mexsasai mengumpulkan 29 suara, unggul cukup jauh dari para pesaingnya. Hasil tersebut memastikan dirinya melangkah ke tahapan akhir bersama dua kandidat lainnya, yakni Prof. Dr. Jimmi Copriady MSi dan Prof. Dr. Iwantono M.Phil.

Berdasarkan hasil penghitungan suara, Prof. Ahmad Fadli ST MT memperoleh 13 suara, disusul Prof. Jimmi Copriady dengan 11 suara. Sementara Prof. Iwantono meraih 4 suara, Elfizar 2 suara, Firdaus 2 suara, Nofrizal 1 suara, dan Aldrin tidak memperoleh suara.

Sesuai mekanisme pemilihan rektor, tiga kandidat dengan dukungan terbesar akan melanjutkan persaingan pada tahapan berikutnya untuk menentukan Rektor Universitas Riau periode 2026–2030.

iklan-view

Pemilihan kali ini menjadi salah satu yang paling kompetitif dalam sejarah Universitas Riau. Sebanyak delapan akademisi ikut bertarung memperebutkan kursi rektor sebelum akhirnya mengerucut menjadi tiga besar melalui pemungutan suara putaran pertama.

Sebelum proses pemilihan, Mexsasai memaparkan visi kepemimpinannya bertajuk "Unri dalam Arah Besar Indonesia Emas 2045". Ia menawarkan konsep BERBUDI, akronim dari Berdampak, Elaboratif, Responsif, Bereputasi, Unggul, Daya Saing, dan Inovatif, sebagai fondasi transformasi Universitas Riau.

Melalui konsep tersebut, Mexsasai menitikberatkan dua agenda strategis, yakni pembangunan sumber daya manusia yang unggul serta penguatan hilirisasi riset dan kemandirian ekonomi berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan teknologi. Menurutnya, arah kebijakan itu sejalan dengan Asta Cita Presiden dan prioritas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Ia menargetkan peningkatan kualitas lulusan, penguatan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan, transformasi pembelajaran berbasis teknologi, percepatan hilirisasi hasil riset, hingga perluasan kemitraan dengan dunia usaha dan industri agar Universitas Riau semakin kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.

Usai pemungutan suara, Mexsasai menegaskan bahwa pemilihan rektor merupakan proses demokrasi akademik yang rutin berlangsung setiap lima tahun.

"Proses ini adalah proses administrasi biasa, bagian dari proses kepemimpinan yang normal di Universitas Riau yang berlangsung setiap lima tahun," ujarnya.

Ia menilai hasil pemungutan suara bukanlah tujuan akhir. Yang lebih penting, kata dia, adalah bagaimana seluruh sivitas akademika tetap bersatu dan bersama-sama memikirkan masa depan Universitas Riau.

"Dalam proses ini yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama berpikir untuk kemajuan Universitas Riau ke depan," katanya.

Mexsasai juga mengajak seluruh sivitas akademika mengakhiri perbedaan pilihan dan menjaga soliditas agar proses pemilihan rektor berlangsung kondusif hingga tahap akhir.

Sebagai catatan, Pilrek Universitas Riau periode 2026–2030 menjadi salah satu yang paling menyita perhatian publik. Selain diikuti delapan calon, proses pendaftarannya juga mendapat dukungan luas dari berbagai kalangan. Bahkan, sejumlah kandidat diantar langsung oleh tokoh-tokoh Riau, termasuk dua mantan Gubernur Riau, Saleh Djasit dan Wan Thamrin Hasyim, saat mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor. (trb)


Home / News
Unggul 29 Suara, Mexsasai Indra Selangkah Lagi Menuju Kursi Rektor Universitas Riau
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: news | 8 Juli 2026 | 17:07:52
Unggul 29 Suara, Mexsasai Indra Selangkah Lagi Menuju Kursi Rektor Universitas Riau
Para calon Rektor Unri foto bersama usai penyampaian visi misi di Aula Lantai IV Gedung Rektorat Unri, Rabu (8/7/2026). (Foto: Ist/tribunnews)

PEKANBARU - Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Riau, Dr. Mexsasai Indra SH MH, tampil sebagai peraih suara terbanyak dalam pemilihan Rektor Universitas Riau (Unri) periode 2026–2030 putaran pertama yang digelar di Aula Lantai IV Gedung Rektorat Unri, Rabu (8/7/2026).

Dalam rapat tertutup Senat Universitas Riau, Mexsasai mengumpulkan 29 suara, unggul cukup jauh dari para pesaingnya. Hasil tersebut memastikan dirinya melangkah ke tahapan akhir bersama dua kandidat lainnya, yakni Prof. Dr. Jimmi Copriady MSi dan Prof. Dr. Iwantono M.Phil.

Berdasarkan hasil penghitungan suara, Prof. Ahmad Fadli ST MT memperoleh 13 suara, disusul Prof. Jimmi Copriady dengan 11 suara. Sementara Prof. Iwantono meraih 4 suara, Elfizar 2 suara, Firdaus 2 suara, Nofrizal 1 suara, dan Aldrin tidak memperoleh suara.

Sesuai mekanisme pemilihan rektor, tiga kandidat dengan dukungan terbesar akan melanjutkan persaingan pada tahapan berikutnya untuk menentukan Rektor Universitas Riau periode 2026–2030.

Pemilihan kali ini menjadi salah satu yang paling kompetitif dalam sejarah Universitas Riau. Sebanyak delapan akademisi ikut bertarung memperebutkan kursi rektor sebelum akhirnya mengerucut menjadi tiga besar melalui pemungutan suara putaran pertama.

Sebelum proses pemilihan, Mexsasai memaparkan visi kepemimpinannya bertajuk "Unri dalam Arah Besar Indonesia Emas 2045". Ia menawarkan konsep BERBUDI, akronim dari Berdampak, Elaboratif, Responsif, Bereputasi, Unggul, Daya Saing, dan Inovatif, sebagai fondasi transformasi Universitas Riau.

Melalui konsep tersebut, Mexsasai menitikberatkan dua agenda strategis, yakni pembangunan sumber daya manusia yang unggul serta penguatan hilirisasi riset dan kemandirian ekonomi berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan teknologi. Menurutnya, arah kebijakan itu sejalan dengan Asta Cita Presiden dan prioritas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Ia menargetkan peningkatan kualitas lulusan, penguatan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan, transformasi pembelajaran berbasis teknologi, percepatan hilirisasi hasil riset, hingga perluasan kemitraan dengan dunia usaha dan industri agar Universitas Riau semakin kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.

Usai pemungutan suara, Mexsasai menegaskan bahwa pemilihan rektor merupakan proses demokrasi akademik yang rutin berlangsung setiap lima tahun.

"Proses ini adalah proses administrasi biasa, bagian dari proses kepemimpinan yang normal di Universitas Riau yang berlangsung setiap lima tahun," ujarnya.

Ia menilai hasil pemungutan suara bukanlah tujuan akhir. Yang lebih penting, kata dia, adalah bagaimana seluruh sivitas akademika tetap bersatu dan bersama-sama memikirkan masa depan Universitas Riau.

"Dalam proses ini yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama berpikir untuk kemajuan Universitas Riau ke depan," katanya.

Mexsasai juga mengajak seluruh sivitas akademika mengakhiri perbedaan pilihan dan menjaga soliditas agar proses pemilihan rektor berlangsung kondusif hingga tahap akhir.

Sebagai catatan, Pilrek Universitas Riau periode 2026–2030 menjadi salah satu yang paling menyita perhatian publik. Selain diikuti delapan calon, proses pendaftarannya juga mendapat dukungan luas dari berbagai kalangan. Bahkan, sejumlah kandidat diantar langsung oleh tokoh-tokoh Riau, termasuk dua mantan Gubernur Riau, Saleh Djasit dan Wan Thamrin Hasyim, saat mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor. (trb)